
"Apa Kau menaruh hati padanya Tae ?" Tuan Kim menatap Taehyung yang tak kunjung berhenti tersenyum semenjak bertemu Hana siang itu.
"Apa yang Ayah katakan ?" pria itu nampaknya tak begitu mendengar perkataan ayahnya.
"Hana."
"Kau menaruh hati padanya ?" Tuan Kim kembali mengulang kalimatnya sembari mengangkat cangkir teh dihadapan nya.
"Apa raut wajahku begitu terlihat jika aku menyukainya Ayah ?" Taehyung terheran melihat Ayahnya yang begitu dengan mudah menebak isi hati dan pikirannya.
"Ayah juga pernah muda Nak," Tuan Kim tersenyum setelah meneguk minuman nya.
"Kalau begitu Aku harus pandai-pandai menyembunyikan nya mulai sekarang."
"Kenapa harus menyembunyikan nya Tae ?" Tuan Kim kembali menatap serius wajah sang putra.
"Ayah tahu sendiri bukan, Hana masih begitu menutup pintu hatinya ?" senyum getir nampak terlintas di wajah Taehyung.
Tuan Kim turut menampilkan wajah muram ketika mengingat gadis yang begitu tulus menolong dirinya.
"Dia begitu terluka selama ini."
"Aku tak ingin gegabah seperti Kak Namjoon, Ayah."
"Akan ku perjuangkan hatinya secara perlahan tapi pasti."
"Bagaimanapun caranya," pria itu menghela nafas perlahan dan melempar pandangan jauh ke awan.
"Kau benar-benar mampu mengubah kepribadian putraku Hana !"
"Putra arogan yang dulu selalu berseteru dengan diriku, kini benar-benar berubah dan menghargai keberadaan ku," Tuan Kim berucap dalam hati sembari tersenyum menatap putranya dengan hati yang memikirkan Hana.
"Bagaimana kondisi kakak ?" Taehyung menghampiri ibu tirinya seketika saat wanita itu memasuki ruangan.
"Dia sudah semakin membaik !" jawaban datar terdengar dari suara sang ibu tiri.
"Siapa pelakunya ?" Taehyung kembali memastikan kabar yang ia dengar.
"Yoongi, aku sudah melayangkan surat tuntutan padanya !" Nyonya Kim berucap sembari melepas kardigan yang ia kenakan.
"Apa yang kau lakukan sayang ?" kini giliran Tuan Kim yang beranjak dan mendekati istrinya.
"Tidak bisakah kita menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan saja ?" lelaki paruh baya itu terlihat cemas dan tak setuju dengan tindakan istrinya.
"Dia pantas mendapatkan nya," Nyonya Kim kembali berucap dengan ketus.
"Aku memang menyayangi Jihyo, tapi aku juga tidak terima melihat anak ku diperlakukan seperti itu oleh kakaknya !" emosi wanita itu kian terlihat dan menguasai dirinya.
Taehyung berlalu menuju kamarnya, ia tak ingin turut terlibat dalam emosi wanita yang tak pernah ia anggap sebagai ibunya.
"Apa sebenarnya alasan Yoongi melakukan hal brutal semacam itu ?"
"Terlebih Kak Namjoon merupakan sahabat dekatnya," pria itu kembali bergumam tak percaya dengan berita yang ia dengar tentang Yoongi.
"Aaaah, Hana."
"Haruskah aku menghubunginya ?" Taehyung berguling di atas tempat tidurnya, pria itu memainkan ponselnya dan mencoba menelfon Hana.
"Apa dia mengira aku ini orang asing ?" tak mendapati jawaban dari Hana membuatnya kembali mengutak-atik ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan singkat untuk wanita yang memenuhi ruang hatinya.
"Aaaaaghhh."
"Kenapa tak dibalas juga ?"
"Aku gila karena mu, !" Taehyung kembali tersenyum memandang foto gambar yang ia curi tanpa sepengetahuan Hana.
"Kau akan tetap disini bukan ?" Namjoon menahan tangan Jihyo yang hendak beranjak mengembalikan peralatan makannya.
