Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Ujian Nasional


__ADS_3

Pagi ini Aditya sedang sarapan dengan keluarganya, Amel melirik kakaknya itu.


"Apa, kenapa?" Aditya bertanya pada Amel karena Amel terus saja meliriknya.


"Tidak ada yang kakak sembunyikan kan dariku?"


"Tidak"


"Bohong, ih kakak jujur"


"Ada apa sih kalian berdua ini" Mama melihat kegaduhan Amel dan Aditya.


"Kakak punya pacar mah tapi tidak mau mengaku"


"Tidak Mah"


"Hey...kan kamu sudah besar, kenapa mesti malu" Ucap Mama.


"Sekolah dulu, nanti kalau sudah lulus baru pacaran" Ucap Papah.


Aditya tidak menggubris Amel lagi, ia terus melanjutkan makan nya, ia sudah berjanji pada Nandini agar tidak mengatakan apapun pada Amel.


Hari ini Amel libur sekolah karena SMA Nusantara sedang mengadakan Ujian Nasional. Aditya segera menyelesaikan sarapannya, lalu berpamitan pada mama dan papahnya, setelah itu bergegas menuju sekolah dengan motor kesayangannya.


Aditya mengerjakan ujian dengan sungguh-sungguh, ia ingin mendapat nilai yang memuaskan agar bisa melanjutkan di Singapura dengan lancar, ia ingin memiliki masa depan cemerlang, agar kelak bisa membahagiakan Nandini.


Sepulang sekolah, Aditya mampir ke rumah Nandini, Aditya mengajak Nandini ke distro cafenya. Sebelum berangkat Nandini terlebih dahulu izin kepada ibunya, ibunya mengizinkan asal jangan pulang larut sore.


Nandini begitu bahagia ketika Aditya datang ke rumahnya, biasanya mereka hanya bisa saling pandang di sekolah, tapi karena hari ini ujian nasional dan SMP Nusantara di liburkan jadi mereka berdua merasakan rindu.


Benar kata Dilan, kakak kelas Aditya dulu,


" Rindu itu berat"


[Dilan kan 1998 ya, Aditya kan 2000, 😁😁]

__ADS_1


Sesampainya di cafe, Aditya memesan beberapa makanan dan minuman, lalu membawanya ke ruangannya.


"Di makan yah Din, kakak mau memeriksa laporan-laporan dulu sebentar"


Dini mengangguk " Terimakasih kak"


Dini mulai menyantap wafle dan es mochacino sambil sesekali melirik Aditya yang sibuk memeriksa berkas.


Selesai memeriksa berkas Aditya duduk di samping Nandini.


"Enak sayang"


Nandini langsung tersipu malu di panggil sayang, walaupun bukan yang pertama kalinya, tapi rasanya tetap masih asing.


Nandini mengangguk " Enak Kak"


Aditya tersenyum lalu mengusap kepala Nandini.


"Bagaimana dengan ujian kakak?"


"Syukurlah"


"Din..."


"Hemm, kenapa kak?"


"Selesai ujian nasional ini kakak harus langsung ke Singapura" mimik muka sedih Aditya terlihat jelas.


Nandini terdiam, Rasanya ia baru merasakan kasmaran, Namum harus di hadapkan dengan cinta jarak jauh, kata orang walaupun jauh Dimata yang terpentin dekat di hati, tapi jika boleh memilih Nandini ingin dekat di mata dekat di hati juga.


"Sayang...ini semua demi masa depan, demi masa depan kita juga"


Nandini menatap Aditya, " Masa depan kita kak, aku takut kakak disana menyukai gadis sana yang jelas lebih cantik"


"Sssttt Din, cinta bukan soal kecantikan"

__ADS_1


Seandainya waktu bisa di putar kembali, Aditya ingin mundur ke belakang menyatakan cintanya lebih dulu, agar bisa memiliki waktu banyak dengan Nandini, tapi semua sudah terjadi, mereka harus mampu menjalani.


Aditya mengambil sesuatu di tasnya, lalu memberikannya pada Nandini.


"Apa ini kak" Nandini menerima bingkisan dari Aditya.


"Buka saja"


Nandini membukanya, Nandini terkejut, ternyata isinya kalung dengan liontin huruf A.


"Kak jangan, ini mahal kak"


"Tidak Din, ini hanya emas biasa, bukan berlian mahal, jika nanti kakak sudah menjadi orang sukses, kakak akan belikan kalung berlian untuk mu" Aditya mengambil kalungnya lalu memakaikannya di leher Nandini.


"Ini untuk mengikatmu, ingat jangan nakal disini" Sambungnya.


Nandini memeluk Aditya sambil menangis, "Kak, aku tidak menginginkan ini, hati ini sudah terikat oleh cintamu kak" 😭😭😭


"Sudah jangan menangis, kamu tahu Din, kakak ke Singapura agar kakak bisa menjadi sesuatu yang pantas untukmu kelak" Aditya kembali meyakinkan Nandini.


Aditya mengusap air mata di mata Nandini.


Cup...


Aditya mengecup kening wanita mungilnya itu, Nandini terkejut mendapat perlakuan manis dari Aditya.


Nandini mengusap keningnya, lalu tersenyum penuh malu.


Aditya sebenarnya ingin sekali mengecup bibir Nandini, tapi Aditya menahan dirinya untuk menjaga wanita mungilnya itu.


"Kak nanti pekerjaan ku bagimana?"


" Nanti akan kakak kenalkan dengan mbak Monika,"


"Baiklah"

__ADS_1


Mereka kembali duduk, lalu menikmati cemilan dan makanan yang di sediakan Aditya, mereka juga membicarakan cara mereka berkomunikasi kelak, untuk sementara mereka akan menggunakan media surat, walaupun tidak bisa setiap hari.


__ADS_2