Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Mulai suka


__ADS_3

"Nih Kak balasan surat dari Nandini" Ucap Amel pada kakaknya yang sedang makan di ruang makan bersamanya.


Aditya membukanya lalu membacanya sekilas.


"Cih...Dia menanyakan Rendi yang berpacaran dengan Ayu, sementara Dia sendiri bermesraan dengan siapa itu entahlah calon ketua OSIS itu"


Aditya meremas dan melempar suratnya ke sembarang arah.


"Lhoo kok kakak yang marah? kakak suka Nandini ya"


Aditya terdiam.


"Tidak..."


"Kakak cemburu itu"


"Tidak Mel"


"Muka kakak merah itu"


Amel terus saja meledek Aditya, Amel tertawa senang karena berhasil meledek kakaknya itu.


Setelah makan seperti biasa Aditya kembali ke kamarnya, Ia langsung menulis balasan surat untuk Nandini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Waalaikumsalam,


Kakak tidak ada hubungan apa-apa dengan Ayu, malah kakak yang curiga kamu yang memiliki hubungan dengan laki-laki kandidat calon ketua OSIS itu.


Kakak melihatmu bersamanya waktu melintas di lapangan basket, Dia menyeka keringatmu dan memberikan air minum untukmu.


Sebenarnya kalian ada hubungan apa?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Memang benar kan aku dan ayu tidak ada hubungan, Batin Aditya sambil tersenyum.


Aditya berjalan ke kamar Amel untuk berpamitan mengunjungi distronya.


"Mel kakak ke distro yah, Mama sedang tidur siang sepertinya"


"Kak sudah di buat surat balasan nya?"


"Sudah, besok saja Senin"


"Kak besok aku mau jogging di taman dengan Dini"


"Benarkah? Kakak ikut?"


"Emang mau apa?"


"Ya mau jogging lah"


"Mau ketemu Nandini yah"


"Mau jogging"


"Halah jaim segala"


"Besok kakak yang akan memberikan nya langsung pada nya"


"Kakak, apa kakak akan membongkar semua?"


"Tidak lah"


"Huftt...hampir saja"


Aditya tak menggubris lagi perkataan adiknya itu, Ia langsung menuju toko bajunya.


Sabtu sore hingga malam biasanya distro akan ramai, Aditya mempunyai 2 cabang distro, salah satunya lebih besar lagi karena ada cafe juga di dalam nya, tempat untuk berkumpul anak muda.


Biasanya banyak anak muda yang datang berkunjung untuk sekedar minum kopi dan mengobrol.


Aditya juga akan terjun langsung ikut membantu jika pengunjung sangat ramai.


Banyak juga pengunjung remaja sampai mahasiswa, dan tidak sedikit yang naksir dengan Aditya, Mereka malah mengira Aditya adalah pelayan tempat distro dan cafe tersebut.


Malam ini cukup lelah, setelah pulang dari tempat usahanya, Aditya langsung rebahan di kasurnya dan tertidur.


***


Pagi harinya Aditya bangun kesiangan, Ia baru teringat akan ke taman dengan adiknya.


Setelah bersih-bersih dan sholat subuh walau telat, tapi Aditya tetap menjalankan sholat subuh nya.


Ia mencari Amel ternyata Amel sudah di antar supir pribadi papah ke taman.


Aditya langsung mengambil kunci mobil Toyota kijang kebanggaan nya.


[Zaman dulu punya kijang saja sudah Oke lah yah, Belum ada Pajero sport,haha]

__ADS_1


Ia langsung melajukan mobilnya menuju taman. Di taman ternyata ramai sekali muda mudi berolahraga disana.


Mata Aditya terus mencari keberadaan Amel dan Nandini.


Aditya terus menelusuri jalan di taman, Mata Aditya tertuju pada seseorang yang sedang bermain ayunan di taman.


Nandini, Batin Aditya.


Aditya melangkahkan kakinya menuju ayunan yang sedang Nandini naiki, Aditya langsung memegang gagang ayunan tersebut dan mengayunkan nya.


Nandini yang kaget langsung menoleh ke belakang.


"Lhoo Kak Adit"


Aditya tersenyum.


"Amel kemana Din?"


"Oh sedang beli minuman kak"


Aditya terus mengayun ayunan Nandini.


"Kamu seperti anak kecil saja bermain ayunan"


"Lah kakak juga, kenapa mengayunkan ku terus"


"Tidak apa-apa, Apa mau yang kencang"


Tanpa menunggu jawaban dari Nandini, Aditya langsung mengayunkan dengan kencang.


"Kak Adit....aaaaaaaa." Teriak Nandini.


