Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Telfon dari Kak Ilham


__ADS_3

Mereka berdua akhirnya sampai juga dirumah Nandini. Nandini dan Aditya segera mengeluarkan oleh-oleh yang dibelinya tadi untuk keluarga Nandini.


Aditya dan Nandini mengucapkan salah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah. Ibu menjawab salam mereka berdua. Aditya langsung mencium tangan Ibu Nandini.


Ibu Nandini nampak terkejut dengan kepulangan Aditya hingga langsung memeluk Aditya.


"Ya Allah, Adit, kamu sehat Le?" tanya Ibu.


Aditya mengangguk, "Alhamdulillah sehat, Ibu sekeluarga juga sehat kan?"


"Alhamdulillah, duduk sini, nanti Ibu panggilkan bapak sama Adam yah"


Aditya mengangguk,


"Mas, Dini masuk kedalam kamar dulu yah"


Aditya juga mengangguk,


Beberapa menit kemudian Bapak dan Mas Adam menghampiri Aditya di ruang tamu. Mereka lalu mengobrol panjang lebar karena sudah lama tak bertemu.


Setelah mandi dan berganti baju, Nandini memilih untuk membantu Ibunya menyiapkan makan malam.


"Din, itu oleh-oleh dari Aditya sampai banyak gitu lhoo, sudah seperti mau buka warung saja" Ibu terkekeh. Nandini tidak heran jika Aditya begitu royal padanya. Sedari SMA, Aditya sudah mempunyai penghasilan sendiri, ditambah lagi Aditya bukan dari keluarga kaleng-kaleng.


"Iya, nggak tau Bu, Mas Adit beli oleh-olehnya nafsu banget tadi"


"Eh, Tapi bukannya katanya kalian sudah putus yah?"


Nandini melirik Ibunya. Hadeh emak satu ini, bisa tau banget percintaan anaknya. Pasti Mas Adam nih biang keroknya.


"Nggak Bu, kami baik-baik saja, hanya sedikit salah faham"


" Syukurlah, mendapatkan cinta memang mudah Din, tapi mempertahankannya yang sulit"

__ADS_1


Nandini mengangguk, ia faham dengan maksud Ibunya. Jatun cinta pada seseorang bisa berlangsung singkat dan mudah. Tapi begitu sudah menjalin hubungan, mempertahankan cinta bisa terasa cukup susah. Eh, bukan berarti setelah menjalin sebuah hubungan bakal ada banyak hal yang bikin menderita, ya. Hanya saja memang ada tantangan sendiri yang harus dihadapi dalam mempertahankan cinta dalam sebuah hubungan ini.


Tantangan dan masalah baru bakal muncul saat sudah menjalin sebuah hubungan. Bahkan bisa jadi ada banyak hal tak terduga yang muncul dan tak bisa dihindari ketika sudah bersama.


Adzan Magrib berkumandang, Nandini dan keluarganya bersiap-siap sholat Magrib berjamaah di Masjid, begitu juga dengan Mas Adit. Mas Adit mengganti pakaiannya dengan baju koko dan sarung milik Mas Adam.


Selesai sholat Magrib, Ibu dan Nandini menyiapkan makan malam terlebih dahulu. Sebelum Aditya pamit pulang, Ibu meminta Aditya untuk makan malam terlebih dahulu.


Saat sedang makan, ponsel Nandini terus saja berdering, begitu terdengar nyaring karena ruang makan dan kamar Nandini bersebelahan. Nandini pamit untuk mengangkat telfon terlebih dahulu. Nandini masuk kedalam kamarnya, ternyata panggilan dari Kak Ilham. Nandini segera mengangkat nya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam, Din apakabar?"


"Alhamdulillah baik, Kakak juga bagaimana kabarnya?"


"Alhamdulillah baik juga, maaf yah kemarin-kemarin kakak sibuk, jadi nggak sempat telfon"


"Ih, nggak apa-apa kali Kak"


Hadeh, nih Kak Ilham lagi, malah bahas kangen segala.


"Nggak kangen lah, Dini sibuk banget di tempat PKL Kak"


"Iya mentang-mentang lagi PKL, banyak cowo ganteng yah, sampe lupa sama Kakak" Ledeknya.


Bosnya yang ganteng Kak.


"Yah, banyak lah yang ganteng mah,"ucap Nandini sambil terkekeh.


"Kak sudah dulu yah, Nandini tadi lagi makan lhoo"


"Eh ya Ampun, maaf ya Din"

__ADS_1


"Iya nggak apa-apa, ya sudah Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Nandini segera mengakhiri panggilan telfonnya, lalu meletakan ponselnya lagi di atas kasur. Nandini kembali lagi ke ruang makan.


"Siapa Din?" tanya Mas Adam.


"Emm, Kak Ilham." Nandini melirik Mas Aditya. Wajah Mas Adit berubah masam.


"Owh"


Mas Adam ini, pengacau, cuma di jawab Owh doang. Padahal gara-gara pertanyaan itu, Mas Adit jadi masam tuh mukanya.


Selesai makan, Aditya berpamitan pada keluarga Nandini. Aditya berjanji akan mampir lagi nanti. Nandini mengantarkan Aditya sampai dekat mobil Aditya.


"Tadi lama banget nelfonnya, kaya seneng banget" Celetuk Aditya.


" Sebentar kok Mas, jangan ngada-ngada deh"


" Mas Nggak suka kamu masih berhubungan sama dia" Mas Adit menekan kata Dia.


"Mas, dia cuma temen"


" Din, mau mas hukum?"


Hih, posesif banget sih Mas Adit ini.


"Ya sudah, Mas pulang dulu yah"


Nandini mengangguk,


"I love you" Bisik Aditya.

__ADS_1


Nandini lalu tersenyum dengan wajah tersipu.


__ADS_2