Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Hujan Yang Indah


__ADS_3

Hari ini sekolah pulang lebih cepat karena semua guru akan rapat perihal ujian Nasional SMP dan SMA Nusantara yang 2 bulan lagi akan di laksanakan.


Nandini akan naik angkot saja pulang ke rumah, pasti kakak atau bapak tidak tahu jika Nandini hari ini akan pulang cepat.


Amel pulang terlebih dahulu, sementara Nandini harus rapat OSIS dulu selama 1 jam.


Amel sudah menunggu kakaknya di parkiran. Tidak berapa lama Aditya muncul lalu menghampiri Amel.


"Dek, Dini sudah pulang?"


"Belum, ada rapat OSIS katanya Kak, kenapa memangnya?"


"Kakak mau mengajaknya ke pabrik Papah, Kakak mengantarmu dulu yah, nanti baru kembali lagi kesini untuk menjemput Nandini."


Amel mengangguk, setelah Aditya mengambil sepeda motornya, Amel segera menaikinya lalu mereka bergegas pulang ke rumah.


Sesampainya di pintu gerbang rumahnya, Amel langsung turun lalu Aditya segera memutar balik motornya dan kembali lagi ke sekolah.


Ia menunggu Nandini di depan halaman sekolah di bawah pohon beringin, suasana di sekolah sudah mulai terlihat sepi.


Aditya sudah menunggu sekitar 30 menit, ia mengisi waktu nya dengan bermain gamebot yang selalu ia bawa.


Nandini melihat Aditya sedang di bawah pohon beringin, Nandini tidak tahu bahwa Aditya sedang menunggunya, ia hanya ingin menyapa kak Adit saja.


"Kak Adit" Sapa Nandini.


"Eh, ayo kita ke tempat Papahku" Ucap Aditya yang langsung bangkit dari duduknya.


"Tapi kak, nanti Bapak dan Mas Adam mencariku"


"Aku antar pulang dulu, nanti baru berganti baju dan ke pabrik"


Nandini mengangguk, Nandini menaiki motor Aditya, ada rasa bahagia dalam dirinya karena Aditya selalu ada di hari-harinya.


Nandini seolah-olah melupakan Rendi yang lebih awal di taksirnya.


Sepertinya memang benar adanya pepatah Jawa yang mengatakan " Witing tresno jalaran Soko kulino"


Cinta akan tumbuh jika sering bertemu.


Aditya mengendari motornya dengan pelan, seolah-olah ia tidak ingin sampai di tempat tujuan, dengan posisi seperti ini Aditya merasa begitu dekat dengan Nandini.


Aditya sesekali melirik Nandini lewat kaca spion, Nandini yang mengetahuinya hanya melayangkan senyuman, mereka malah saling balas senyum lewat kaca spion.


[Ah Author jadi gemes ih]


"Din"


"Hemm"


"Nanti makan yuk di bakso Pak Min"


Nandini mengangguk, Aditya melepaskan tangan nya dari stang kiri motornya, tangan nya menepuk lutut Nandini.


"Kamu cantik"

__ADS_1


"Hah apa kak"


"Ah tidak ada Din" Tangan kiri Aditya kembali memegang stang motornya.


Baru sampai setengah perjalanan, hujan turun begitu derasnya, Aditya segera menepi.


"Hujan Din"


"Iya nih Kak"


"Berteduh dulu disini sebentar yah"


"Kak, apa boleh aku hujan-hujanan, sudah lama tidak hujan-hujanan" Nandini berharap Aditya mau memenuhi permintaannya.


"Baiklah"


Tapi saat Aditya menghidupkan kembali motonya ternyata motornya malah mogok tidak mau menyala mesinnya. Nandini teringat 500 meter dari tempatnya berteduh ada sebuah bengkel motor.


"Kak ayo kita hujan-hujanan sambil mendorong motor ini, dekat sana ada bengkel"


"Jangan Din, nanti kamu lelah"


"Tidak apa-apa, aku sangat ingin hujan-hujanan Kak"


"Baiklah"


Aditya mulai mendorong motornya, sementara Nandini mengikuti Aditya di samping nya.


Nandini begitu senang ketika tubuhnya terguyur hujan, sesekali Nandini menatap Aditya yang juga sedang memandanginya.


"He..em waktu masih kecil dulu"


"Bukan kah ini sangat menyenangkan"


Apapun jika dengan mu akan terasa menyenangkan Din, Berat motor ini tak seberat rindu ku padamu yang datang setiap saat, Batin Aditya.


Tubuh mereka basah bermandikan air hujan, Mereka saling melempar senyum dan candaan, sehingga tidak sadar bahwa mereka sedang mendorong motor mogok.


[ Cinta belum afdhol kalau belum dorong dorong motor berdua, haha]


["Pengalaman kamu ya Thor?" Tanya Nandini]


[ Kok Tahu sih Din]


[" Ya kelihatan, Author ngetiknya saja sambil senyum-senyum]


[Hahaa, Sudah-sudah lanjutin sana dorong motornya]


["Siap Thor"]


Akhirnya mereka sampai di bengkel motor yang Nandini tunjukan, setelah montir memperbaiki motor Aditya, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Nandini.


Sesampainya di rumah Nandini, ibu Nandini kaget karena Nandini pulang lebih awal dengan keadaan basah kuyup, tapi Nandini dan Aditya menjelaskan bahwa sekolah pulang cepat dan waktu perjalanan pulang mereka kehujanan.


Aditya juga meminta izin untuk mengajak Nandini ke pabrik ayahnya untuk melihat produksi baju berikutnya.

__ADS_1


Dengan senang hati Ibu Nandini mengizinkannya. Mereka sudah begitu percaya dengan Aditya. Mereka percaya Aditya adalah pemuda baik-baik.


Selesai berganti baju mereka meminum teh manis hangat yang di sediakan ibu, Aditya meminjam baju Mas Adam terlebih dahulu.


Dini memberikan surat balasan untuk Aditya yang masih mengatasnamakan Rendi.


"Kak, titip yah"


Aditya menerima surat itu, " Din sebenarnya... Emmm sebenarnya...?


"Aku sudah tahu Kak"


"Hah sudah tahu apa Din"


"Sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi"


"Din sebenarnya kakak tidak enak hati dengan kedua orang tua mu karena sering sekali mengajakmu pergi"


Aku kira Kak Adit mau jujur dengan perasaannya, karena aku memberikan surat balasan di hadapannya, Batin Nandini.


Nandini Masih hanyut dalam lamunannya.


"Din..."


"Eh iya kak, Eh ibu dan bapak mengizinkan kok Kak, lagian kakak ini kan sangat sopan, izin terlebih dahulu saat ingin pergi dengan ku, ibu bapak juga tahu kakak teman Mas Adam, jadi ibu tidak khawatir, jika kakak macam-macam, Mas ada tinggal ke rumah kakak, labrak kakak disana" Canda Nandini.


"Apa Kakak ada tampang Akan macam-macam?" Ledek Aditya.


"Sepertinya kakak laki-laki baik-baik" Ucap Nandini sambil tersenyum.


Setelah hujan reda mereka segera pamit Dengan ibu dan mampir sebentar ke toko bapak juga untuk berpamitan.


Mereka langsung menuju pabrik milik Ayah Aditya untuk melihat proses produksi baju-baju yang Nandini desain.


.


.


.


.


.


.


.


.


.[ Cerita ini tidak sepenuhnya seperti gambaran tahun 2000 yang sesungguhnya, sudah di kembangkan agar lebih menarik.]


[Jangan lupa like komen dan Vote yah]


Salam sayang,

__ADS_1


@Santypuji


__ADS_2