Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Bingung


__ADS_3

Tak terasa hari semakin sore. Nandini dan Nana serta karyawan lainnya sudah waktunya pulang. Nandini menelfon Mas Adam tapi tak ada jawaban. Nandini berdecak kesal.


" Huftt...naik ojek saja ah"


"Mas Adam kemana?" Tanya Nana.


" Susah dihubungi, sejak punya pacar gitu tuh"


" Makanya kamu juga punya pacar dong Din, biar ada yang antar jemput"


" Ya nanti, aku cari yang ganteng disini"


Nandini dan Nana tertawa bersama. Memangnya cari pacar gampang kaya cari bakul gorengan. Susah tau, Apalagi Nandini belum bisa membuka hatinya. Di tambah lagi sang mantan berkeliaran di sekitarnya.


Nana turun terlebih dahulu menuju loby karena sudah di jemput pacarnya, sedangkan Nandini menyusulnya. Nasib dah.


Tapi untung saja di sebrang kantornya banyak tukang ojek pangkalan yang siap mengantarkan penumpang.


Zara melambaikan tangannya ke arah tukang ojek yang ada di sebrang kantornya. Tukang ojek yang melihat Nandini faham dengan kode yang Nandini berikan.


Tukang ojek menyebrangi jalanan lalu menghampiri Nandini. Namun belum juga sampai, tangan Nandini sudah ditarik seseorang.


Nandini terkejut saat tahu siapa yang menarik tangannya.


"Lepas, aku sudah pesan ojek, itu ojeknya sebentar lagi nyampe." Nandini berusaha melepaskan cengkraman Aditya.


Tukang ojek yang Nandini panggil sudah ada didepan Nandini. Aditya langsung mengambil uang dalam sakunya lalu menghampiri tukang ojek itu, meminta maaf padanya dan memberikan uang juga.


Nandini membelalakan matanya melihat apa yang Aditya lakukan. Setelah memberikan uang pada tukang ojek, Aditya segera menarik tangan Nandini menuju parkiran. Aditya langsung memasukan Nandini kedalam mobilnya.


"Pak Adit gila yah, kalau ada karyawan yang melihat bagaimana, pasti akan banyak gosip yang tidak-tidak nantinya." Nandini mulai kesal dengan Aditya.


" Jangan panggil Pak, ini sudah bukan jam kantor"

__ADS_1


Aditya segera menjalankan mobilnya. Nandini akhirnya hanya pasrah dengan sikap Aditya.


Nandini tahu ini bukan jalan pulang, entahlah Aditya akan mengajaknya kemana.


" Kita mau kemana?"ucap Nandini dengan ketus.


"Apakah seorang Nandini sudah berubah? Aku kira akan bertambah lembut, tapi malah..."


" Kamu yang berubah, bukan aku, jangan suka membalik-balikan fakta deh, apa ini pelajaran yang kamu dapat dari luar negri"


"Panggil aku Mas, jangan kamu kamu"


Nandini terkekeh, " Sejak kapan ada peraturan seperti itu?"


"Mulai saat ini, panggil aku Mas, jika tidak aku akan memberikan hukuman padamu"


Nandini memutar kedua bola matanya, Nandini tidak menghiraukan ucapan Aditya. Nandini memunggungi Aditya, Nandini memilih untuk melihat pemandangan jalanan.


"Kenapa sih hubungan kita harus seperti ini Din, apa kurangnya aku?"


"Kenapa sih kamu suka menyalahkan orang lain terus, tapi tidak berkaca sama kesalahan kamu sendiri"


Aditya geram, ia menghentikan mobilnya lalu membuka sabuk pengamannya dan mencondongkan tubuhnya sehingga semakin dekat dengan tubuh Nandini.


Nandini mulai panik, "Kamu mau apa?"


"Panggil aku dengan sebutan yang benar"


"Iya, iya maaf Ma...s Adit, tolong jangan terlalu dekat seperti ini"


" Kenapa? Bukannya dulu kita pernah sedekat ini, kenapa sekarang kamu takut Din?"


" Karena Mas bukan kekasih aku lagi"

__ADS_1


"Ya itu karena kamu yang menduakan aku Din"


Aditya berangsur menjaga jarak lagi lalu memasak sabuk pengamannya lagi.


"Mas gak usah tuduh aku seperti itu, yang ada Mas yang sudah menduakan aku"


Aditya mengernyitkan dahinya.


" Maksud kamu apa? Jangan lempar kesalahan dong, jelas-jelas aku liat kamu boncengan sama cowo minggu lalu, eh malah nuduh aku"


"Memangnya salah kalau jomblo jalan sama cowo lain?"


"Kamu bukan jomblo Din, tapi kamu selingkuh"


" Mas yang selingkuh"


Aditya memijat pelipisnya, "Mana buktinya aku selingkuh?"


"Surat itu"


" Surat yang mana? Yang ada juga surat kamu yang sudah memutuskan hubungan kita"


Kini Nandini yang menatap Aditya dengan penuh keheranan.


"Mas jangan ngaco deh, jelas-jelas Mas yang sudah putusin aku lewat surat"


"Mana suratnya?"


"Sudah aku buang?"


"Mas juga mana suratnya "


"Ada dirumah, ayo kita kerumah, aku akan buktikan ke kamu"

__ADS_1


"Oke"


Nandini dan Aditya bergegas pulang ke rumah Aditya, mereka ingin tahu yang sebenarnya, siapakah di antara mereka yang sebenarnya salah.


__ADS_2