
"Mel titip lagi yah"
"Lebih baik sudah deh Din, jangan kirim surat lagi"
"Lhoo memangnya kenapa, kemarin kamu yang antusias"
"Emmm kan Kak Rendi juga mau fokus ujian"
"Iya...ya sudah itu yang terakhir deh Mel"
Amel tersenyum lalu mengangguk, Ia merasa
lega karena Nandini mengikuti perkataan nya.
Seperti biasa Amel menunggu kakaknya dulu di perpustakaan.
Setelah siswa siswi SMA pulang Amel segera menuju pintu gerbang menunggu kakaknya.
Aditya langsung menghampiri Amel dengan motor Tiger nya.
"Kak.."
"Hemm"
"Nandini Membalas suratnya lagi, bagaimana ini"
"Nanti kakak balas"
"Kakak tidak marah memangnya?"
"Ya tidak apa-apa, memangnya marah kenapa, hanya sebuah surat"
"Baiklah"
Mereka berdua bergegas pulang ke rumah.
Setelah sampai rumah Aditya segera menuju kamarnya begitu juga dengan Amel.
Selesai bersih-bersih Aditya merebahkan tubuhnya di atas kasur sejenak, setelah ini Ia akan berkunjung ke distronya.
Aditya teringat surat dari Andini, Ia bangun lalu mengambil surat dari dalam tas nya.
Aditya tersenyum saat membaca puisi dari Andini. Aditya mulai menulis balasan untuk Dini.
Β ~~~~~~
Β πππππππππππ
Assalamualaikum Dini
Terimakasih untuk puisinya, terimakasih juga untuk semangat nya, kakak jadi bertambah semangat ini.
Kamu juga harus semangat belajar yah, kamu harus bertahan menjadi juara kelas.
Doakan kakak selalu ya Din, Oh ya kakak titip sesuatu nanti lewat Amel, di pakai yah.
Never lost hope, because it is the key to achieve all your dreams.(Jangan pernah kehilangan harapan, karena itu adalah kunci untuk meraih semua mimpimu.)
Jaga kesehatan, jaga pola makan, rajin belajar jangan banyak bermain.
Wassalamualaikum
Salam Hangat
Kakakmu...
ππππππππππππ
__ADS_1
Selesai menulis surat Aditya segera memberikan nya pada Amel yang saat itu sedang makan di meja makan.
"Mel besok titip ini yah, dan ini titip juga"
"Apa kak itu?"
"Ini gelang kain, Ada inisial huruf N nya"
"Kak, kenapa mesti diteruskan sih kalian berbalas suratnya"
"Ah sudah terlanjur, basah sekalian saja lah"
Rendi ikut makan dengan Amel.
"Mama kemana?"
"Tidur siang"
"Nanti Kakak mau ke tempat distro kakak, nanti bilangin ke mama ya"
"Iya"
Selesai makan Aditya langsung menuju tempat distronya.
Ia ingin mengontrol baju yang keluar masuk, serta mengontrol keuangan juga.
Sore itu ternyata hujan deras, Nandini yang sedang menuju swalayan untuk membelikan buah \- buahan yang di pesan Mama nya berteduh di depan toko Aditya.
Hujan semakin deras, petir pun terdengar bergemuruh. Aditya melihat gadis mungil sedang berteduh di luar tokonya, Aditya segera menghampirinya dan menyuruhnya masuk ke dalam saja karena hujan semakin deras.
"Mbak Maaf, berteduh di dalam saja silahkan"
"Eh tidak apa\-apa Mas"
Nandini menoleh ke arah Aditya.
"Kak Adit"
"Masuk\- masuk Din"
Karena yang menyuruhnya masuk adalah Aditya, Nandini mengikuti Aditya masuk.
"Duduklah"
Nandini duduk.
"Din kamu sedang apa di luar?"
"Aku mau ke swalayan Kak, tapi malah terjebak hujan"
"Kamu sendiri?"
Nandini mengangguk, "Iya tadi pakai angkot"
"Kamu kedinginan Din" Aditya langsung memberikan jaket pada Nandini.
"Terimakasih Kak"
"Kakak buatkan Teh yah"
Nandini mengangguk.
Aditya segera membuatkan teh untuk Nandini dan membuat kopi juga untuk dirinya sendiri.
Di dalam distro ada 1 karyawan wanita sebagai kasir dan 2 karyawan laki \- laki dan 2 karyawan perempuan sebagai pramuniaga. Distro milik Aditya lumayan besar.
Aditya membawa secangkir teh manis dan secangkir kopi.
__ADS_1
"Minumlah"
"Terim kasih kak"
"Din bagaimana sekolah? lancar?"
"Alhamdulillah kak"
"Kakak kok tidak belajar untuk persiapan ujian, malah disini"
"Belajar bisa dimanapun Din"
"Kakak setelah lulus nanti mau kuliah dimana?"
"Di Jogja saja, kan banyak Universitas bagus di Jogja, yang dari luar kota saja mereka ke Jogja"
"Kakak mau ambil jurusan apa?"
"Bisnis dong, Kamu seandainya sudah lulus SMA mau ambil jurusan apa?"
"Aku ingin menjadi desainer Kak, punya butik sendiri nanti"
"Wah kamu ini mau bersaing dengan kakak rupanya"
"Kok bersaing sih Kak, kita malah bisa jadi partner yang baik, Aku bisa mengisi baju di toko kakak dengan desain Aku" Ucap Nandini.
"Kamu pintar sekali sih Dek"
Nandini tersenyum, " Seandainya Kak"
"Tidak Seandainya, kakak tunggu saat itu tiba"
Mereka terus berbincang dan bercanda tawa hingga tak terasa hujan pun mulai reda, Nandini berpamitan dan berterima kasih pada Aditya karena memberinya tempat berteduh.
"Kak sudah reda, Aku ke swalayan dulu yah"
"Kakak antar yah"
" Tidak usah Kak, Aku sudah banyak merepotkan, Oh ya ini jaket nya"
" Tidak usah, pakai saja ya Din"
"Terimakasih banyak ya Kak"
Aditya tersenyum lalu mengantarkan Nandini ke depan pintu keluar distronya.
Nandini melambaikan tangan nya.
Aditya masuk kembali ke dalam distronya.
"Gadis kecil, tapi aku merasa nyaman dan nyambung ngobrol denganmu" Gumam Aditya.
Β
Β
Β
Β
Β
Β
Β
Β
__ADS_1