Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Cemburu


__ADS_3

Setelah Aditya pulang, Nandini kembali ke kamarnya, Ia mengambil sepucuk surat yang ada di meja belajarnya.


Nandini tersenyum lalu membukanya, Nandini tersenyum lagi karena isi surat tersebut. Tapi Nandini juga kaget ternyata saat melewati lapangan basket ada seseorang yang memperhatikan nya.


Nandini lalu membuat balasan surat untuk Rendi. Nandini ingin menjelaskan bahwa kejadian itu bukanlah seperti yang Rendi kira dalam surat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jogja, 24 Januari 2000


Assalamualaikum


Aku langsung saja pada intinya, Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Reno, namanya Reno, Reno adalah calon kandidat ketua OSIS yang di sandingkan bersamaku, wajar kan jika akan terus bersamaku. Kemarin aku juga kaget kenapa Dia menyeka keringatku tapi percayalah aku tidak menyukainya.


Doakan Aku ya Kak, semoga aku bisa terpilih menjadi anggota OSIS periode berikutnya.


Salam manis,


Nandini


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nandini kembali tersenyum membaca suratnya kembali, Nandini merasakan ada kecemburuan dalam goresan tulisan itu.


"Nduk...Nduk, Makan"


Nandini terbangun dari lamunan nya mendengar suara ibu nya.


"Nggih Bu"


Nandini keluar kamar lalu makan bersama dengan keluarga.


"Temenmu kok tidak di ajak makan malam dulu lhoo Nduk"


"Kerjaan Dia banyak Bu"


"Bukankah Dia seumuran mu, masih sekolah"


Nandini tersenyum, "Dia sudah kelas 3 SMA Bu, dulu teman Mas Adam juga itu, ya Mas?"


Adam hanya mengangguk-angguk.


"Memangnya Dia bekerja juga, Kasihan sekali, masih sekolah sudah harus bekerja, bagaimana sih orang tua nya" Cerocos Ibu sedikit emosi.


"Tidak seperti itu Bu, pekerjaan Dia bukan lah pekerjaan yang berat, Dia itu pemilik distro dan cafe, malah Dia yang memperkerjakan orang-orang" Ucap Adam menjelaskan yang sebenarnya pada ibunya.


"Walah...bagus itu"


Nandini melirik ibunya.


"Iya, Papahnya mempunyai perusahaan di bidang fashion Bu, Distronya hanya di isi baju laki-laki semua, Nandini memberi saran agar di isi stok baju perempuan juga, Nandini juga menawarkan desain Nandini, siapa tahu Kak Adit minat"


"Walah Nduk, kesempatan emas buatmu nanti, siapa tahu Dia berminat, kan kamu bisa terus menyalurkan bakatmu"


Nandini tersenyum dan mengangguk " Doakan ya Bu"


"Wes Pasti Nduk"


Selesai makan malam Nandini kembali ke kamarnya, lalu bersiap-siap untuk melaksanakan sholat isya di langgar dekat rumahnya.


***


Pagi hari seperti biasa Nandini di antar oleh ayahnya berangkat sekolah. Hari ini adalah pemilihan ketua OSIS. Nandini akan banyak sekali di sibukan dengan persiapan pemilihan ketua OSIS.


Sesampainya di sekolah Nandini langsung berlari menuju kelasnya.


Di depan kelasnya sudah dada Reno yang menunggunya.


"Hai Din" Ucapnya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Dari kejauhan Aditya melihat Reno yang menyapa Nandini sampai menungguinya depan kelas. Aditya merasa kesal dengan perlakuan Reno kepada Nandini.


Aditya bisa melihat jika Reno juga menyukai Nandini.


"Hai Reno"


"Apa kamu sudah siap?"


"Sudah..."


"Sarapan sudah"


Nandini mengangguk.


"Cie... Reno perhatian sekali sih" Ledek Aura yang memang berasa di pintu juga sedari tadi.


"Kan kita partner Ra" Ucap Nandini.


"Ya sudah, kamu letakan tas mu dulu kita siap-siap ke ruang OSIS"


Nandini mengangguk lalu masuk kedalam kelasnya, meletakan tasnya, mengambil catatan kecilnya dan tempat pensil, tidak lupa mengambil surat dan menitipkan nya pada Amel.


Di dalam kelas sudah ada Amel dan Cantika sedang mengobrol.


"Doakan aku ya bebeb ku semua"


"Semangat Din" Ucap Amel sambil menunjukan tangannya tanda semangat.


Nandini keluar dari kelasnya.


"Yuk"


"Doakan aku ya Ra"


"Siap Beb" Jawab Aura.


Nandini dan Reno berjalan beriringan menuju ruang OSIS.


"Din, ini"


"Eh Kak Adit"


Nandini menerima air mineral yang diberikan Aditya.


"Makasih Kak"


"Semangat ya"


"Siap kak"


"Nanti sore kakak ke rumahmu lagi, ada yang harus di tanda tangani"


"Oke, Ya sudah aku masuk dulu ya Kak, mau rapat"


"Oke"


Aditya berlalu menuju gedung SMA Nusantara, Sementara Reno mendengus kesal melihat Aditya yang perhatian pada Nandini.


"Dia siapa Din"


"Kak Adit"


"Siapamu?"


"Kakak Amel itu, memang kamu tidak tahu?"


Reno menggeleng, "Dia sering kerumahmu?"


"Apa sih Ren, kamu kok jadi kaya wartawan gitu, siap-siap saja untuk urusan kita hari ini" Ucap Nandini sambil masuk ke ruang OSIS.

__ADS_1


Reno mendengus kesal karena Nandini malah mengacuhkannya.


Aditya masuk kelas sambil bersiul-siul, terpancar wajah bahagianya.


"Eh bro, kenapa pagi-pagi bahagia sekali"


"Hehe Mau tahu saja, kepo"


"Ih pelit"


"Ren, kamu jadian ya sama ayu?"


"Iya kemarin"


"Oh baguslah"


"Kok bagus"


"Ya bagus berarti teman ku tidak jomblo lagi"


"Giliran kamu dong, sudah banyak yang mengantri itu" Ledek Rendi.


"Ah tidak ada waktu,"


"Wih...Mas bos mah sibuk terus"


"Ya nanti kalau sudah ketemu wanitanya kelak dewasa mau langsung aku nikahi saja, jadi ya ngumpulin modal dari sekarang" Ucap Aditya terkekeh.


"Gila kamu, masih SMA sudah bilang kawin kawin"


"Heh...menikah bukan kawin"


"Sama saja, Menikah juga ujungnya kawin kan"


Aditya menabok kepala Rendi dengan tidak sopan, Mereka malah tertawa bersama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ jangan lupa like komen dan vote yah]


[Karena judulnya saja surat, jadi jangan bosen yah dengan surat mereka,hehe, terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel ini]


Salam sayang,

__ADS_1


@Santypuji


__ADS_2