Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Nyanyi


__ADS_3

Hari ini Masa Orientasi Siswa hari terakhir. Banyak sekali pengalaman berharga selama MOS. Di hari terakhir ini ada banyak game untuk masing-masing kelompok. Jika kelompoknya kalah maka akan di beri hukuman. Ada Band sekolah juga yang ikut memeriahkan MOS hari ini, karena hari ini kami semua siswa kelas 1 SMK akan resmi menjadi siswa SMK pelita.


Perlombaan berlangsung, persaingan perkelompok berlangsung sengit. Setiap anggota di tugaskan untuk memperoleh tanda tangan dari kakak-kakak kelas 2 dan 3 juga para dewan guru, nanti siapa yang mendapat tanda tangan paling sedikit akan dikenai hukuman.


Dan ternyata kelompok Nandini kalah telak dengan kelompok lain, Kelompok Nandini harus menjalani hukuman. Nandini yang kala itu melihat ada Band sekolah yang sedang bersiap-siap, Nandini berinisiatif untuk memilih hukuman bernyanyi. Yah Nandini memang siswa cerdas dan percaya diri.


"Hukumannya boleh di wakilkan sama aku tidak Kak?"tanya Nandini pada salah satu panitia MOS.


"Boleh, kamu memilih hukuman apa?"


"Nyanyi Kak"jawab Nandini Mantap.


" Tapi pakai Band itu boleh?"


Kakak senior yang bernama Kak Ilham itu tersenyum dan mengabulkan permintaan Nandini. Nandini langsung maju kedepan. Nandini memberi tahu lagu yang akan dimainkan pada Kakak-kakak kelasnya yang ahli memainkan musik.


"Cek...cek"


Peserta Mos bersorak, apalagi kelompok Nandini. Kakak-kakak panitia Mos melipat kedua tangannya di depan dada, memperhatikan Nandini bernyanyi.


Musik mulai terdengar, Nandini bernyanyi lagu Slank yang berjudul terlalu manis.


...Cinta itu memori...


...Cinta itu lagu...


...Cinta itu puisi...


...Cinta itu tak tergambarkan...


...Cinta itu memberi...


...Cinta itu toleransi...


...Cinta itu kamu dan aku...


Nandini sesekali memejamkan matanya, mengingat kenangan bersama Aditya.


...Ku belai piano dan mulai memainkan...

__ADS_1


...Lagu lama yang biasa kita nyanyikan...


...Tapi tak sepatah kata yang bisa terucap...


...Hanya ingatan yang ada di kepala...


...Hari berganti angin tetap berhembus...


...Cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh...


...Dan kata hatiku pun tak pernah berubah...


...Berjalan dengan apa adanya...


...Di malam yang dingin dan gelap sepi...


...Benakku melayang pada kisah kita...


...Terlalu manis untuk dilupakan...


...Kenangan yang indah bersamamu tinggalah mimpi...


...Terlalu manis untuk dilupakan...


...Takkan terjadi...


Yups...semua kini hanya kenangan. Kenangan yang jujur membuatku sulit melupakan.


Setelah selesai bernyanyi peserta Mos dan panitia bertepuk tangan. Mereka memuji Nandini bahwa suara Nandini itu bagus.


Nandini bergabung lagi dengan kelompoknya, mereka tos satu persatu dan tersenyum begitu semringah.


"Haduh, suaramu Din, cucok,"ucap Laras di sebelah Nandini yang termasuk dalam kelompok Nandini juga.


"Hehe, biasa nyanyi di kamar mandi Ras,"jawab Nandini.


Semua teman-teman Nandini tertawa. Mereka lalu melanjutkan kegiatan berikutnya lagi hingga di siang hari akhirnya kepala sekolah mengumumkan bahwa peserta Mos sudah resmi menjadi siswa-siswi kelas 1 SMK di SMK Pelita. Semua bertepuk tangan dengan begitu antusias.


Yee Besok sudah bisa menggunakan seragam kebanggaan putih abu-abu. Nandini, Laras, dan Bayu berjalan ke kantin membeli minum dan cemilan.

__ADS_1


Saat Nandini dan teman-temannya duduk sambil menikmati cemilannya. Tiba-tiba saja Kak Ilham datang dan duduk disebelah Nandini.


"Wah, biduan nya haus rupanya habis konser tadi,"Ledek Kak Ilham.


"Eh, Kak,"ucap Nandini sambil tersenyum.


Laras yang sedari awal langsung mengagumi pesona Kak Ilham yang berperawakan tinggi hitam manis serta beralis tebal itu langsung mendadak mencengkram rok Nandini.


"Aduh Ras," Nandini menepis tangan Laras.


"Grogi Din,"Bisik Laras.


Nandini tersenyum, perlu diakui juga sih Kakak kelas satu tingkat di atasnya itu memang lumayan tampan. Apalagi sepertinya banyak dari peserta Mos tadi yang menganggumi kebaikan dan kepemimpinan Kak Ilham sebagai ketua panitia.


"Boleh ya duduk disini?"tanya Ilham sambil melirik Nandini, Laras juga Bayu.


"Bolehlah Ham," jawab Bayu.


"Ih gak sopan, panggil Kak gitu Bay" Ujar Laras.


"Dia teman bermainku dirumah," jawabnya sambil meminum es jeruk yang Bayu pesan tadi.


"Oh jadi tetanggaan yah ternyata,"ucap Nandini.


Ilham tersenyum, ia segera meneguk minuman botol yang sudah dibelinya juga.


"Din, aku ke toilet dulu yah, grogi sampe kebelet😆" ucap Laras.


Nandini mengangguk, Laras bergegas ke toilet.


"Din"


Nandini melirik Kak Ilham yang ada disebelahnya.


"Kenapa Kak?"


" Minta nomor ponsel boleh?"


Nandini mengerutkan dahinya.

__ADS_1


" Aduh, aku mau nyusul Laras ke toilet ya Kak, maaf kebelet pipis." Tanpa menunggu persetujuan dari Kak Ilham Nandini langsung bergegas ke toilet.


__ADS_2