Jihyo terdiam sebelum akhirnya tersenyum mengangguk.
"Beristirahat lah Oppa,"
"Ini sudah malam."
"Terimakasih," Namjoon menatap hangat wajah Jihyo dan akhirnya membawa Jihyo dalam dekapannya.
"Ternyata seperti ini indahnya rasa sabar ?" Jihyo yang berada dalam dekapan Namjoon seketika tersenyum dan berbicara dalam hatinya.
Pagi yang Hana lalui selalu begitu sunyi dan hanya ada langkah kakinya sendiri yang mondar-mandir di dapur.
"Bisakah aku ikut ke pasar hari ini ?" Yoongi mengejutkan Hana karena pria itu tiba-tiba memeluknya dari belakang saat ia tengah berkutat dengan segala macam cucian perabotan ditengah gemericik air keran.
"Kakak !!" gadis itu berbalik badan seketika dengan busa yang masih menyelimuti tangannya.
"Kenapa kau terkejut seperti itu ?" raut wajah Yoongi berubah sinis menatap Hana.
"Apa Kau tak suka jika kakakmu ini memeluk mu ?" Yoongi kembali mendekatkan tubuhnya saat bertanya pada Hana.
"Apa Kakak membutuhkan sesuatu ?" Hana mencoba menenangkan dirinya dengan mengajukan pertanyaan pada kakaknya sebisa mulutnya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan sayang !" pria itu nampak kembali menghimpit tubuh Hana tanpa memberikan jarak diantara mereka.
"Kak, tolong jangan seperti ini !" Hana memalingkan wajahnya mencoba menghindari tatapan kakak lelakinya.
"Kenapa ?"
"Apa kau tak menyukainya ?"
"Kakak menyayangi mu Hana," pria itu berucap seraya membelai seluruh bagian wajah adiknya.
"Tak ada yang boleh menyakiti mu,"
"Dan tak ada yang bisa memiliki mu."
Ucapan Yoongi seketika membuat bulu kuduk Hana merinding.
__ADS_1
Gadis itu benar-benar tak mengerti jika kakaknya telah terobsesi terhadap dirinya.
"Apa-apaan ini Kak ?" Jihyo yang kembali kerumahnya untuk mengambil beberapa potong pakaian ganti seketika terkejut saat mendapati Yoongi yang terlihat begitu melekat pada Hana.
"Apa maksudmu ?" Yoongi menoleh dengan santai dan menanggapi kalimat Jihyo.
"Apa gadis ini benar-benar telah menggoda mu Kak ?" Jihyo kembali berucap dengan mengarahkan jari telunjuknya kepada Hana.
"Diam !!" Yoongi dengan kasar mencengkeram wajah Jihyo.
"Jangan pernah ikut campur dalam urusan ku,"
"Kau urus saja tunangan sialan mu itu !!" ia kembali membentak Jihyo dan mendorong nya hingga tersungkur.
"Kakak tolong hentikan !?" Hana mencoba menahan Yoongi yang hendak kembali memukul Jihyo.
"Apa sebenarnya yang terjadi padamu Kak ?" mata gadis itu kian berkaca-kaca.
"Kakak tidak pernah kasar sebelumnya pada Kak Jihyo,"
"Kakak benar-benar membuat ku takut," suara Hana kian melemah dihadapan kedua kakaknya.
"Apa dia membelaku ?"
"Bukankah seharusnya dia bahagia ?" Jihyo pun turut bertanya dalam hati melihat perilaku Hana.
Kericuhan pagi itu membuat suasana rumah Yoongi menjadi semakin hening.
Jihyo, gadis itu segera memasuki kamarnya serta mengemas kembali pakaian bersih yang hendak ia bawa ke apartemen Namjoon.
Yoongi tampak termenung seorang diri di ruang kerjanya.
Sementara Hana, ia kembali berkutat dengan aktivitas harian nya.
Gadis itu pergi ke pasar sesaat setelah Jihyo keluar pergi untuk menuju apartemen tunangan nya.
"Kenapa tak menjawab panggilan dariku ?" langkah Hana terhenti sesaat mendengar suara Taehyung.
