Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Hubungan jarak jauh


__ADS_3

Pulang dari bandara Amel mengajak Nandini pulang ke rumahnya, Mas Adam akhirnya kembali ke kampusnya untuk mengurus usaha fotocopiannya.


Sesampainya di rumah Amel langsung mengajak Nandini ke kamarnya.


Dini duduk di tepi ranjang Amel, sementara Amel berkacak pinggang menunjukan wajah sebalnya.


"Kenapa merahasiakan nya dari ku?" Tanya Amel.


"Bu..bukan begitu mel, kamu kan tahu sendiri aku tidak boleh pacaran terlebih dahulu"


"Tapi kan aku tidak akan memberitahu orang-orang Din, Apa kamu tidak mempercayai ku?"


"Bukan seperti itu juga Mel, Maaf Mel" Nandini menunduk.


Amel langsung memeluk Nandini " Jangan sedih seperti itu Kakak ipar" Amel tertawa melihat ekspresi wajah Nandini dari sedih menjadi bingung.


"Hey...kenapa serius sekali"


"Aku takut kamu marah Mel"


"Mana mungkin aku marah dengan sahabat ku sendiri, aku sudah marah dengan Kak Adit"


"Kamu ini"


"Eh Din, aku masih penasaran kenapa kalian bisa jadian, padahal kan surat itu...." Amel menutup mulutnya.


"Seharusnya aku yang marah padamu" Ucap Nandini mengerucutkan bibirnya.


Amel kembali memeluk Nandini " Maafkan aku, aku tidak mau melihatmu bersedih waktu itu, jadi aku menyuruh kakak ku untuk membalasnya"


Nandini membalas pelukan Amel, " Untung saja yang membalas kakakmu, its oke lah"


"Menang banyak kan" Ledek Amel.


Nandini mencubit kedua pipi Amel.


Mama Amel datang ke kamar Amel, memberi tahu Amel dan Nandini ada Monica di ruang tamu ingin bertemu dengan Nandini.


Keluarga Amel sudah mengenal Monica, Monica juga merupakan sepupu Amel yang di perintahkan papah Amel untuk mengerus cafe Adit sementara. Aditya juga meminta bantuan Monica agar membantu Nandini juga.

__ADS_1


Nandini lalu turun ke bawah menemui Monica, Monica memberi tahu Nandini mulai sekarang Monica yang akan membantu Nandini mengambil desain-desain yang Dini gambar.


Monica juga meminta bantuan Nandini, agar Nandini ikut membantunya di cafe dan distro milik Aditya.


Nandini mengerti tentang beberapa hal yang di jelaskan oleh Monica. Nandini memberikan alamat rumahnya pada Monica.


Selesai menjelaskan semuanya, Monica kembali ke cafe karena ada beberapa hal yang belum ia selesaikan.


Nandini dan Amel kembali lagi ke kamar, mereka berdua merebahkan tubuh mereka di atas kasur, mereka menatap langit-langit kamar Amel yang berwarna biru muda.


"Din"


"Hemm"


"Kapan pertama kamu tahu kalau kakakku yang menulis surat itu"


"Kapan yah, sudah lama sebenarnya"


"Ceritakan padaku" Amel merengek karena penasaran.


Nandini menceritakan saat dirinya di ajak ke cafe distro milik Aditya, saat itu adalah launcing pertama baju yang ia desain, Dini menemukan secarik kertas di sela sela buku, dan Nandini begitu kenal dengan tulisan itu.


Setelah menceritakan semuanya, kini giliran Amel bercerita bahwa kakaknya sudah menyukainya sejak lama, tapi takut mengungkapkan, apalagi saat tahu jika Nandini ternyata menyukai kak Rendi.


Mereka menghabiskan waktu siang sambil terus bercerita, hingga sore hari tak terasa mas Adam sudah menjemput Nandini untuk segera pulang ke rumah.


☘️☘️☘️


Sudah 2 Minggu Aditya dan Nandini menjalani hubungan jarak jauh, Sekarang Nandini fokus mendesain baju dan belajar.


Jika ia rindu Aditya, Nandini akan membaca kembali surat-surat dari Aditya.


Jam istirahat berbunyi Nandini dan sahabatnya keluar kelas menuju kantin, saat melewati ruang guru Nandini di panggil Bu Sri, Bu Sri memberikan sebuah paketan untuk Nandini.


Bu Sri sempat bertanya kenapa Nandini bisa mendapatkan paketan dari negara tetangga, Nandini hanya memberi jawaban kalau ia mempunyai seorang teman yang sedang sekolah di Singapura.


Nandini berjalan ke kantin menyusul sahabatnya yang sudah terlebih dahulu ke kantin. Nandini menampakan wajah bahagia nya.


"Eh Din kenapa senyum-senyum seperti itu" Tanya Amel.

__ADS_1


"Surat dari Singapura" Ucap Nandini sambil tersenyum malu.


"Ciie...ciie" Mereka bersorak gembira.


"Buka...buka" ucap Aura.


Aura dan juga Chantika sudah di beritahu jika Nandini dan Aditya memeliki hubungan, walaupun sebelumnya Chantika sempat kecewa, tapi demi persahabatan mereka, Chantika tidak ingin kehilangan sahabat sebaik Nandini


Nandini mulai membukanya perlahan- lahan, jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya, setelah 2 Minggu berlalu akhirnya Aditya memberikan kabar juga.


Nandini melihat bingkisan itu berupa beberapa surat, ternyata Aditya menulis surat untuk Nandini setiap hari, namun di kirim 2 Minggu sekali dalam jumlah banyak.


Masing-masing surat sudah tertera tanggal nya disana, Mata Nandini berkaca-kaca, ia begitu terharu dengan cinta Aditya yang diberikan padanya.


Nandini ingin membuktikan pada dunia, walaupun terpisah oleh jarang, namun cinta mereka tak kan terpisah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Jangan lupa, like komen dan Vote , seperti janjiku karena sudah tidak up 2 hari, aku akan tebus hari ini]


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2