
Pagi ini Aditya sudah bersiap-siap menuju kantornya. Ia menyemprotnya begitu banyak minyak wangi di tubuh dan bajunya. Ia ingin selalu wangi jika berada di dekat Nandini, Ya elah padahal mah kalau sudah cinta, bau bawang saja serasa bau spalding😆 eits masih ingat kan spalding, parfum ala-ala zaman baheula yang baunya cetar membahana. Kalau Nandini biasanya menggunakan parfum she sya la la la la she, yang botolnya kwecil seribu limaratusan🤭 lumayan untuk anak SMA mah, aman di kantong.
Aditya menjemput Nandini terlebih dahulu sekalian pamit sama camer. Ceileh camer, masih piyik juga.
Sesampainya di rumah Nandini, ternyata Nandini sudah berada di depan gang rumahnya. Yah Gagal deh salim sama camer.
Aditya menghentikan mobilnya, setelah itu keluar dan membukakan pintu untuk Nandini. (Coba kalau sudah kawin, boro-boro di bukain,😆)
Nandini masuk kedalam mobil, disusul Aditya.
"Din, kok nunggu disini sih sayang, Mas kan mau pamit juga sama Ibu,"ucap Aditya mengerucutkan bibirnya.
"Malu ah Mas,"
"Kok malu, malu pacaran sama Mas gitu?" Aditya langsung melihat kaca spion. Ia melihat wajahnya yang lumayan ganteng. Apa yang mesti jadi bahan untuk malu coba.
"Nanti saja kalau sudah dewasa, kita baru bilang ke orang tua kita gitu Mas."
"Telat, Mas sudah bilang ke Ayah sama mamah kalau kamu pacar Mas"
Nandini membelalakan matanya, "Ih Mas ini, kan aku bilang, dirahasiain dulu ih"
"Eits, soalnya ada sesuatu yang terjadi, jadi Mas mesti cerita deh kalau kamu itu pacar Mas."
"Emangnya apa yang terjadi?"
"Nanti saja ceritanya kalau makan siang, nanti makan siang bareng Mas yah diluar."
"Ih suka modus"
"Biar kamu penasaran dong."
Nandini mengerucutkan bibirnya. Aditya tersenyum manis sambil memperhatikan kondisi jalanan.
Sesampainya di kantor, Nandini melihat sekitar parkiran, apakah ada orang atau tidak, Nandini benar-benar tidak ingin orang lain tahu tentang hubungannya dengan Aditya.
"Kenapa sih Din, kaya mau maling saja ih."
"Ih, takut ada orang tau Mas"
"Eh tapi emang kamu udah jadi maling kok"
__ADS_1
Nandini melotot, "Semabrangan"
"Maling hati Mas, Din"
Nandini mesem, sambil mencubit lengan Aditya.
"Sudah ya Mas, sepertinya sudah aman, aku masuk dulu yah"
Aditya mengangguk, "Ya sudah, jangan macam-macam nanti dengan temanmu siapa itu yang ada di departemen produksi, apalagi sama si Ilham-ilham itu, Mas ga suka"
Nandini tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Kekasihnya itu memang selalu saja posesif, tapi Nandini senang, itu berarti Aditya benar-benar mencintainya.
...***...
Tanpa terasa sudah waktunya jam istirahat, tumben sekali Aditya tidak mengirimi banyak sms pada Nandini, Aditya memang tengah banyak pekerjaan.
Baru saja di kangeni dalam hati, tiba-tiba ada yang sms masuk dari Aditya. Nandini langsung membukanya. Ternyata Aditya menyuruhnya untuk menunggunya di ruangannya. Nandini tersenyum, sebelum bertemu kekasihnya ia terlebih dahulu ke toilet untuk mencuci mukanya agar telihat lebih segar.
Sambil menunggu Nandini, Aditya sedikit ngebut untuk menyelesaikan pekerjaannya. Pintu ruangannya tiba-tiba diketuk. Aditya langsung tersenyum karena berharap itu adalah Nandini.
"Masuk"
Pintu terbuka, seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan Aditya.
Aditya mengerutkan dahinya.
"Kamu belum istirahatkan, belum makan siang kan?"tanya Nia yang tengah meletakan susunan rantang di meja Aditya.
"Maaf Nia, Aku mau makan siang dengan Nandini"ucap Aditya. Sejak Ayahnya bilang jika Nia mengaku-ngaku sebagai pacarnya, sekarang Aditya menjadi tahu jika selama ini Nia menaruh rasa cinta padanya. Aditya tidak ingin memberi harapan palsu pada Nia. (Aditya bukan buaya yes, emang situ, eh situ siapa?😆😆😆)
Wajah Nia memerah, ia menatap Aditya dengan tajam, "Kenapa masih selalu gadis itu."
Nia mulai terlihat emosi.
Aditya masih santai, "Ya karena hanya dia yang aku cinta"
"Tapi aku juga cinta kamu, sebelum ada Nandini"
"Cinta itu ga bisa di paksain, cinta juga ga bisa milih mana yang lebih dulu hadir dan mana yang belakangan, hati aku ya pilihan aku, aku bisa aja jika memang hati aku hanya menganggapmu cuma teman."
"Kamu jahat Dit"
__ADS_1
Aditya memijat keningnya, kenapa pertemanan dengan Nia menjadi seperti ini sih, kan jadi ribet kalau ada cinta-cintaan di antara teman.😆
"Maafkan aku Nia," sambung Aditya sambil menatap Nia dengan melas. Air mata Nia sudah membasahi pipinya. Aditya sebenarnya tidak tega melihat wanita menangis. Tapi jika itu Nia, Aditya juga tidak ingin memberikan harapan padanya.
"Nia, aku mau makan siang, lebih baik kita bicarakan lagi nanti." Aditya merapikan meja kerjanya lalu hendak pergi meninggalkan Nia juga, hampir saja Aditya sampai pintu, Nia memeluknya dari belakang.
"Aditya jangan pergi dari aku, aku mohon"
Aditya begitu terkejut dengan sikap Nia, lebih terkejut lagi saat pintu ruangannya dibuka, dan terpampang nyata di depan mata, Nandini menatapnya dengan berapi-api karena melihat kekasihnya di peluk wanita lain.
(Hais, nyaho dah😆😆)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya emak update juga yah, novel anak tiri ini, hahaha, dari zaman Ajtp lahir, sampe udah beranak pinak, ni novel kaga selesai-selesai, kenapa sih thor? entahlah, Author juga keder kenapa demikian😆 tapi semoga saja sebelum novel baru muncul, novel ini sudah kelar yah, biar nggak menghantui author juga😁😁.
__ADS_1
Salam sayang buat kalian semua.
Santypuji