Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Puisi itu


__ADS_3

Mereka makan berempat di ruang makan rumah orang tua Amel.


Mama Amel menyajikan berbagai macam masakan.


"Maaf ya Din, mungkin masakan Tante tidak seenak masakan mama kamu yang terkenal itu" Mama menyendokan lauk Pauk untuk Nandini agar Nandini mau mencicipi semua masakan mama Amel.


"Ah Tante bisa saja, masakan Tante juga tidak kalah enak pokoknya, Dini juga kangen menyantapnya" Ucap Dini sambil menyantap makanannya.


"Din itu yang kamu pakai baju yang kamu desain kan?"


"Iya Tante,"


"Wah semakin ramai nanti cafe distronya Adit"


"Aamiin, mudah-mudahan di terima di pasaran ya Tan"


"Iya kalian muda mudi yang berbakat, jangan sampai lewatkan kesempatan baik ini"


Nandini mengangguk.


Nandini dan Adit segera bergegas menuju cafe distro milik Adit, Nandini menggunakan dres warna peach yang ia desain, sepatu warna putih yang Aditya belikan, karena kebetulan nomor sepatu Nandini sama dengan Amel.


Aditya sesekali melihat kekasih Kertasnya itu sambil menyetir.


Andaikan kita tidak menjadi kekasih Kertas Din, pasti akan sangat membuatku bahagia, Batin Aditya.


Sampai juga akhirnya di cafe Adit, Adit dan Dini segera masuk ke dalam, ternyata di dalam sudah banyak sekali remaja perempuan.


Aditya segera menyapa mereka semua, mereka segera menghampiri Adit.


"Kakak...Kak Adit, foto bersama dong"


Aditya begitu terkenal di kalangan remaja perempuan. Nandini mundur ke belakang namun tangan Aditya langsung mencekalnya.


"Perkenalkan ini desainer yang sudah mendesain baju-baju keren untuk kalian semua" Aditya memperkenalkan Nandini ke pengunjung semuanya.


Nandini tersenyum, ia begitu cantik dengan rambut panjang nya yang tergerai indah.


Rendi yang melihat kerumunan juga langsung menghampiri Aditya.


"Hey Bro...Pakai jimat apa sih sampai pada nempel semua ini" Ledek Rendi.


"Enak saja"


"Eh Nandini, cantik sekali Din" Rendi memuji Nandini di depan Aditya.


Nandini langsung tersipu malu, tapi masih ada keganjalan di hatinya, mereka seperti orang asing, Nandini sangat merasakannya.


Aditya langsung memelototi Rendi, Rendi langsung mengajukan tangannya tanda permintaan maaf.


"Sudah ayo, acaranya akan segera di mulai"

__ADS_1


Mereka langsung menuju tempat pertunjukan Band, Mereka sangat antusias mengikuti acaranya, pelanggan juga sudah mulai memilih baju dan membelinya.


Acara malam ini berjalan begitu lancar, Nandini dan Aditya begitu bersyukur.


Aditya menyuruh Dini duduk di ruangannya untuk beristirahat, Nandini pun menurutinya.


Aditya masih harus mengobrol dengan teman-teman nya yang baru datang.


Nandini di dalam kantor nya melihat-lihat sekeliling ruangan kantor Aditya.


Ada beberapa poster yang tertempel di dinding.


Ada beberapa buku-buku yang tersusun di rak buku, Nandini mulai memilih satu buku untuk di bacanya, saat mengambil ada lembaran yang terjatuh dari selipan buku itu.


Nandini mengambilnya lalu perlahan membukanya. Ternyata sebuah puisi, Nandini membacanya.


***


Andai Senja mengerti,


Betapa pahitnya sebuah keheningan,


Bila kamu tak keberatan, 


Aku hendak kagumi kamu dalam hening,


Selayaknya Lilin ditengah Rimba,


Andai kamu tak keberatan,


Aku juga hendak rindui kamu dengan sederhana


Dan Jikalau Mentari bisa mendengar,


sayup iba dari burung yang berpulang ke sarang,


Lalu, bagaimana dengan seorang laki-laki,


Yang tetap berpegang teguh,


Pada rasa yang sebenarnya tak memberi teduh ?


Bagaimana dengan seonggok harapan,


Dari seseorang yang bahkan lupa,


Tentang dunia yang begitu lapang ?


Andai saya Engkau mengerti,


Andai saja Engkau pahami,

__ADS_1


Rasa ini begitu berarti,


Kucintaimu dalam Diam sepanjang hari.


***


Deg....


"Tulisan ini" Nandini menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Jadi selama ini" Mata Nandini berkaca-kaca.


Nandini segera mengembalikan buku itu, Ia perlahan mundur dan terduduk di sofa ruangan itu, otaknya terus berfikir, memikirkan apa yang selama ini terjadi.


"Pantas saja" Nandini memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Kira-kira apa yang akan di lakukan Nandini selanjutnya, membongkar semuanya atau mengikuti sandiwara Aditya?]


[ Jangan lupa like komen dan Vote]


[Terimakasih sudah mampir kesini]


Salam sayang


@Santypuji

__ADS_1


__ADS_2