Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Terpilih


__ADS_3

Pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMP Nusantara sedang berlangsung.


Setelah seluruh siswa berkumpul di lapangan oleh pembina OSIS, sekali lagi calon ketua dan wakil ketua OSIS memberikan sambutan visi dan misi masing-masing kandidat.


Pemilihan ketua OSIS baru periode 2000/2001 berjalan dengan lancar, panitia sudah siap menghitung kertas pemilihan.


Satu persatu kertas suara di bacakan.


Setelah selesai semua terlihat kandidat nama Reno dan Nandini yang mendapat suara terbanyak, semua nya bersorak gembira, apalagi Reno dan Nandini mereka terlihat begitu antusias.


Nandini dan Reno kembali lagi ke kelas, mereka mengikuti pelajaran lagi seperti biasanya. Nandini memberitahu kabar baik pada sahabatnya, sahabatnya begitu senang setelah tahu Nandini mendapat suara terbanyak.


Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, Nandini langsung pergi meninggalkan sekolah, hari ini Mas Adam yang menjemputnya.


Nandini berlari menuju gerbang, disana sudah ada Mas Adam yang bertengger di motornya.


"Mas..." Dengan tidak ragu Nandini memeluknya.


"Eh ini di tempat umum Dek"


"Eh iya maaf Mas,hehe" Nandini terkekeh.


"Kenapa senang sekali, Dapat nilai bagus?"


"Bukan, Nandini terpilih jadi wakil ketua OSIS" Nandini begitu girang.


"Ingat dek itu amanah yang besar, kamu harus bertanggung jawab dengan benar, berlatih untuk tanggung jawab dek"


"Sipp Mas kuh"


"Ya sudah ayo naik"


"Traktir Dini dulu"


"Yang ada juga harusnya kamu yang traktir Mas"


"Ih Mas, Dini kan uang saku nya cuma 1000 mana cukup untuk mentraktir"


Mas Adam tertawa, "Okelah Mas Adam traktir"


"Yeeee...."


Motor Adam langsung melaju.menuju tempat bakso pak Imin kesukaan Nandini.


Jika sedang berdua orang lain mengira Nandini dan Adam adalah sepasang kekasih.


Adam sangat menyayangi adik satu-satunya itu, apapun yang Nandini minta selalu di kabulkan olehnya.


Sesampainya di tempat bakso pak Imin Nandini langsung berlari masuk ke dalam dan memesan bakso kesukaan nya itu, tidak lupa es teh manis cap sepeda yang khas di lidahnya dan kerupuk gendar sebagai pelengkapnya.


Di sela-sela makan nya tiba-tiba Mas adam menanyakan tentang Kak Aditya.


"Sejak kapan kamu mengenal Adit dek?"


"Hah...Kak Adit kan?"


"Iya"


"Ya sudah lama sekali, sejak SD Mas, Aku satu SD dengan Amel, adiknya Kak Adit, dulu waktu SD aku sering belajar kelompok disana"


"Oh Mas kira kalian..."


"Kalian apa Mas?"


"Ah tidak, ayo lanjutkan makan mu"


Nandini menikmati lagi bakso nya dan es teh manis nya.


Selesai makan mereka segera pulang ke rumah.


***

__ADS_1


Di rumah Aditya seperti biasa Amel dan Aditya sedang makan siang, Mama kali ini tidak tertidur.


"Makan yang banyak Dit, kamu ini sekolah juga bekerja, kenapa keras kepala seperti ayahmu"


"Iya Ma, laki-laki harus mandiri mah"


"Tapi mama dan ayah masih bisa membiayai"


"Tapi Adit ingin mandiri"


"Jangan lupa kesehatan"


"Iya ma"


Selesai makan Aditya kembali ke kamarnya, Amel juga kembali ke kamarnya, Amel mengambil surat dari Nandini lalu berjalan ke kamar Aditya lalu memberikan surat itu.


Aditya yang membaca surat itu tersenyum, tapi ia merasa masih terancam karena ketua OSIS itu masih saja mendekati Nandini.


Aditya akhirnya mendapat ide untuk menjadikannya pacarnya, Ia lalu membalas surat dari Nandini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jogja, 25 Januari 2000


Kakak belum sepenuhnya percaya padamu, kakak akan percaya jika kamu mau menjadi kekasih kakak, Nandini Maukah kamu menjadi kekasih kakak.


