Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Cemburu


__ADS_3

" Din, ayo pulang sama aku." Kak Ilham masih bertengger di motornya menunggu Nandini yang sedang menunggu Mas Adam menjemputnya.


Nandini mencebikan bibirnya, mengomel dalam hati, Mas Adam selalu begitu, tak ada kabar jika sudah waktunya di jemput.


" Ayo ih, nanti hujan lhoo Din, tuh lihat gelap disebelah sana." Kak Ilham selalu saja pintar merayu Nandini.


Karena memang benar langit di sebelah utara semakin gelap. Pertanda sepertinya hujan akan segera turun.


Nandini melangkah mendekati motor Kak Ilham. Kak Ilham lalu memasangkan helm di kepala Nandini. Entahlah Nandini juga bingung kenapa Kak Ilham selalu membawa helm dua, walaupun misalnya Nandini di jemput Mas Adam.


Perlakuan baik Kak Ilham juga selalu membuat Nandini terbawa perasaan, walaupun nanti berujung pada ingatannya pada Aditya. Entahlah Kak Adit sulit sekali di usir dari fikiran Nandini.


Motor Kak Ilham melaju meninggalkan sekolah. Sementara didepan Gerbang SMK Pelita ada seseorang yang tengah mengepalkan tangannya melihat adegan yang tidak ingin ia lihat.


Aditya memukul kemudi mobilnya. Aditya merasa Nandini memang benar-benar sudah memiliki pengganti. Kenapa Adam harus menyuruhnya menjemput Nandini jika memang Nandini sudah ada yang menjemput.


" Sialan banget Adam, aku pulang jauh-jauh dari Singapura hanya untuk melihat kemesraan mereka" Gumam Aditya.


Aditya bergegas menjalankan mobilnya dan meninggalkan SMK Pelita.


Di tengah perjalanan hujan mulai turun. Kak Ilham semula ingin berteduh tapi Nandini cegah karena Nandini memang ingin hujan-hujanan, sudah lama tidak hujan-hujanan.


" Nanti sakit lhoo Din"


"Sakit ya minum obat Kak"ucap Nandini begitu entengnya.


" Dih, malah, nanti aku khawatir gimana?"


Nandini menatap Kak Ilham, " Nandini kuat Kak"


"Tapi..."


"Sudah ayo jalan"


"Pegangan Din"


"Nandini memegang pundak Kak Ilham"


Mereka berdua basah kuyup karena menerjang hujan. Nandini malah merentangkan kedua tangannya. Nandini begitu bahagia bertemu hujan.


" Din"


"Hemm"


"Hujan apa yang bikin seneng?"

__ADS_1


"Hujan apa ya, ya hujan air ini"


" Salah"


" Terus?"


" Hujani aku dengan senyumanmu Din"


Nandini menepuk punggung Kak Ilham, " Gombal"


Kak Ilham tertawa terbahak-bahak.


" Din, kamu seneng banget, apa ada kenangan tentang hujan?" Tanya Kak Ilham.


" Emmm, ada sih, hujan itu 1% kenangan, 99% inget mie rebus + telor+ cabe iris" Ucap Nandini sambil terkekeh.


" Nanti Kakak mampir yah, terus buatin kakak tuh mie rebus"


"Dih, kakak mah, malah jadi pengen mie"


" Habisnya dingin begini ngomongin mie rebus, kan jadi pengen"


" Oke nanti Nandini buatin"


" Beneran Din"


Sesampainya di rumah Nandini, Kak Ilham tidak segera masuk kedalam rumah Nandini karena basah kuyup. Ibu Nandini memberikan Kak Ilham Handuk. Seperti biasa, Ibu pasti akan menyuruh Nandini dan Kak Ilham Mandi. Memang lah saat ini sedang musim hujan.


Seperti biasa juga Ibu akan menyiapkan baju Mas Adam untuk dipakai Kak Ilham. Setelah selesai mandi dan berganti baju, Nandini benar-benar membuatkan mie rebus untuk Kak Ilham sesuai janjinya.


Mie rebus rasa soto, campur telor dan cabe rawit, oh ya di tambah sawi segar. Nandini membuat dua porsi, untuk dirinya juga Kak Ilham.


Setelah matang mie soto segera di hidangkan. Terlihat ekspresi Kak Ilham begitu senang karena Nandini yang memasaknya. Kak Ilham langsung menyantapnya dengan lahap.


"Kamu tahu Gak Din, mie apa yang paling enak?" tanya Kak Ilham.


" Emm, mie goreng, mi rebus pake telor?" jawab Nandini.


" Salah"


"Terus apa dong?"


"Miss you so much"


"Ih, gak jelas ih Kak Ilham"

__ADS_1


Kak Ilham terkekeh, " Garing ya Din gombalan aku? soalnya aku gak bisa gombal Din"


"Ya udah Gak usah gombal Kak, ngomong biasa aja"


" Ya udah, Din aku sayang kamu"


"Ih, Kakak nih"


Kak Ilham tersenyum lagi, " Tadi katanya ngomong biasa aja"


" Ih ya gak gitu"


" Iya, iya maaf, bercanda Din"


Nandini dan Kak Ilham menghabiskan mie nya. Setelah hujan reda Kak Ilham pamit pulang, Kak Ilham begitu bahagia hari ini karena melihat banyak senyuman dari Nandini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


( Hujan itu penuh kenangan, ada yang punya kenangan tentang hujan dengan doi? kalau aku, ah jangan di ceritakan, jadi ingat sejuta luka nantinya😁😁😁 percuma saja hujan-hujanan dengan jodoh orang😆😆😆, yah mirip Nandini dan Kak Ilham ini🤭🤭)


__ADS_2