Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Menemani Nana


__ADS_3

Akhirnya Bel pulang berbunyi juga, seluruh siswa sudah berlarian keluar dari kelas. Mereka sudah rindu dengan masakan mamak tentunya. Hari semakin siang, jelas saja perut rasanya sudah mengajak perang.


"Din, temani aku yuk, sebentar aja yuk," Ucap Nana terus saja memaksa.


Tadi waktu pelajaran jam terakhir Nana mengajak Nandini untuk bertemu dengan salah satu anak STM, entah STM mana, mereka berkenalan lewat ponsel alias kata Nana telfon salah sambung dan berujung kenalan.


"Sebentar saja, kalau ganteng kita kenalan, kalau tidak ya kita tinggal saja, ngintip-ngintip dulu Din"ucapnya tanpa rasa ragu.


" Huh, dasar edan" Ucap Nandini sambil menepuk lengan Nana.


Menurut Nandini apa yang dilakukan Nana adalah hal konyol. Tapi ya begitulah dunia remaja, penuh dengan rasa penasaran.


"Mau yah? nanti aku traktir es cendol depan kantor polisi itu." Nana terus saja merayu.


Nandini akhirnya mengiyakan ajakan Nana. Nana begitu kegirangan. Nana segera menghubungi kenalananya itu agar menunggu di depan swalayan yang Nana janjikan.


Nandini dan Nana berjalan keluar sekolah. Di depan sekolahannya tampak banyak sekali anak-anak STM yang sedang menjemput pacarnya. Banyak juga yang hanya sekedar tongkrong untuk menggoda siswa SMK Pelita yang tengah melintas.


Nandini melihat ada sepasang kekasih yang tengah memasangkan helm untuk pacarnya. Seketika Nandini teringan Kak Adit. Nandini terdiam lalu berdoa untuk Kak Adit, semoga Kak Adit selalu bahagia.


Ponsel Nandini berdering, tanda ada pesan masuk. Nandini melihat pesan dari ponselnya, ternyata dari Kak Adit.


Kak Adit


Cantik,lg apa?


Nandini tersenyum, Kak Adit ini, apakah merasakan sesuatu saat Nandini sedang memikirkannya.


^^^Nandini^^^


^^^Pulang sklh kak, td liat pasangan lg psangin helm, jd keinget kk, eh kk malah sms,hehe^^^


Kak Adit


kangen tuh namanya


^^^Nandini^^^


^^^Gak bk ah kangen sama pcr org^^^


Aditya mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Kak Adit


Iy, sdah pny pcr g bleh kngen sama cwo lain jg


Nandini melotot membaca pesan dari Kak Adit.


"Din, cepetan jalannya ih, cowo itu sudah nungguin lhoo" Ujar Nana sambil menarik tangan Nandini.


Nandini tidak membalas lagi sms dari Kak Aditya. Nandini fokus berjalan di belakang Nana yang sedang menggandengnya.


"Din, ayo sini ngumpet dulu"


Nandini dan Nana sudah berada di dekat toko tempat Nana janjian dengan kenalannya itu.


"Din, perhatikan deh, katanya cowo itu pake jam tangan hitam, pake dasi, sama tas biru"


"Iya, iya"


Nandini mulai mengemati beberapa laki-laki yang berdiri didepan toko yang disebutkan Nana.


"Ih, rame banget lagi Na"


" Eh, itu Na, coba deh liat, jam tangan, tas biru terus pake dasi juga" Nandini menunjuk ke arah laki-laki berkacamata.


" Ih, kok culun gitu sih Din"


Nandini tertawa terbahak-bahak.


"Ih, jangan tertawa Din, kedengeran nanti"


" Gak lah, kan jauh"


" Eh Na, biasanya yang pake kacamata itu pinter-pinter lhoo, coba aja dulu"


" Ogah ah, culun gitu Na, kalau ganteng sih gak apa-apa, itu mah culun"


" Ih dasar, terus bagaimana ini?"


" Cus ah, kita nyendol aja yuk depan kantor polisi, disana pasti banyak pakpol yang ganteng-ganteng"


Nandini menonyor kepala Nana, " Ganteng terus ih yang di pikirin"

__ADS_1


" Its normal bebeh" Ujar Nana sambil cekikikan.


"Terus nanti dia gimana? kasihan tau"


" Ya udah sana kamu aja yang nemuin Din"


" Dih, ogah, yang kenalan juga kamu Na"


" Ya udah ayo ah, cus nyendol aja"


" Oke deh"


Nandini dan Nana bergegas ke depan kantor polisi menikmati cendol kesukaan mereka berdua. Nana memblokir nomor laki-laki yang berkenalan dengannya. Nandini hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Hayo hayo, zaman baheula dulu readers pernah gak kenalan di hp gitu, trs ketemuan tapi kabur? klo aku sering banget, hahaha dasar author jablud😆😆😆)

__ADS_1


__ADS_2