Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Jujur


__ADS_3

"I love you" Bisik Aditya.


Nandini lalu tersenyum dengan wajah tersipu. Nandini yang malu langsung saja masuk ke dalam rumah karena tidak tahan melihat wajah kekasihnya. Aditya sangat senang melihat ekspresi Nandini yang shy shy cat alias malu-malu kucing.


Aditya bergegas pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan Aditya membeli martabak untuk mamanya dan juga Amel. Sesampainya di rumah telihat mobil asing di garasi rumahnya. Aditya langsung masuk ke dalam.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


Benar dugaan Aditya, ternyata ada tamu, tamunya tak lain dan tak bukan adalah Nia, teman seperjuangan di Singapura.


"Adit" sapa Nia dengan senyum sumringah. Aditya pun kembali menyapa Nia.


"Nia, kok ada disini, bukannya disana lagi ujian?" Aditya memang sering mendapat pesan dari Nia tentang study Nia di Singapura. Aditya tidak menaruh curiga apapun karena selama ini sudah menganggap Nia sebagai teman baik.


Aditya menghampiri kedua orang tua Nia lalu mencium tangan mereka. Aditya lalu permisi untuk berganti pakaian terlebih dahulu.


"Hebat ya anakmu, bisa menggantikanmu mengurus perusahaan,"ucap Ayah Nia.


Ayah Aditya tersenyum,"Sebenarnya aku merasa kasihan dengan Adit, dia masih terlalu muda, tapi harus mengemban banyak tanggung jawab, tapi aku tidak punya sesiapa lagi selain dia yang aku percaya."


Ayah Nia tersenyum, begitu juga dengan Nia yang sangat bangga dengan Aditya. Aditya datang lagi ke ruang tamu. Kali ini Mama Aditya menyuruh Nia dan orangtua Nia untuk makan malam.


"Mah, Adit sudah makan tadi."


"Kok makan di luar sih Dit."


"Tadi makan di rumah Nandini, tadi ke rumah Nandini dulu."


Nia yang mendengar nama Nandini disebut langsung terkejut. Ia merasa aneh, kenapa bisa Nandini bisa dekat lagi dengan Aditya, apa mungkin hanya masalah pekerjaan.


"Oh ya sudah"


Orangtua Aditya dan Orangtua Nia makan malam bersama, sementara Nia juga izin tidak ikut makan malam karena sedang diet. Nia memilih untuk menemani Aditya di ruang TV.


"Hey Dit"


Aditya tersenyum, "Kamu kok pulang?"


"Iya soalnya kamu juga pulang."

__ADS_1


Aditya mengerutkan keninganya, "Maksudnya?"


"Ya di sana sepi, aku nggak betah, jadi aku putuskan untuk melanjutkan kuliahku disini saja."


"Sayang sekali Ni, aku kalau keadaannya sedang tidak darurat pasti aku akan menyelesaikan kuliahku disana."


Nia hanya berdehem pelan, "Tapi kamu senang kan pulang ke Indonesia?"


"Ya tentu, siapa yang tidak senang berkumpul lagi bareng keluarga."


Nia tersenyum kecut,"Aku yakin alasannya bukan hanya keluarga,"ucap Nia dalam hati.


"Dit, besok boleh yah aku main ke kantor kamu"


Aditya mengangguk, "Oke"


...***...


Selesai makan keluarga Nia berpamitan pulang karena sudah larut malam. Orangtua Nia berterimakasih kepada Aditya karena sudah menjaga Nia selama di Singapura.


Seperginya keluarga Nia, Ayah tiba-tiba berdehem pelan. Aditya tidak mengerti dengan sikap Ayah.


"Cie, pasti senang sekarang Nia disini, sampai bela-belain pindah sekolah kesini juga lhoo Dit"


"Biasa aja kok Yah, Ayah nih"


"Nia itu pacar kamu kan?"


Aditya terbatuk, "His sembarangan nih Ayah, Adit sudah punya pacar, tapi bukan Nia."


"Oh jadi kamu sudah punya pacar? kenapa tidak bilang Mama? mulai aktif yah anak mama,"ucap Mama Aditya.


"Ya Mama juga kenal kok."


"Siapa?"


"Nandini,"ucap Aditya sambil nyengir.


"Adit Adit, jauh-jauh ke Singapura, tapi yang di pepet Nandini-nandini juga,"ledek Mamah.


"Cinta tau jalan pulang Mah,"ucap Aditya sambil terkekeh.

__ADS_1


"His, gaya banget,"celetuk Mama Aditya.


"Jangan sampai yah kalian jodohin aku segala kaya di novel-novel author kak santy yang lain,๐Ÿ˜† bosen ih kalau jalan hidup Aditya disamain," ucap Aditya sambil terkekeh.


(Author: Tak kepret wolak walik lhoo koe Dit)๐Ÿ˜


"Enggak lah, jodoh itu urusanmu, yang mau jalanin kamu kok, Ayah dan Mama setuju-setuju saja pilihan kamu"


"Hasyik" Aditya memeluk kedua orangtuanya.


"Ya udah Mah, buruan lamarin"


Mama Aditya langsung menjewer telinga Aditya.


"Dia masih sekolah, mau di penjara kamu nikahin bocah sekolah."


Aditya tergelak, "Ya iket dulu aja deh Mah"


"Ikat, iket emangnya sapi"


"Ih Mamah ih, Aditya tuh takut dia di gaet cowo lain Mah."


Ayah Aditya terkekeh, "Kamu tampan, mapan, pekerja keras, tapi soal cinta, kamu kenapa tidak percaya diri sih Dit."


"Ya sekarang kan banyak tikung menikung Yah, ngeri ih."


"Ya kalau ada yang nikung, kamu bongkar tikungannya,"ledek Ayah Aditya.


"Sa ae orangtua." Aditya tertawa sambil merangkul Ayahnya.


"Ayah, gimana cara merayu Mamah, biar mau melamar gadis yang masih dibawah umur itu"


Ayah Aditya berdecak lalu tersenyum, "Nanti Ayah beri tahu."


Aditya tersenyum lebar sambil mengucapkan kata Yes dengan begitu antusias.


"Eh tapi Ayah bingung, kenapa ya Nia tadi mengaku sebagai pacar kamu." tanya Ayah Aditya penasaran.


Aditya mengedikan bahunya, "Mungkin naksir Adit kali Pah,"


Pikiran Aditya tiba-tiba melanglang buana menuju surat yang telah ditulis oleh entah siapa. Apa mungkin Nia. Aditya bertekad akan menyelidikinya.

__ADS_1


__ADS_2