Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Surat pertama


__ADS_3

Pagi hari nya Nandini sudah berada di kelasnya, Ia sedang membaca novel kesayangan nya. Amel datang ke kelas dengan tergesa-gesa, Ia langsung menghampiri Nandini.


"Eh kamu ini Mel, kenapa sampai tergesa-gesa seperti itu sih" Tanya Aura.


"Mau bertemu Dini"


"Ada apa memangnya"


"Din dapat salam balik lhoo dari Kak Rendi"


"Cie...cie..." Ucap Cantika.


"Ih apaan sih kamu Mel, siapa juga yang menitip salam untuknya"


"Halah jangan pura-pura, kamu suka kan"


"Ah sudah-sudah"


Wajah Dini langsung bersemu merah karena menahan malu juga senang.


Apa benar Kak Rendi memberikan salam balik untukku,Batin Dini.


Tet..tet..tet..


Bel berbunyi, siswa siswi langsung masuk ke dalam kelas, jam pertama di kelas 8B diisi pelajaran Biologi oleh Pak Wibisono.


Sebelum pelajaran dimulai murid-murid berdoa terlebih dahulu, setelah itu Pak Wibi mengabsen murid-murid yang ada di kelas.


Pak Wibi membuka pelajaran dengan tanya jawab tentang sistem pernafasan manusia.


Pak Wibi lalu membawa alat peraga, dan menyebutkan satu-satu alat pernapasan dalam tubuh manusia.


2 jam pelajaran sudah pak Wibi menjelaskan, Siswa di beri tugas untuk menggambar dan menyebutkan sistem pernafasan berikut fungsinya juga.


"Yah tugas lagi tugas lagi" Ucap Amel.


" Numpuk pokoknya, susah hanya sekedar ke pasar malam juga" Ucap Aura.


Setelah pelajaran biologi selesai, pelajaran berikutnya adalah seni musik, Pak Yayan masuk ke dalam kelas, mengabsen anak-anak lalu menulis lagu dan not nya, murid-murid mulai mengeluarkan serulingnya.


Hari ini belajar seni musik menggunakan alat musik seruling. Pak Yayan mengajari kami semua cara mengenal not nada pada seruling.


Setelah ber'pusing' ria dengan biologi, saat pelajaran seni musik rasanya sedikit mengurangi kejenuhan.


***


Tet...tet...tet...


Bel istirahat berbunyi, seluruh siswa bersiap-siap untuk keluar kelas.


"Mel kita ke kantin yuk " Ajak Cantika.


"Yuk kita ke kantin semuanya " Ucap Amel.


Mereka berempat menuju kantin, di persimpangan di lapangan basket mereka bertemu dengan Kak Aditya dan kak Rendi.


"Kak" Sapa Amel.


Nandini melirik Rendi, lalu menundukkan pandangan nya.


Rendi tersenyum melihat tingkah Nandini.


"Kalian mau ke kantin ya " Tanya Aditya.


"Iya dong kak, kakak mau ikut tidak " Jawab Cantika dengan antusias.


"Dini, kenapa terus menunduk " Tanya Rendi.


Nandini lalu menengadahkan kepalanya mendengar Rendi berbicara.


"Eh tidak Kak, itu mataharinya silau"

__ADS_1


"Cie...jangan malu-malu kucing gitu Din" Ucap Amel.


"Apaan sih kamu Mel"


"Ya sudah kakak mau ke ruang guru dulu yah" Ucap Aditya.


Aditya dan Rendi berjalan menuju ruang guru, Rendi mendekat ke arah Nandini.


"Waalaikumsalam, makasih salamnya" Bisik Rendi.


Nandini hanya mampu tersenyum dan menahan malu. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Lembut menyentuh kalbuku


Senyummu menanam bahagia di ladang waktuku.


Sungguh, inikah cinta


Rasa yang tak perna kurasa


Hadir menyiksa namun aku menikmati.


"Dini ayo jalan, sudah melamunnya" Goda Aura.


" Eh iya maaf"


Mereka berjalan menuju kantin, mereka memesan beberapa makanan dan minuman untuk mengisi energi lagi untuk menghadapi pelajaran berikutnya [kaya perang aja yah,hehe]


***


"Kamu memang menyukai Dini Ren?" Tanya Aditya.


" Tidak lah, Dia masih sangat kecil"


"Kamu kenapa tadi membuatnya semakin menyukaimu"


" Ya iseng saja, Dia lumayan cantik, hanya saja masih SMP, bukan tipe ku"


"Lah itu kamu tahu Dit"


" Ya tapi kamu jangan memberinya harapan palsu"


"Iya...iya cerewet, kamu suka ya sama Dini"


"Tidak, aku hanya kasihan, Dia itu sahabat adikku, dia anak baik, heran deh kenapa bisa menyukai playboy cap udet-udet sepertimu"


"Hahaha, pesonaku memang tak tertandingi Dit"


"Hih PD sekali"


"Kamu juga banyak yang suka Dit, tapi tidak pernah kamu respon"


"Ih aku tidak ingin pacaran,Aku sedang fokus merintis bisnis"


"Hahaha, jiwa bisnis papahmu mengalir pada darahmu"


"Ya lah, dari pada untuk tongkrongan tidak jelas, mending berbisnis"


" Iya iya percaya dah"


Aditya tersenyum, Ia masuk ke dalam ruang guru bersama Rendi.


***


Tet...tet...tet..


Bel pertanda berakhirnya istirahat, semua murid masuk ke kelas masing-masing.


Di kelas 8B ada pelajaran bahasa Jawa namun Bu Yulis tidak masuk, jadi murid-murid hanya mendapat tugas untuk membuat puisi bahasa Jawa dengan aksara Jawa.


"Eh Din, kak Rendi seperitnya suka kamu juga deh, coba kalau kamu kirim dia surat, aku punya kertas surat dan amplopnya lhoo" Ucap Cantika.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menulis surat"


"Bagaimana kalau menulis biodata dulu saja, untuk perkenalan awal" Ucap Amel.


Akhirnya Nandini menyetujui nya.


Ia menulis biodata pribadinya untuk di berikan pada Kak Rendi.


 


Nama : Nandini Saraswati


TTL : Jogja, 12 Januari 1986


Hobi : Membaca novel dan memasak


Warna kesukaan : Biru langit


Aktor Favorit : Anjasmara


Aktris Favorit : Tamara Bleszynski


Favorit band Indonesia : Dewa 19


Favorit penyanyi luar negri : Weslife


Makanan Favorit : Nasi goreng


Minuman favorit : Es jeruk


Cita\-cita : ingin jadi desainer handal


Film favorit : Bidadari, Amigos x siempre


 


"Oke bagus" Ucap Amel.


Aura lalu melipatnya berbentuk love dan memasukan nya ke dalam amplop kecil bergambar seorang laki-laki dewasa dan perempuan dewasa sedang duduk bersama.


"Kenapa kalian yang antusias sekali sih" Ucap Nandini.


" Soalnya sepertinya kak Rendi juga menyukaimu, jadi kita tidak ingin menyia-nyiakan momen bagus ini"


" Ya terserah kalian saja deh"


"Ah tapi kamu juga senang kan"


Nandini mengangguk dan tersenyum malu.


Tak ku sadari rasa itu tumbuh


Semakin lama


Semakin ku rasakan


Ada getaran dihatiku


Saatku dekat dengannya


Ada pancaran indah


Di dirinya


Saat ku tatap matanya


   Apakah maksud semua ini


   Apakah aku jatuh cinta?


   Apakah dia mendengarkan 

__ADS_1


   Dan merasakan suara hatiku.


__ADS_2