Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Salah Faham


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Nandini menyuruh Kak Ilham untuk mampir terlebih dahulu karena hujan semakin deras saja. Ibu yang kebetulan menunggu di depan rumah juga menyuruh Nandini dan Kak Ilham masuk ke dalam rumah.


Ibu menyuruhku mandi terlebih dahulu, karena kata Ibu jika terkena air hujan sebaiknya langsung mandi keramas agar air hujannya tidak mengendap di kepala karena itu yang akan menyebabkan pusing nantinya.


Setelah Nandini selesai mandi, Ibu juga menyuruh Kak Ilham mandi. Ibu menyiapkan baju milik Mas Adam sekaligus daleman Mas Adam yang masih baru tentunya untuk di pinjam Kak Ilham.


Selasai berganti baju Ibu tampak sibuk menyiapkan makanan dan teh manis hangat untuk Nandini dan Kak Ilham. Baju Mas Adam pas sekali di tubuh Kak Ilham karena memang perawakan Kak Ilham seperti laki-laki dewasa.


Ibu berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Kak Ilham, sementara Kak Ilham hanya menjawabnya dengan senyuman. Nandini juga tidak lupa mengucapkan terimakasih pada Kak Ilham.


Nandini dan Kak Ilham makan terlebih dahulu. Ibu juga menemani Kak Ilham dan Nandini makan. Ibu banyak bertanya perihal Kak Ilham. Dan Ibu sangat senang ternyata Ibu Kak Ilham sering juga memesan catering Ibu untuk acara pengajian di rumahnya.


"Sering-sering main Ham, kan dekat,"ucap Ibu dengan sumringah.


Nandini melirik Ibunya. Kak Ilham begitu antusias mendengar pernyataan Ibu.


"Iya Bu, pastinya"


Nandini melirik Kak Ilham, Kak Ilham malah tersenyum.


"Ya sudah, Ibu ke belakang dulu yah, Makan yang banyak ya Din, Ham"


Nandini dan Kak Ilham mengangguk.


"Din, Ibu kamu baik banget, bisa-bisa aku nyaman nih"


"Nyaman ngobrol sama Ibu?" Ledek Nandini.


"Ya awalnya, siapa tahu nanti izin boleh culik anaknya"


Aku tersenyum, "Gombal"


"Seri...."

__ADS_1


Nandini langsung menjejeli tahu ke mulut Kak Ilham saat Kak Ilham akan mengatakan Serius.


"Ih, nakal" ucap Ihlam sambil tersenyum.


Nandini tidak menggubris perkataan Ilham, ia melanjutkan makannya.


Ponsel Nandini berdering, Nandini langsung masuk kedalam kamarnya mengambil ponsel lalu kembali lagi ke ruang makan. Ada pesan dari Kak Adit. Sekarang kontak Kak Adit sudah Nandini beri nama.


Kak Adit


Assalamualaikum, lg apa?


Nandini tersenyum, lalu segera mengetik balasan.


^^^Nandini^^^


^^^Waalaikumsallam, lg mkn, kk lg apa?^^^


Kak Adit


^^^Nandini^^^


^^^Hadeh, gombal, mkirin pcr bru kk x^^^


Kak Adit


km x itu mah


^^^Nandini^^^


^^^Dih,mna ada, kk kali, kn kk ptusin q gara2 g bs LDR trs pnya pcr lg deh d sana^^^


Aditya mengernyitkan dahinya, ia merasa bukankah yang melakukan itu Nandini kenapa jadi balik menuduh. Aditya akhirnya memutuskan untuk menelfon Nandini, Aditya ingin meminta penjelasan kenapa Nandini berkata demikian.

__ADS_1


Kak Adit calling....


Nandini langsung mengangkatnya.


"Assalamualaikum, hallo"


"Waalaikumsallam, maksud kamu apa Din?"


"Din makan kok sambil telfonan sih"ucap Kak Ilham menasehati Nandini.


Aditya mengernyitkan dahinya. Aditya mendengar suara laki-laki bersama Nandini tapi bukan suara Adam. Aditya faham betul suara Adam seperti apa.


Tanpa menunggu jawaban dari Nandini Aditya langsung memutuskan sambungan telfonnya. Aditya mengetik sms lagi untuk Nandini.


Aditya


Km yg sdh punya gbetan bru Din, itu buktinya,jgn tuduh q yg engga2 deh.


Nandini membaca sms dari Aditya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Siapa sih Din"Tanya Kak Ilham.


"Teman"


"Tapi kok gusar banget gitu"


"Mantan"


Kak Ilham menatap Nandini lekat-lekat, " Kok masih berhubungan dengan mantan"


Nandini melirik Kak Ilham," Mantan terindah Kak"


"Kalau terindah gak bakal jadi mantan Din" ucap Kak Ilham. Jawaban dari Kak Ilham cukup menghujam hati Nandini.

__ADS_1


Yah benar, jika terindah pasti tidak akan jadi mantan, pasti akan terus saling saling dan cinta tanpa ada orang ketiga.


Nandini mengabaikan ucapan Kak Ilham, Nandini melanjutkan makannya, begitu juga dengan Kak Ilham, melanjutkan makannya sambil sesekali mencuri pandang ke arah Nandini.


__ADS_2