Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
2003 (POV Nandini)


__ADS_3

POV Nandini


Tanpa terasa ternyata aku sudah kelas 2 SMK. Aku sangat betah ketika menjalani masa-masa SMK ku yang penuh liku-liku ini. Penuh dengan kebandelan juga tapi tenang saja masih dalam batas wajar.


Aku sedang mempersiapkan masa PKL selama 3 bulan di PT milik ayah Amel atas rekomendasi Mbak Monica. Ayah Amel bahkan ingin nanti setelah aku lulus SMK menyuruhku untuk langsung bekerja di perusahaannya. Boleh juga sambil kuliah malamnya.


Ayah Amel tahu bakatku dari Mbak Monica. Ayah Amel ingin bakatku dikembangkan lagi. Bukan hanya untuk membuat baju-baju di distro Kak Aditya saja.


Hubunganku dengan Kak Adit ya begitulah, banyak hal aneh yang menurutku pembicaraan aku dan Kak Adit kadang ada yang ganjal.


Hubunganku dengan Kak Ilham juga baik, bahkan sekarang Kak Ilham semakin sering mengantarkan ku pulang. Kak Ilham tidak pernah menyatakan cintanya padaku. Tapi terkadang aku sangat yakin bahwa Kak Ilham naksir padaku.


Tapi ya sudahlah, bukankah ini bagus, aku tidak perlu memikirkan kata-kata apa untuk menolaknya. Kita bisa berteman baik sesuka hati kita, tidak merasa canggung dengan sebuah penolakan nantinya.


Entahlah, kenapa hatiku belum juga mau membuka hati untuk yang lain. Apakah benar cinta pertama itu memang sulit untuk di lupakan? Ah entahlah.


Apalagi Kak Adit hampir setiap hari mengirimi ku pesan melalui sms, jika tidak dibalas pasti Kak Adit akan mengirimiku pulsa.


Aku semakin tidak mengerti dengan sikap Kak Adit. Apakah Kak Adit type laki-laki serakah yang tidak cukup hanya dengan 1 wanita saja. Di Singapura mempunyai pacar, tapi masih setia mengirimiku sms bahkan pulsa.

__ADS_1


Dan herannya, akupun menikmati ini, menikmati perhatian yang Kak Adit berikan setiap harinya. Apa aku termasuk serakah juga karena menikmati di perhatikan pacar orang lain. Entahlah.


Tapi jujur dari hatiku yang paling dalam, aku ingin sekali bertemu dengan Kak Adit, walau hanya 5 menit deh. Aku ingin menyelesaikan hubungan ini dengan baik. Menurut ku lewat surat saja itu tidak baik. Tapi menunggu Kak Adit pulang entahlah sampai tahun berapa, bahkan sampai aku tamat SMK Kak Adit baru bisa pulang.


Mas Adam sudah mengetahui jika aku dan Kak Adit putus, tapi Mas Adam merasa masih tidak yakin dengan keputusan Kak Aditya, menurut Mas Adam Kak Aditya itu laki-laki baik yang tidak akan melanggar komitmen.


Mas Adam juga sudah wisuda gaes. Saat ini Mas Adam melanjutkan usahanya, malah kini sudah menyewa satu ruko lagi untuk menambah stok dagangannya didepan kampus.


Rencananya Mas Adam akan melanjutkan sekolah S2 nya. Percintaan Mas Adam juga terlihat adem ayem. Setiap malam minggu selalu mengajakku kepasar malam untuk jalan dengan pacar nya itu. Yah aku hanya akan jadi nyamuk di antara mereka berdua. Nasib.


Saat ini aku sedang berbaring di kasur sambil menatap langit-langit kamar. Suara jangkrik terdengar merdu. Sunyi, sepi, hanya suara jangkrik. Ibu, bapak sepertinya sudah tidur, sementara Mas Adam ya pasti sedang asyik telfonan dengan pacarnya.


Amel


Besok main ke rumah ya, mama mau ngadain syukuran


^^^Nandini^^^


^^^Syukuran apa Mel?^^^

__ADS_1


Amel


Ya pokoknya syukuran aja, ada pesta kecil juga


^^^Nandini^^^


^^^Insyaallah ya, nanti aku kesana sama mas Adam^^^


Amel


Oke


Aku meletakkan ponselku lagi. Namun baru beberapa detik sudah berdering lagi. Ada pesan masuk dari nomor baru.


+6285777******


Nmer bru kk,yg kmrn hpus aja


Aku mengernyitkan dahiku, bukankah ini kode nomor ponsel Indonesia. Nandini mulai dag dig dug. Apakah Aditya meluangkan waktunya untuk pulang?

__ADS_1


__ADS_2