Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Tunangan Yuk


__ADS_3

Sudah jam 12 siang, sudah waktunya jam istirahat kantor. Seperti biasa Nandini mengajak Nana makan bersama di kantin, tapi ternyata Nana makan siang dengan pacarnya di luar. Hadeh, Nandini makan sendirian deh di kantin.


Nanti berjalan ke kantin, Nandini langsung mengantri di bagian pengambilan makanan. Ternyata disana ada Bayu juga. Bayu mengajak Nandini makan di meja yang sama. Karena Bayu adalah teman akrab Nandini, Nandini pun mengiyakan ajakan Bayu.


Setelah selesai mengantri dan mengambil beberapa menu makanan. Bayu dan Nandini mencari tempat yang masih kosong, mereka lalu duduk dan mulai makan.


Aditya yang datang ke kantin langsung melihat ke segala penjuru arah kantin, mengamati satu-persatu, mencari keberadaan Nandini. Namun saat menemukan Nandini, Aditya merasa geram karena Nandini makan dengan seorang laki-laki.


Aditya langsung berjalan ke meja Nandini, lalu duduk disebelahnya. Banyak pasang mata yang mengamati gerak gerik Aditya.


" Ehm, mbak Nandini yah, boleh duduk disini mbak?" tanya Aditya basa basi.


Nandini mengernyitkan dahinya, " Oh, silahkan Pak"


Mulai kumat lagi nih mantan, mode senggol bacok.


Nandini merasa canggung karena Aditya terus menengok ke arahnya saat Nandini sedang makan.


Tidak berapa lama kemudian, asisten Aditya datang membawakan makanan. Mereka juga duduk bersama.


"Kenapa tidak makan didalam kantor saja bos?" tanya Sang Asisten.


" Aku lebih suka makan bersama di keramaian seperti ini, rasanya lebih bernafsu makan,"jawab Aditya.


Nandini tetap fokus makan, tidak memperdulikan Aditya yang ada disampingnya. Nandini ingat betul, ini sedang berada dikantin, di tempat umum, pasti banyak yang memperhatikan Aditya.


" Din, Nana kemana?"tanya Bayu.


" Makan siang sama pacarnya"Jawab Nandini.


" Lain kali kita juga makan siang di luar yuk"


Hadeh, Bayu ini, menyalakan genderang perang saja. Nampak wajah Aditya memerah. Aditya pura-pura terbatuk.


"Uhuk uhuk"


"Pak Adit, minum dulu pak" Nandini menawarkan minuman pada Aditya.


"Iya terimakasih Mbak"


Aditya segera meneguk minumannya.


"Din"


"Hemm"

__ADS_1


"Nanti kamu pulang sama siapa? aku antar yah"ucap Bayu lagi.


Ya Ampun si Bayu, ngapain coba tanya kaya gini di kantin, di tempat ramai, kan lewat sms bisa, mana di sampingku ada Mas Adit lagi. Mati aku.


Aditya geram, ia lalu menendang kaki Bayu yang ada di depan Nandini.


" Aduh Din, sakit tau"ucap Bayu.


" Apaan sih?" Nandini kebingungan.


" Kamu nendang aku"


Nandini melirik ke arah Aditya. Aditya tersenyum manis sambil mengunyah makanan.


Hih, Mas Adit ini yah, malah tambah bikin gara-gara.


"Maaf ya Bay, aku nanti di jemput kakak ku" jawabku.


Dan saat itu tangan Mas Adit mulai mencari jemariku, lalu menggenggamnya erat. Nandini begitu deg-degan, Nandini takut ada yang melihat.


Nandini menggelengkan kepalanya perlahan, namun Aditya malah mengelus punggung tangan Nandini. Nandini menutup mukanya sambil mendelik ke arah Aditya. Aditya malah tertawa terbahak-bahak.


" Ada apa Pak Adit?" Tanya Asisten Aditya.


"Ah, tidak, itu tadi ada karyawan yang cendawannya lucu"


Ponselku berbunyi, aku melihat sekilas, ternyata ada sms dari Mas Adit. Gila ya memang, sebelahan tapi smsan, ya demi menjaga privasi.


Aditya


Sebelum jam istirahat selesai keruangan Mas dulu yah syg.


^^^Nandini^^^


^^^Mau ngapain sih Mas?^^^


Aditya


Mau hukum km, dah brani ya mkn berdua dg cwo lain


Nandini mengelus dadanya. Hih mantan tapi posesif.


^^^Nandini^^^


^^^Itu cm tmn Mas, tmn PKL jg, q kn tdnya mkn sndiri, td ktemu aja d antrian^^^

__ADS_1


Aditya


Mas g mau tau


^^^Nandini^^^


^^^trserah Mas ih^^^


Nandini lalu melirik kearah Aditya. Nandini buru-buru untuk pergi dari kantin, takut Nandini menerkamnya.


Nandini naik lif menuju kantor bagian desain. Kantor masih tampak sepi, banyak juga karyawan yang makan di luar, saat pintu lif akan tertutup, Aditya langsung masuk kedalamnya. Nandini tampak kaget.


" Astagfirullah"


"Kenapa? kaya liat setan aja"


"Kaget pak, main nylonong aja"


Aditya terkekeh, karena di lif hanya mereka berdua saja, Aditya membawa Nandini ke dalam ruangannya. Aditya lalu mengunci ruangannya.


"Mas, mau apa sih"


" Mas kangen" Aditya menghampiri Nandini lalu memeluknya.


Ya ampun, padahal ketemu setiap hari, tapi masih kangen segala.


"Din, kita bertunangan dulu aja yah, aku tuh khawatir kamu di gondol cowo lain"


"Ih emang aku apa di gondol"


"Dini"


" Mas, aku masih SMA"


"Iya mas tau, justru karena kamu masih SMA, kita tunangan aja dulu, Mas gak mau kehilangan kamu lagi"Aditya semakin mengeratkan pelukannya.


"Mau yah"


Nandini masih terdiam, Nandini masih takut untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh karena menurutnya dirinya masih teramat dini.


" Tapi aku masih kecil Mas"


"Iya Mas tau, makanya kita tunangan dulu aja, anggaplah pengikat hubungan kita, Mas sudah tidak mau pacaran-pacaran lagi, mau yah?"


Nandini berfikir sejenak, Nandini lalu mengangguk.

__ADS_1


Aditya begitu senang, ia lalu menggendong Nandini dan memutarkan tubuhnya.


__ADS_2