
Pukul 5 sore setelah menyelesaikan tugasnya di cafenya, Aditya segera ke rumah Nandini, tidak lupa di tengah jalan ia membeli beberapa buah-buahan untuk orang tua Nandini.
Terlihat di depan rumah ternyata Nandini juga sedang menunggu pangeran hatinya datang, Aditya sangat senang ketika melihat Nandini sudah tersenyum padanya dari kejuahan.
Aditya memarkirkan motornya di halaman rumah Nandini, ia lalu turun dari motornya membawa beberapa kantong plastik yang berisi buah dah martabak kesukaan Nandini.
"Assalamualaikum" Sapa Aditya sambil tersenyum.
Nandini begitu senang hanya dengan melihat senyum Aditya, "Waalaikumsallam Kak" Nandini juga ikut tersenyum.
(Yang baca juga pasti ikut senyum-senyum kan, membayangkan sesuatu,๐๐)
"Masuk kak" Sambungnya lagi.
Aditya mengangguk lalu masuk ke dalam rumah.
"Kak aku buatkan minum dulu yah"
Aditya mengangguk, mereka tak hentinya menebar senyum indah mereka.
(Author: Senyum Bae, giginya kering lhoo)
( Aditya: Berisik Ah Thor...kita kan lagi kasmaran, kaya ga pernah aja lu Thor)
(Author: Hahaha okeh lanjutkan)
Nandini ke dapur, disana ada ibu sedang napeni memisahkan beras dengan gabahnya.
"Ibu ada Kak Adit di luar"
Ibu berhenti napeni lalu mencuci tangannya
"Mana Tole gantengnya, di depan ya"
Nandini mengangguk, ia kembali melanjutkan membuat teh manis, untuk dirinya Adit juga ibu.
Ibu langsung ke ruang tamu, terlihat disana Aditya sedang membaca koran yang biasa di letakan bapak di bawah meja ruang tamu.
"Tole ganteng..." Sapa ibu.
Aditya lamgsung melipat korannya, lalu bersalaman dengan Ibu Nandini.
"Maaf Bu,"
"Hustt tidak apa-apa"
Nandini datang membawa nampan yang berisi teh hangat juga cemilan, ia meletakannya di atas meja, Aditya terus saja memperhatikan Nandini yang begitu ayu saat menjamunya.
"Di minum Kak" senyum Nandini kembali mengembang.
"Makasih Ya Din"
"Ibu ini ada buah-buahan untuk ibu" Ucap Nandini memberikan kantong plastik yang berisi buah pada ibunya.
" Walah...terimakasih, Nak Adit ini, kalau mau main ya main saja jangan bawa-bawa oleh-oleh terus ya Le"
"Tidak apa-apa Bu"
"Ya sudah ini ibu bawa ke belakang yah" Ibu bergegas ke dapur kembali, meletakan buah-buahan nya kedalam wadah.
Mas Adam yang terlihat segar dengan rambut yang sedikit basah karena baru saja selesai mandi namun sudah berpakaian rapi segera menghampiri Adit.
__ADS_1
"Mau ke bukit bintang jam berapa Dit?"
"Nanti setelah sholat magrib saja"
Nandini menatap Mas Adam " Mas tahu dari mana kalau Kak Adit mengajakku ke bukit bintang?"
"Tahu dari Adit lah"
Nandini menatap Aditya, tapi Aditya hanya mengangguk saja.
Mereka mengobrol bersama sambil menunggu waktu magrib tiba.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Selesai sholat magrib, Adam berpamitan pada kedua orang tuanya ingin mengajak Nandini jalan-jalan.
Adam mempunyai seorang teman yang rumahnya dekat dengan bukit bintang, jadi rencananya Adam akan berkunjung ke rumah temannya itu, Adam percaya pada Aditya, Adam tidak ingin ikut dengan Adit.
(Masa mau jadi nyamuk,haha๐๐)
Nandini di bonceng mas Adam, namun ketika mas Adam sampai di rumah temannya itu, Nandini turun lalu bergantian di bonceng Aditya.
