
🍁POV Nandini🍁
Aku menghembuskan nafasku dengan kasar, hari ini aku lelah sekali. Hari pertama MOS di SMK Pelita. Yupz aku sudah jadi anak SMK, Yee. Masa putih abu-abu yang kata orang-orang masa pencarian jati diri.
Aku menikmati status jombloku sejak surat terakhir Aditya yang sangat menyakiti hatiku. Tapi hidup harus berjalan, apalagi masa mudaku masih panjang, aku tidak mau hanya terfokus pada cinta, Yah walaupun tidak bisa di pungkiri terkadang aku rindu masa-masa dengan Aditya. Tapi ya sudahlah.
Amel pernah bercerita bahwa Aditya pernah menelfonnya dan menanyakan juga kenapa aku menghianatinya. Ah laki-laki apa memang suka melimpahkan kesalahan seperti itu. Tapi ya sudahlah aku mulai berusaha tidak memikirkannya lagi.
Alhamdulillah sejak masuk SMK aku memantapkan diriku menggunakan jilbab. Aku ingin berubah menjadi lebih baik dari segi penampilan juga sikap dan tentunya hati juga.
__ADS_1
Aku juga masih tetap mendesain baju-baju remaja untuk mengisi koleksi baju di tempat distro Aditya. Walaupun status saat ini sudah MANTAN tapi rupanya mantanku yang satu ini masih berbaik hati dengan masih memperkerjakanku, jadi aku pun harus profesional juga.
Oh ya, aku sekarang sudah mempunyai ponsel. Menabung sedikit demi sedikit untuk membeli ponsel. Kebetulan juga aku dan Amel, Cantika dan Aura kita berempat sekolah terpisah. Jadi ponsel cukup memudahkan kami untuk berkomunikasi walaupun kami sudah tidak satu sekolah lagi.
Di sekolahku yang baru, aku memiliki teman baru juga. Ada Laras, Bayu dan Nana, mereka juga berasal dari SMP yang berbeda.
Aku akan berusaha sebaik mungkin menimba ilmu disini. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku. Belajar dengan tekun dan tidak ingin lagi memikirkan Mantanku yang masih nan jauh disana.
Sudah satu bulan sejak aku membaca surat itu, hatiku sampai saat ini masih kelu. Aku masih belum bisa melupakan Nandini. Tapi aku gengsi untuk menunjukannya. Sudah setumpuk surat yang ku tulis tanpa ku kirim.
__ADS_1
Seandainya Nandini memutuskanku karena ingin fokus sekolah, mungkin aku akan memakluminya, tapi ini lain, Nandini memutuskanku karena ada sosok lain yang kini berada didekatnya.
Tapi walaupun Nandini sudah menyakitiku, dalam hal pekerjaan aku dan Nandini tetap bersikap profesional. Aku tidak mau menggunakan egoku saat dalam situasi seperti ini. Nandini memiliki potensi bagus sebagai desainer. Aku tidak mau menutup jalannya hanya karena perasaan. Aku masih percaya pepatah kuno, jodoh tak akan kemana.
Aku pun memilih untuk fokus menimba ilmu disini, tugas semakin banyak, kegiatan juga semakin banyak. Aku manfaatkan mencari ilmu sebaik mungkin disini. Aku harus menjadi laki-laki hebat agar aku bisa memilih wanita yang aku kehendaki.
Terkadang aku merindukan Nandini, aku ingin sekali melihatnya menggunakan seragam putih abu-abu. Tapi rindu itu sirna jika teringat surat terakhir yang ku baca.
Aku memilih fokus belajar agar bisa lulus dalam waktu singkat, aku tidak mau menunggu sampai 4 tahun disini. Aku harus mengejar beberapa mata kuliah agar aku bisa secepartnya lulus dan pulang ke Indonesia.
__ADS_1
Aku ingin melihat sehebat apa sih laki-laki yang sudah mencuri hati Nandini. Aku juga ingin sekali menuntut penjelasan pada Nandini tentang surat terakhirnya.
Nandini, aku akan kembali secepatnya, kamu akan bertemu lagi denganku. Dan saat itu juga kamu tidak akan bisa lari lagi dariku.