Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Alun-alun Kidul


__ADS_3

Sore harinya Aditya yang gelisah langsung pergi ke rumah Nandini, sebelumnya Aditya menemui Adam terlebih dahulu di tempat fotocopy Adam di depan kampus.


Aditya ingin mengajak Nandini jalan-jalan ke Alun-alun kidul Jogjakarta, Aditya beralasan ingin membahas pekerjaan dengan suasana baru. Tapi Aditya ingin di temani Adam juga karena Aditya merasa tidak enak jika terus mengajak Nandini keluar.


Adam juga menyetujuinya, sore itu juga Aditya pulang dengan Adam bersama, Nandini yang sedang di duduk di ruang tamu langsung membukakan pintu saat Mas Adam mengucapkan salam.


Nandini terkejut karena Mas Adam bersama Aditya, muka Nandini langsung berubah Masam. Nandini langsung masuk kamar, ia tidak menemui Aditya.


Mas Adam masuk ke kamar Nandini, " Din tolong buatkan teh manis, kamu juga siap-siap Mas dan Adit akan mengajakmu ke alun-alun kidul"


Nandini yang semula manyun kini bibirnya langsung mengembang, Mas Adam jarang sekali mengajaknya pergi, ke pasar malam saja harus merengek terlebih dahulu.


Nandini langsung membuatkan teh manis untuk Aditya, tapi Nandini langsung kembali lagi ke kamar, Aditya benar-benar di buat bingung dengan diam nya Nandini.


Nandini keluar kamar sudah menggunakan celana panjang juga jaket, rambutnya di kuncir ke belakang. Mas Adam juga sudah mandi, ia makan terlebih dahulu.


Setelah semuanya siap, tidak lupa mereka berpamitan terlebih dahulu kepada ibu, Nandini membonceng Mas Adam, sedangkan Aditya sendirian mengikuti dari belakang.


Sesampainya disana Nandini begitu senang dengan suasana alun-alun kidul yang ramai oleh pemuda pemudi.


Aktivitas yang dapat dilakukan di Alun-alun Kidul Yogyakarta sangat beragam, akan tetapi aktivitas yang paling populer adalah laku masangin. Menurut mitos yang dipercaya turun temurun, bagi siapa saja yang berhasil melakukan masangin maka orang tersebut hatinya bersih dan permohonannya akan terkabul. Walaupun sudah banyak orang yang tidak percaya namun tetap saja siapapun akan penasaran untuk mencobanya sebagai obat penasaran.


Kondisi Alkid pada pagi hari biasanya digunakan oleh para ibu untuk mengasuh anaknya yang masih kecil, terdapat penjual jajanan, dan juga akan terlihat anak-anak sekolah yang menggunakan tepat tersebut untuk tempat berolah raga.


Menjelang sore Alkid mulai ramai dikunjungi oleh rombongan keluarga yang refresing menghabiskan waktu menunggu adzan Magrib. Setelah malam suasana akan semakin bertambah ramai dikunjungi oleh wisatawan yang mencoba melakukan masangin atau sekedar untuk kumpul-kumpul di tepi jalan. Suasana akan bertambah indah karena lampu hias disana sini mulai menampakkan dirinya di malam hari.


Adzan magrib berkumandang, mereka segera melaksanakan sholat berjamaah di masjid terdekat. Setelah selesai sholat Nandini merengek pada Mas Adam minta di belikan wedang ronde dan jagung bakar. Mas Adam membelikannya. Nandini menyantapnya dengan antusias.


Aditya mengajak Nandini dan Adam makan nasi gudeg disana, Nandini tidak keberatan, ia juga langsung makan nasi gudeg dengan lahap. Suasana hati Nandini semakin membaik.


Usia remaja, orang bilang sedang masa pertumbuhan jadi bisa makan apa saja sesuka hati tanpa takut gemuk, mereka belum berfikir kesitu.


Terdapat menu khas yang terdapat di tempat ini , sambil duduk duduk menikmati makanan di angkringan atau lesehan, dapat memesan minuman khas yang disediakan di warung tesebut yaitu wedang bajigur, wedang ronde dan jagung bakar.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka duduk-duduk lalu Nandini menantang Aditya untuk melakukan ritual masangin, Aditya menerima tantangan Nandini, sementara Mas Adam malah bertemu dengan teman kampusnya, ia ngobrol dengan temannya itu, Nandini dan Aditya berjalan menuju pohon beringin itu.


"Kak, pinjam saputangan mu yang ada di saku itu" Nandini menunjuk saputangan yang terlihat sedikit dari saku belakang celana Aditya.


Aditya mengambilnya lalu memberikan nya pada Nandini. Nandini menerimanya, mulai mengikatnya, menutup mata Aditya.


Nandini memutar tubuh Aditya.


"Ayo, sebutkan harapan kakak dalam hati"


Aditya mengangguk.


Semoga aku dan kamu di pertemukan lagi dewasa kelak dalam cinta yang sesungguhnya, cinta yang bisa mengantarkan kita menuju gerbang pernikahan.


"Mulai kak"


Aditya mulai berjalan pelan namun pasti, ia yakin pada langkah yang ia pijak. Aditya terus berjalan. Nandini tertegun dengan langkah Aditya yang mampu melewati pohon beringin itu. Nandini langsung lari menghampiri Aditya.


"Stop kak, sudah sudah" Nandini membuka ikatan penutup mata Aditya.


"Hah...sungguh Din"


Nandini mengangguk, lalu tersenyum.


"Kakak tadi mengharapkan apa?"


"Kakak mengharapkan cinta monyet kakak kelak akan menjadi cinta yang sesungguhnya di masa dewasa kelak" Ucap Aditya.


"Siapa memang cinta monyet kakak?" Nandini sengaja memancing Aditya.


"Rahasia dong" Ledek Aditya.


Nandini langsung memasang muka kecewa.

__ADS_1


"Ayo kita kembali ke Mas Adam" Aditya mengajak Nandini menghampiri Mas Adam, Aditya berjalan terlebih dahulu, ia sebenarnya tidak ingin membahas cinta monyetnya.


" Apa cinta monyet mu itu Nandini Saraswati? Yang setiap hari berbalas surat dengan mu?" Teriak Nandini.


Deg...


Aditya yang baru berjalan beberapa langkah langsung menghentikan langkahnya, ia langsung berbalik, lalu menatap Nandini.


Aditya mulai melihat mata Nandini yang berkaca-kaca.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Udah mulai seru niha Readers, dukung terus yah dengan like komen dan Vote,]


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2