Jangan takut, kita akan berpacaran dalam surat saja, hanya aku dan kamu yang tahu, kita bisa mengungkapkan cinta lewat surat.


Kita bisa memberikan perhatian lewat surat, kita bisa saling menyemangati lewat surat.


Kakak harap kamu mempertimbangkannya.


Salam sayang,


Aku...Si ganteng 😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya Aditya mendatangi rumah Nandini, Aditya sudah tidak canggung lagi mendatangi rumah Nandini, karena kebetulan sekali ada Adam juga Kakak Nandini.


"Eh Dek, Mas mau kopi saja dong"


"Ih Mas Adam ini"


Nandini kembali lagi ke dapur membuatkan Kakaknya kopi.


Setelah membuat kopi Nandini segera kembali ke ruang tamu.


Mereka bertiga duduk bersama, Aditya mengambil secarik kertas dalam tas nya.


"Nandini baca lah, ini kontrak kita, ayahku mau memproduksi baju-baju desain mu untuk di jual di toko ku"


"Wah...yang benar Kak, Alhamdulillah rasanya hari ini penuh dengan kejutan" Nandini begitu bahagia dan terharu.


Nandini membuka isi kontrak itu, Nandini di kontrak sampai batas yang tidak di tentukan, Nandini juga mendapatkan gaji setiap bulannya sebanyak 1 juta rupiah.


"Kak ini banyak sekali, jangan terlalu banyak Kak"


Aditya tertawa, "kamu ini lucu sekali, orang-orang meminta gaji lebih dari ini Din"


"Iya tapi aku masih pemula dan tidak percaya diri"


"Eh kamu bicara apa, kamu memiliki potensi, kamu harus semangat, ingat perkataan mu waktu itu, kita akan kerja sama kan"


Nandini mengangguk, "Terimakasih banyak Kak" Nandini lalu menandatangani kontrak itu.


Nandini begitu bahagia ia langsung lari ke dapur dan memeluk ibu nya.


"Ibu...Ibu"


"Eh kenapa ini, Ada apa ini"

__ADS_1


"Bu Kak Adit mau bekerja sama denganku, mau menjahit baju-baju remaja yang Dini desain, dan dini akan mendapat gaji, itu artinya Nandini akan punya uang jajan sendiri."


Ibu langsung mencuci tangan nya di padasan dekat dapur, ia langsung mencuci tangan nya lalu memeluk Nandini.


"Alhamdulillah cita-cita mu itu Nduk"


"Iya Buk"


Mereka saling berpelukan.


"Mana Adit nya, Ibu mau berterimakasih juga padanya"


"Masih di ruang tamu dengan Mas Adam"


Ibu dan Nandini langsung menuju ruang tamu, disana masih ada Aditya dan Adam sedang berbincang-bincang.


Saat ibu datang Aditya langsung mencium tangan ibu Nandini. Ibu lalu duduk di sebelah Aditya sambil memegang tangan nya.


"Eh, Le...Matur nuwun ya sudah mau membantu Nandini"


"Ah ibu ini, Nandini memang berbakat bu"


Ibu tersenyum, Mas Adam meledek Nandini.


"Asyik nanti kali ini Mas yang akan di traktir kamu Dek"


"Siap, nanti kalau Nandini sudah gajian,hehe"


"Yo wes...ibu balik lagi ke dapur ya"


"Nggih bu" Ucap Aditya.


"Kak kalau kesini ajak Amel juga dong"


"Kan Amel di rumah, Kakak tidak dari rumah, sepulang sekolah kakak ke distro, sore nya kesini"


"Oh..."


Mereka lalu membicarakan masalah distro fashion dan rencana ke depan nya lagi.


Mas Adam juga membicarakan pekerjaan nya juga, Mas Adam memiliki toko fotocopy an di depan kampusnya.


"Mas Adam nanti antar Dini ke pasar malam ya"


"Kakak ikut ya Din"


Adam melirik Aditya, Sepertinya Adit menyukai Nandini, Batin Adam.


"Boleh kak"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Nantikan keseruan mereka di pasar malam, jangan lupa like komen dan Vote yah]

__ADS_1


Salam sayang,


@Santypuji


__ADS_2