Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Pelantikan


__ADS_3

Pagi hari nya seluruh siswa siswi beserta guru berkumpul di lapangan SMP Nusantara.


Hari ini adalah pelantikan pengurus OSIS periode 2000/2001.


Seluruh ketua dan wakil ketua OSIS beserta jajaran nya yang terpilih maju ke depan lapangan.


Pengurus OSIS periode sebelum nya juga maju ke depan, serah jabatan di laksanakan dengan hikmat.


Pembina OSIS berharap pengurus OSIS yang baru bisa menjalankan tanggung jawab dan amanah nya dengan baik sesuai dengan visi dan misi yang telah di rancang.


Selesai pelantikan semua siswa kembali ke kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.


Kelas 8B di isi dengan pelajaran PKK. Bu Sri mengajari kita semua cara membuat berbagai macam bentuk jahitan.


Kami mulai menirukan, masing-masing siswa sudah memegang jarum jahit, benang wol dan kain dengan lebar 30x30 cm.


Siswi perempuan mulai menirukan dengan begitu teliti dan lincah, sedangkan siswa laki-laki rupanya mulai frustasi dengan alat-alat yang jarang mereka pegang.


"Aku lebih suka pegang palu dan gergaji, dari pada apa ini kecil seperti ini, menusuk-nusuk jari ku," Cerocos Edo memasang wajah masam.


Nandini dan Cantika tertawa memperhatikan Edo yang dengan susah payah memasukan benang wol ke dalam jarum.


"Sini aku bantu, mata kamu melihat jarum saja sebal, giliran melihat adik kelas yang cantik-cantik saja melotot, dasar" Ujar Nandini merebut jarum dan benang wol di tangan Edo.


"Itu lain dong Din, mereka terpahat begitu sempurna, sedangkan jarum ini, lihat...ih"


"Nih, cepat jahit yang benar" Ucap Nandini sambil menyerahkan benang yang sudah terpasang di jarum nya.


"Apaan sih Bu Sri, ini kan pekerjaan perempuan, seharusnya laki-laki jangan di samakan, laki-laki membuat kerajinan yang lain lah seharusnya"


"Ih berisik, protes terus, cepat jahit" Celetuk Nandini.


Edo mendengus kesal lalu mulai menjahit sedikit demi sedikit walaupun beberapa kali jari nya tertusuk jarum.


Sulaman Nandini sudah selesai, Nandini lalu mendekati Amel ingin curcol (Curhat colongan,hehe).


"Sssstttt....Mel, sudah selesai"


"Sedikit lagi Din"


Nandini mendekati Amel, meminta Aura pindah tempat dulu.


"Mel...."


"Hemmm"


"Aku harus bagaimana ini, terima atau tidak yah"


"Apanya?"


Nandini lalu membisikan sesuatu pada Amel.


"Apa" Amel menjerit begitu keras sehingga bu Sri dan teman-teman lain mengarahkan pandangan kepadanya.


"Kenapa Mel?" Tanya Bu Sri.


"Tidak bu, ini tadi tertusuk sedikit"

__ADS_1


"Oh ya sudah, lebih hati-hati lagi yah, yang lain juga hati-hati yah"


"Iya bu" Ucap seluruh siswa.


Amel melirik Nandini, lalu menanyakan kebenaran nya, Nandini lalu membuka balasan surat kemarin dan memberikan nya pada Amel.


"Baca nih"


Amel memberikan sulaman nya pada Nandini, Nandini reflek langsung menyulam nya, sementara Amel membacanya dengan teliti.


Apa kak Aditya benar-benar menyukai Nandini , kenapa kak Adit malah menginginkan Nandini sebagai kekasih nya bukan kah itu sangat beresiko, ya walaupun hanya dalam surat, ah kak Adit ini malah jadi seperti ini, menyesal kan jadinya aku menyuruhnya untuk membalas surat Nandini dulu, Batin Amel.


"Hey...kamu kenapa melamun?"


"Eh maaf Din, aku juga ikut terkejut dengan isi surat ini"


"Lalu aku harus bagaimana menurut mu?"


"Bukankah kamu suka, balaslah, hanya pacaran di surat kan, aku jamin tidak ada yang tahu"


"Iya sih, aku mohon jaga rahasia ini ya Mel"


Amel mengangguk, jika memang kakaknya menyukai Nandini, Amel sebenarnya tidak keberatan karena Nandini anak baik dan pintar, tapi masalahnya nanti akan ada kesalahpahaman yang berkepanjangan.


Nandini lalu memberanikan diri membalas suratnya.


"Din, mau balas surat ya?" Tanya Cantika.


Nandini mengangguk,


"Kasih Pantun Din"


"Sini...sini" Cantika mengambil kertas surat Nandini lalu menuliskan sebuah pantun, setelah itu memberikan kertas nya lagi pada Nandini untuk melanjutkan.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Bandung dulu baru Jakarta


senyum dulu baru di baca


Jogja, 26 Januari 2000


Terimakasih Kak untuk pertanyaan yang membuatku gundang gulana sepanjang malam, Aku bingung harus menjawab apa, aku dilema, aku sebenernya tidak boleh pacaran sebelum aku lulus SMA nanti, tapi jika kita harus pacaran lewat surat aku seperti nya tidak keberatan, tapi hanya di surat ya kak.


Oke mulai hari ini Nandini menerima mu sebagai kekasihku.


Salam Manis dari yang termanis,


Nandini Saraswati


Β πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Nandini melipatnya lalu seperti biasa memberikan nya pada Amel.


"Amel, aku jadi merasa tidak enak ini"


"Ah hanya surat, tidak membuat tas ku berat" Amel tersenyum simpul pada Nandini.

__ADS_1


"Oh ya Mel setiap sore kak Adit ke rumah, kenapa kamu tidak ikut"


"Hah...ke rumah mu Din?"


Nandini mengangguk, "iya, aku suruh mengajakmu tapi katanya karena Kak Adit baru pulang dari tempat distro nya, jadi tidak mau bolak balik ke rumah"


*Ngapain itu kak Adit tiap sore ke rumah Nandini, mau ngapelin kali yah, Ih kak Adit ini benar\-benar yah diam\-diam kalau sudah suka perempuan ya begitu rupanya,Batin Amel*.


"Kakak ku kesana ada apa Din?"


"Biasa membahas desain denganku Mel, sekarang aku juga bekerjasama dengan Kak Adit, terus kak Adit juga teman Mas Adam,kakakku"


*Benar\-benar Kak Adit ini bisa saja modusnya, segala mengajak bekerja sama.Gumam Amel dalam hati*.


"Eh Din, kalau Aku jadi kamu ya, aku sih lebih suka kakak ku dari pada Kak Rendi"


"Ya namanya juga cinta monyet Mel, kadang tidak memiliki kriteria, siapa tahu nanti Pas dewasa nanti aku cinta nya dengan kakakmu" Ucap Nandini di iringi gelak tawanya.


"Ih nanti di aamiinin malaikat lhoo" Ledek Amel.


"Eh bercanda Mel"


Jam pelajaran Bu Sri sudah habis, Bel istirahat berbunyi, mereka semua berhamburan keluar, ada yang menuju kantin, perpustakaan, banyak juga yang bermain di lapangan bola atau lapangan basket.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


\[ Ngomong\-ngomong kalian pernah tidak punya guru yang namanya Bu guru Sri,hehe\]


\[Jangan lupa like komen dan Vote\]


Salam sayang,


@Santypuji

__ADS_1


Β 


__ADS_2