Mereka berdua menuju bukit bintang, terlihat disana kerlipan rumah warga bagaikan kerlipan bintang dilangit, banyak juga warga maupun pasangan muda mudi yang sekedar duduk-duduk disana menikmati semilir nya angin malam.
Aditya dan Nandini duduk di atas motor, mereka berdua menikmati pemandangan yang jarang terlihat itu.
"Kak...Indah ya"
"Indah jika bersamamu Din"
Wajah Nandini langsung bersemu merah, untung saja wajah Nandini berada di belakang punggung Aditya.
"Din..."
"Kakak ingin memberitahu sesuatu"
"Tentang apa?"
"Lulus sekolah nanti Kakak akan melanjutkan kuliah ke Singapura Din"
" Dini sudah tahu"
Aditya segera memiringkan tubuhnya, menatap Nandini, " Tahu dari mana?"
"Dari Amel, Amel kemarin pagi bercerita tentangmu Kak"
"Lalu kita bagaimana Din"
"Bagaimana apanya?"
"Hubungan kita"
"Kita kan masih bisa berkirim surat kak, walaupun tidak bisa setiap hari" Nandini mengatakan dengan nada sedih.
"Din maafkan kakak ya"
Nandini menggeleng " Ini demi masa depan Kakak, Kakak berjanjilah padaku kita harus bisa menata masa depan kita dengan baik, kita fokus belajar, jika masa depan kakak baik kakak bisa memilih wanita manapun yang kakak suka" Nandini berusaha memberi semangat pada Aditya.
"Kakak tidak mau memilih, kakak hanya ingin kamu, gadis kecil Kakak"
Nandini menepuk bahu Aditya, " gombal"
__ADS_1
"Serius Din, apa kamu tidak percaya"
"Untuk sekarang ya belum percaya lah, nanti kalau kakak pulang dari Singapura dengan masih membawa namaku di hati kakak, baru aku percaya"
"Okeh kakak akan buktikan"
Nandini dan Aditya terus membicarakan masalah masa depan mereka, walaupun entah nanti yang terlewati akan seperti apa, tapi mereka akan berusaha menunggu satu sama lain.
Karena sudah jam 8 malam, Nandini mengajak Aditya pulang, namun sebelum mereka pulang tidak lupa ke rumah teman Mas Adam terlebih dahulu.
Nandini memeluk erat Aditya di jalan sebelum sampai di rumah teman Mas Adam, karena nanti Nandini akan bertukar berboncengan dengan Mas Adam.
"Din ingat perjanjian kita tadi yah"
Nandini mengangguk, "Kamu juga, jangan sampai suka dengan warga sana yah"
"Tenang, aku type laki-laki setia kok"
"Lihat saja nanti" Ucap Nandini.
Sesampainya di rumah teman Mas Adam mereka segera turun dari motor dan menghampiri mas adam yang sedang duduk di teras dengan temannya, temannya meledek Mas Adam.
" Dam, masa kamu kalah dengan Adikmu," Ledek Dika teman Adam.
"Aku selalu menunggu Sarah lulus dari pesantren, untuk sekarang aku fokus kuliah dan pekerjaan dulu, jika sarah sudah lulus langsung saja aku ajak nikah" Jawab Adam dengan percaya Diri.
"PD sekali kamu Mas, nanti kalau Mbak Sarah sudah di lamar orang bagaimana?" Ledek Nandini.
"Ku tunggu jandanya" Ucap Adam sambil tergelak.
Karena waktu sudah larut malam, akhirnya Adam berpamitan dengan Dika, begitu juga dengan Nandini dan Aditya.
Mereka bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Jangan lupa like komen Vote yah, terimakasih sudah setia membaca novelku)
(Ada yang pernah LDR? komen di bawah pengamalan LDR kalian, kalau Author pernah LDR pas pcrn pertama setia, LDR 2 tahun tapi karena doi malah ke Papua, jd kita berpisah baik-baik, pas pacaran yg ke 2 LDR 2 thn juga tapi aku banyak di bohonginya, hahaha ngenes gaes, karena tau LDR itu ga enak, jadi pas yg ke 3 kenal 1 bulan, nikah aja yuk biar kita selalu bareng,hihi๐๐)
Salam sayang,
__ADS_1
SantyPuji