
Pulang kerja, Aditya mengajak Nandini pulang bersama. Aditya mengirim pesan pada Nandini agar menunggunya di ruangannya.
Aditya
Ke ruangan Mas, qt pulang breng
Nandini yang sedang merapikan meja kerjanya melihat ponselnya bergetar. Nandini langsung melihat lalu membaca pesan dari Aditya. Nandini juga langsung membalasnya.
^^^Nandini^^^
^^^Ih, aku tunggu di tempat parkiran aja yah, takut ih, nanti ketauan org lhoo^^^
Aditya
Sudah sepi, dah plg smw
Setelah Nandini merapikan semuanya, Nandini bergegas ke ruangan Aditya. Seperti biasa Nana sudah di jemput pacarnya. Nandini melihat sekeliling kantor, benar kata Aditya, ternyata sudah sepi.
Nandini segera masuk keruangan Aditya, tapi sebelumnya Nandini mengetuk pintu terlebih dahulu. Aditya langsung mempersilahkan masuk. Nandini membuka pintunya, menatap ke arah Aditya sambil tersenyum, Aditya yang sudah tau bahwa itu adalah Nandini, juga langsung tersenyum.
"Masuk sayang, kamu tunggu dulu disana yah!" Aditya menunjukan kursi sofa yang ada diruangannya.
" 15 menit lagi pulang, Mas selesaikan ini dulu sebentar," Sambungnya lagi.
Nandini mengangguk lalu berjalan ke arah sofa dan duduk disana. Nandini membuka ponselnya, bermain ular-ularan di ponselnya.
Tak terasa 15 menit berlalu, Aditya kini menghampiri Nandini yang sedang fokus bermain ular-ularan. Tanpa permisi Aditya langsung mengecup kepala Nandini.
Cup...
__ADS_1
Nandini terkejut, " Eh Mas"
Nandini lalu mengakhiri permainannya, meletakan ponselnya dalam tas.
"Mas, yuk pulang, udah sepi banget"
"Mas masih mau disini sama kamu sayang"
"Ih, berduaan di tempat sepi nanti yang ketiganya syetan lhoo Mas, ayuk Ah"
Aditya terkekeh, "Iya iya, padahal kalau ada syetan juga, Mas siap kok tanggung jawab"
Nandini langsung mencubit lengan Aditya dengan kerasnya sampai Aditya mengaduh.
" Ih, nggak boleh nakal Mas sebelum halal, awas yah macam-macam," ancam Nandini.
"Iya sayang, Mas bercanda"
" Sayang, mau kan jadi pacar Mas lagi?" tanya Aditya.
Nandini menatap Aditya, " Hemm, gimana yah?" Ledek Nandini.
Aditya langsung memasang wajah murung.
Nandini mengusap pipi Aditya, "Iya aku mau Mas"
Aditya langsung senyum sumringah. Aditya memeluk Nandini lalu menyuruh Nandini berdiri. Aditya memeluk Nandini sambil berputar-putar.
Nandini sedikit memekik karena ketakutan.
__ADS_1
"Makasih ya Sayang, Mas bahagia banget"
"Mas, tapi kita sembunyikan dulu yah hubungan kita, soalnya kan aku disini sedang PKL Mas, aku takut dikira macam-macam,"ucap Nandini dengan permohonannya.
"Iya tenang saja, tapi suatu saat akan Mas umumkan pokoknya, dan kamu nggak boleh nolak lagi yah"
Nandini mengangguk lalu mengacungkan jempolnya pada Aditya.
Mereka akhirnya bergegas keluar dari kantor menuju parkiran. Nandini dan Aditya masuk ke dalam mobil.
"Sayang, Mas mau mampir ke rumah kamu yah, belum ketemu Ibu sama Bapak" Ujar Aditya.
Nandini mengangguk, "Iya yah, Mas belum main ke rumah"
"Nanti ke swalayan dulu yah, mau beli sesuatu buat Ibu sama Bapak"
"Oke"
Di sepanjang jalan tangan Aditya tidak lepas menggenggam jemari Nandini, tangan satunya untuk menyetir, tangan satunya lagi untuk menggenggam tangan Nandini. Takut bener Nandini kaburš.
Sesampainya di swalayan, Nandini dan Aditya langsung turun dari mobilnya lalu masuk kedalam swalayan. Aditya membeli beberapa buah-buahan dan biskuit serta makanan lainnya. Aditya seperti orang kalap berbelanja.
"Mas, udah ya, banyak banget ini ih, udah kaya mau buka warung aja,"ucap Nandini sambil menghentikan Aditya karena Aditya ingin mengambil beberapa makanan lagi.
"Biarin sayang, buat stok kamu nyemil" ucap Aditya tersenyum.
Nandini akhirnya membiarkan Aditya mengambil makanan, jajanan sesuka hatinya.
Setelah selesai berbelanja, Aditya dan Nandini berjalan ke kasir.
__ADS_1
"Aditya" Panggil seorang laki-laki di sebrang kasir sebelah.