
Pagi ini Aditya datang ke kantor dengan wajah berseri-seri. Senyumnya terus mengembang di sepanjang jalan ia masuk pintu lobby sampai kedalam kantornya. Banyak juga yang kagum dengan ketampanan si bos karena senyum manisnya, Banyak juga yang merasa heran karena awal-awal si bos tidak pernah tersenyum.
Nandini datang ke kantor jam 8 berbarengan dengan Nana dan Bayu.
"Eh, gimana kalian ikut kerja di bagian desain?" tanya Bayu.
"Lumayan betah kok"Jawab Nandini.
"Kamu gimana di bagian produksi?" tanya Nana pada Bayu.
"Betah dong, banyak banget cewe cantik disana"
Nana menepuk lengan Bayu, "Dasar Buaya"
"Eits, sudah-sudah, sudah jam 8."Nandini dan Nana bergegas ke bagian desain. Disana karyawan semua sudah mulai prepare untuk pekerjaan hari ini.
"Mbak, Mas semua apa mau Dini buatkan minum?" tanya Nandini.
"Ih boleh Din, aku kopi yah"
"Aku teh manis yah"
Nandini segera mencatat minuman untuk ke lima staf desain yang ada di kantor. Nandini lalu pergi ke pantri dan membuatkannya.
Selesai membuatkannya Nandini membagi-bagikan minumannya pada teman-temannya.
Nandini lalu duduk dan fokus mencorat-coret kertas gambar yang ada di depannya.
Office Girl datang menemui Nandini sambil membawa coklat dan selembar kertas.
"Mbak, ini ada titipan" Bisik Office Girl tersebut.
Nandini mengernyitkan dahinya, "Apalagi ini, segala ada coklat, Gumam Nandini.
"Makasih ya mbak"
Office Girl tersebut mengangguk.
"Cie... baru PKL sehari udah ada yang naksir," Goda Nana yang memang ada disebelah Nandini.
"Ih mana ada, ini tuh pasti orang iseng"
"Coba buka dulu, kepo ih"
"Ih, gak ah"
Nandini lalu memasukan lembaran kertas itu di tasnya tanpa dibaca terlebih dahulu.
5 menit kemudian ponselnya berdering tanda ada pesan masuk.
Nandini membukanya, ternyata sms dari Aditya.
Aditya
__ADS_1
Din, kok kopinya gak dateng2 ini, coklat dan surat nya sudah sampai kan?
Nandini mencebikan bibirnya, "Ih, mas Adit ini, ini kan di kantor, kenapa macam-macam segala sih ih"
Nandini lalu membalas pesan dari Aditya.
^^^Nandini^^^
^^^Takut kopinya kaya kemarin, GAK ENAK, oh ya jgn kirimin coklat ky td deh, jd bnyk yg ledekin tau, q g suka^^^
Aditya
Mf syg, kmrn kn qt masih salah faham
Y biarin aja, biar dsana pd tau km punya pengagum rahasia
^^^Nandini^^^
^^^Ih, soyang sayang peyang^^^
^^^q g mau org2 curiga ih^^^
Aditya
Ya udah ih, bikinin kopi skrg
kalau ga y q dtang k bgian km nih
Nandini menonjok meja kerjanya, "Ih nyebelin banget"
"Kenapa Din?"
"Eh, gak apa-apa Na, maaf ya"
"Oh ya aku izin ke toilet dulu yah" Sambung Nandini.
Nana hanya mengangguk.
Nandini kembali lagi ke pantri, membuatkan kopi untuk Aditya.
Selesai membuatkan kopi, Nandini masuk kedalam ruangan Aditya. Tidak lupa Nandini mengetuk pintu terlebih dahulu. Banyak pasang mata yang melihatnya penuh heran karena anak PKL membuatkan kopi untuk Mas Direktur.
"Masuk"
Nandini lalu membuka pintunya, begitu tau yang datang Nandini, Aditya segera mengembangkan senyumnya. Nandini meletakan kopinya di atas meja kerja Aditya.
"Makasih sayang"
Nandini mendelik, "Jangan macem-macem di kantor deh Mas"
"Gak sayang, Mas cuma satu macam"
Nandini mendengus kesal, "Ih terserah deh"
__ADS_1
Aditya lalu menyesap kopinya, "Din, kurang manis deh"
"Masa sih, tadi gulanya sudah 2 sendok kok"
"Cobain deh"
"Ih, gak ah, itu kan bekas Pak Adit"
"Kamu kan harus bertanggungjawab"
Nandini lalu mengambil gelas kopi yang ada di tangan Aditya. Lalu menyesapnya. Dan rasanya enak, manis.
"Pak, sepertinya bapak mesti ke rumah sakit deh, lidah bapak yang sakit,"ucap Nandini.
"Lhoo, padahal hati aku yang sakit, kenapa harus lidah ku yang di obati"jawab Aditya sambil terkekeh.
"Haduh mulai lagi deh." Nandini menggelangkan kepalanya.
"Ya sudah Pak, permisi"
Belum sempat Nandini membuka hendel pintu, Aditya sudah mengejarnya lalu mengunci pintu ruangannya.
"Bapak" Nandini mendelik.
"Kamu mau ngapain sih buru-buru balik, aku masih butuh semangat dari kamu"
Aditya lalu menggenggam kedua tangan Nandini.
"Aku sayang banget sama kamu Din, aku masih cinta banget sama kamu"
Nandini berdiri memaku, "Pak...pak, jangan seperti ini"
"Din"
Aditya lalu memeluk Nandini.
"Mas, aku juga sebenarnya kangen banget sama kamu"ucap Nandini.
Aditya mengeratkan pelukannya.
"Apalagi aku, sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah air ini, aku ingin sekali peluk kamu,"
"Mas, udah ya, jangan disini"
Aditya lalu melepaskan pelukannya, setelah itu mencium kening Nandini.
"Nanti makan siang bareng yah?"
"Aku makan siang di kantin sama Nana Mas"
"Ya udah nanti mas juga ikut ke kantin aja"
Nandini tersenyum, "Oke deh"
__ADS_1
Nandini berpamitan kembali ke ruangannya sebelum di curigai banyak orang. Walaupun belum ada kelanjutan status hubungan mereka, tapi Nandini dan Aditya sudah sangat senang dengan hubungan mereka yang semakin membaik.