Aditya tertawa.


"Ehhmmmmm"


Mereka berdua menoleh ke arah suara deheman.


"Eh Mel, kenapa tidak membangunkan kakak?"


"Kakak saja tidurnya seperti kerbau"


"Enak saja"


"Eh kalian sedang apa main ayunan berdua, seperti sepasang kekasih saja"


Nandini langsung melihat ke arah Aditya dan Amel. Ia menjadi salah tingkah, lalu mengalihkan pembicaraan.


Amel langsung memberikan minuman nya pada Nandini.


"Eh sorry kelupaan" Ucap Amel terkekeh.


"Kakak mau olahraga"


"Tidak, kakak mau melihat kalian olahraga saja"


Amel bingung dengan sikap kakaknya itu.


"Kita sudah lari pagi dari tadi kak" Ucap Dini.


"Setelah ini kamu mau pulang Din?"


"Iya lah Kak"


"Eh kita mampir ke cafe kakak dulu yuk, sarapan"


"Tidak kak terimakasih"


"Ayolah Din"


Amel melihat kakak nya yang begitu kecewa dengan penolakan Nandini, Amel berinisiatif untuk membantu kakaknya.


"Ayo ikut saja, makanan di tempat kak Adit enak-enak Lhoo,"


Nandini merasa tidak enak dengan Amel, jadi Nandini akhirnya menuruti permintaan Aditya.


"Baiklah"


Mereka lalu menuju parkiran, Nandini tidak menyangka ternyata Aditya menggunakan mobil.


"Tumben kakak pakai mobil" Tanya Amel.


"Kalau pakai motor nanti kakak tidak bisa mengajak kalian berdua"


"Modus" Bisik Amel.


Aditya terkekeh.


Mobil mereka melaju menuju cafe&Distro Aditya. Sesampainya di cafe mereka segera turun dan duduk di meja pelanggan.


Aditya langsung menuju dapur dan memesan beberapa makanan untuk sarapan.

__ADS_1


Lalu kembali lagi menemani Amel dan Nandini.


"Kak ini bukan toko kakak yang kemarin sepertinya" Tanya Dini.


"Memang Kak Adit pernah mengajakmu ke distronya Din?"


"Tidak, aku tidak sengaja waktu itu hujan terus berteduh di depan tokonya"


"Ini cabang satunya lagi yang lebih besar"


"Hebat ya Kakak mu Mel"


"Ehmmm, siapa yang hebat?" Tanya Aditya tiba-tiba muncul dari belakang.


" Kakak"


"Kenapa?"


"Masih muda sudah jadi pengusaha"


Aditya tersenyum.


"Belajar dari yang kecil dulu Din, nanti selesai kuliah aku harus menggantikan papah di perusahaan fashion nya"


Nandini mengangguk.


"Nanti Nandini boleh ikut bekerja ha sebagai desainernya"


"Oh siap, belajar dulu yang rajin"


"Kak, kenapa hanya ada baju laki-laki, Aku lihat disini yang datang banyak remaja dan anak muda yang rata-rata perempuan, kenapa tidak menjual baju perempuan"


"Belum ada ide"


"Aku punya beberapa desain baju perempuan remaja"


"Benarkah?"


"Bagus-bagus tahu kak desain Nandini" Ucap Amel.


"Iya kan itu cita-cita aku, jadi sudah sejak lama lah kak aku iseng coretan-coretan, barang kali kakak minat nanti aku berikan buku desain ku"


"Oke, nanti kakak lihat yah"


Makanan pun di antar oleh pramusaji, mereka bertiga akhirnya makan bersama terlebih dahulu.


Setelah selesai makan Aditya membuat perjanjian nanti sore akan berkunjung di rumah Nandini untuk melihat desain milik Nandini.


Nandini lalu di antar pulang oleh Aditya dan Amel, sebelum sampai di rumah Nandini, Aditya memberikan surat kepada Nandini.


"Semalam Rendi menitipkan ini"


Nandini menerimanya.


" Terimakasih ya Kak" Ucap Nandini dengan malu-malu.


"Iya sama-sama, katanya jangan lupa di balas"


"Iya pasti Dini balas kok"


Sesampainya di rumah Nandini, Nandini segera turun dari mobil lalu mengucapkan terimakasih pada Kak Adit dan Amel.


Mereka saling melambaikan tangan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Sampai kapan rahasia sepenulis surat sebenarnya akan terungkap? Nantikan terus kelanjutan nya.


Jangan lupa like komen dan Vote yah Readers]


Salam sayang,

__ADS_1


@Santypuji


__ADS_2