Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Jujur Pada Adam


__ADS_3

Sepulang sekolah Aditya mengantarkan Amel terlebih dahulu pulang ke rumah, setelah sampai rumah, Aditya berganti baju lalu makan siang dengan Amel.


"Kak kok sekarang kakak tidak pernah menitip surat lagi?" Tanya Amel sambil menyendok nasi ke dalam piring.


"Ya sedang break dulu" Jawab Aditya.


"Apa nanti Dini tidak akan curiga?" Amel masih penasaran.


"Biarkan saja, kakak sendokin juga dong Dek"


"Iya...iya"


Mereka berdua makan bersama, selesai makan Aditya segera menuju kamarnya mengambil tas kecilnya lalu berpamitan pada ibu nya menuju cafe distro miliknya.


Sebelum menuju cafe nya, Aditya terlebih dahulu datang ke tempat fotocopian milik Mas Adam, ia ingin mengatakan yang sebenarnya pada Adam tentang statusnya dengan Nandini. Aditya juga ingin meminta bantuan Adam untuk mengajak Nandini ke bukit bintang.


Terlihat di tempat fotocopian Adam lumayan ramai, tentu saja karena tempatnya sangat strategis, di depan kampus.


Aditya menunggu Adam senggang, Adam mengajak ke warung kopi anak muda yang berada di sebelah tempat fotocopian nya.


Adam terlebih dahulu berpamitan pada dua karyawannya.


Mereka memesan kopi dan cemilan, Aditya sama sekali tidak canggung dengan Adam karena mereka memang pernah kenal sebelumnya.


"Ada apa Dit" Adam memulai pembicaraan.


"Hemm begini Mas, maafkan aku sebelumnya, aku ingin jujur padamu Mas, sebenarnya aku dan Nandini perpacaran" Aditya lalu meminum kopinya untuk mengurangi kegugupannnya karena telah berbicara hal tersebut.


"Aku juga sudah melihat dari gelagat kalian, kalian saling suka "


Aditya menatap Mas Adam " Jadi Mas, apakah kami boleh berpacaran" Senyum mengembang di bibir Aditya.


"Boleh tapi jaga batasan" Adam berbiacara dengan mimik muka serius.


"Itu Pasti Mas, sebenarnya aku juga ingin mengatakan pada Nandini kalau aku akan kuliah di Singapura" Aditya menundukkan kepalanya, menyembunyikan kesedihannya.


"Jadi Kalian akan pacaran jarak jauh?"


"Kami akan mencobanya, Mas bantu aku kali ini saja Mas, Aku ingin mengajak Nandini ke bukit bintang, aku ingin mengatakan niatku kuliah di singapura, bantu aku ya Mas"


"Oke...Adit, sebenarnya Nandini itu tidak boleh pacaran terlebih dahulu selagi dia masih bersekolah, tapi karena aku mengenalmu jadi aku mengizinkan, tapi tolong jangan hianati kepercayaan ku yah" Mas Adam meminum kopinya sambil menatap Aditya.

__ADS_1


"Itu Pasti Mas"


"Oke, malam nanti ke rumah saja yah"


Aditya mengangguk, ia lalu berpamitan pada Adam karena akan mengunjungi cafenya terlebih dahulu, sebelum pergi Aditya membayar seluruh pesanan mereka berdua.


Aditya langsung menuju cafenya untuk melihat kondisi cafenya dan kondisi pemasukan cafe distronya selama satu Minggu ini.


Sesampainya di cafe terlihat lumayan banyak pengunjung yang datang, Nia teman SMA Adit sekaligus pengagum rahasia Aditya langsung menyapa Aditya.


"Hai Dit"


"Eh kamu disini?"


Nia mengangguk, " Sudah lama aku disini menunggu kamu Dit, aku ingin mengobrol sebentar dengan mu, bolehkan"


"Boleh, kamu duduk dimana?"


"Di pojok sana?"


"Ya sudah, tunggu sebentar ya, aku mau masuk sebentar ke ruanganku"


15 menit berlalu, Aditya teringat masih ada Nia di cafenya, ia segera menemui Nia, Nia ternyata masih menunggunya.


"Nia...maafkan aku, lupa tadi"


Nia tersenyum, "tidak masalah, aku juga tadi baru saja selesai memilih baju"


"Ada apa Ni?"


"Kamu mau melanjutkan sekolah dimana Dit?"


"Aku sih maunya disini, tapi papah menyuruh ku sekolah di Singapura, Papah ingin aku melanjutkan bisnis papah" Aditya menampakan wajah sedihnya.


"Kenapa kamu tidak menolak?"


"Aku tidak boleh egois, ini demi orang banyak juga nantinya"


"Tenang saja, kan hanya 4 tahun, kita sekolah SMA 3 tahun ini saja tidak terasa kan" Nia menepuk bahu Aditya.


Aditya tersenyum, "Iya kamu benar sekali, kamu sendiri mau melanjutkan kemana?"

__ADS_1


Kemanapun kamu sekolah, aku ingin mengikutimu Dit, aku juga akan sekolah di Singapura jika memang kamu juga bersekolah disana nanti, Batin Nia.


"Sepertinya papah juga akan menyuruhku ke luar negri"


"Wah bagus itu, lumayan untuk pengalaman hidup mandiri juga Ni"


Nia mengangguk, Aditya dan Nia melanjutkan obrolan mereka seputar ujian Nasional dan cita-cita di masa dewasa nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Maaf ya baru Up, 2 hari kemarin itu Author badan nya deman, pada sakit semua juga, terus minum jamu sehat wanita jadi jreng lagi...karena wanita ini sedang tidak sehat jadi sama mbak jamu di kasih jamu sehat wanita, hehe]


[ Jangan lupa like komen dan Vote ya]


Salam sayang,


Santypuji

__ADS_1


__ADS_2