"Tuan menelfon ?" Hana merasa dirinya tak pernah memberi tahu siapapun tentang nomor ponselnya.
"Darimana Tuan mengetahui nomor saya ?"
"Apa Kau lupa sore hari itu ketika kita berada di teras rumah bibi GeumJa ?"
Kau meninggalkan ponsel mu didepan, dan aku yang menyimpan serta mengembalikannya ke ruangan mu !"
"Jadi kau sengaja tak mengangkat telepon dariku ?" Taehyung menampilkan wajah curiganya.
"Bukan tak ingin menjawab, hanya saja saya memang tidak pernah membawa ponsel itu dan membiarkan nya di laci meja," Hana menunduk seraya menggigit bibir tipisnya.
"Apa kau sedang menggoda ku ?" Taehyung tersenyum memperhatikan Hana.
"Maksud Tuan ?" gadis melotot seketika mendengar perkataan Taehyung.
"Aaaaaaggghhhh, semoga saja diriku bisa selalu menahan diri darimu Hana !" pria itu kembali terkekeh dihadapan Hana.
"Apa Kau bersedia ?" Taehyung kembali melempar tanya pada Hana tanpa basa-basi.
"Hentikan omong kosong mu itu Tuan !" Hana kembali melangkah pergi menjauhi Taehyung.
"Jangan marah, Aku hanya bercanda," Taehyung mencoba mengejar Hana yang tak begitu jauh darinya.
"Apa Tuan masih menaruh perasaan pada Kak Jihyo sehingga Tuan begitu ingin mendapatkan adiknya untuk balas dendam ?" Hana berdiri dihadapan Taehyung dan menatap tajam mata pria itu.
"Waah kau sungguh menakutkan jika memasang wajah seperti ini !" Taehyung terkekeh melihat tingkah Hana.
"Jawab lah Tuan !!"
"Darimana kau punya pemikiran seperti itu Hana ?" Taehyun mendorong pelan tubuh Hana dan menyingkirkan gadis itu dari langkahnya.
"Saya sering melihat hal itu dalam drama Tuan," tanpa basa-basi Hana bercerita dengan antusias pada Taehyung.
"Kau ini terlalu banyak menonton TV !!" Taehyung menyentil dahi Hana dan kembali menarik tangan Hana untuk berjalan menuju mobilnya.
Hana serta Taehyung tampak heran melihat hadirnya mobil polisi di kediaman Yoongi.
"Kakak ?" Hana yang menyadari sesuatu seketika turun tanpa menghiraukan barang belanjaan nya.
"Wanita itu benar-benar melakukan nya !" Taehyung bergumam mengingat perkataan ibu tirinya.
Hana menghela nafasnya, ia benar-benar tak menyangka bahwa Namjoon melaporkan Yoongi kakaknya ke pihak berwajib.
"Tuan, bisakah Tuan membantu kak Yoongi ?" Hana seketika melontarkan pertanyaan pada Taehyung yang baru saja berada disampingnya.
"Ikut lah dengan ku !"
"Kita bicarakan ini pada Kak Namjoon," mau tak mau Taehyung harus membawa Hana ke apartemen kakak nya.
"Tapi Tuan,"
"Kau ingin Yoongi terlepas dari tuntutan atau tidak ?" Taehyung menatap Hana dengan penuh tanya.
Hana terdiam dan akhirnya mengikuti langkah Taehyung menuju mobil untuk pergi ke apartemen Namjoon.
"Ada apa kau kemari ?" Jihyo berucap ketus begitu melihat Hana menghampirinya.
"Diam lah !"
"Kami hanya butuh bertemu dengan Kak Namjoon," Taehyung menggenggam tangan Hana dan mengajak nya menerobos masuk begitu saja melewati Jihyo.
"Kalian benar-benar manusia yang tak memiliki sopan santun !" Jihyo berucap dengan meninggikan suaranya.
"Ikut aku sekarang, biarkan mereka berbicara !!" Taehyung menarik paksa Jihyo untuk keluar bersamanya.
"Hana ?" Namjoon terkejut melihat Hana yang tiba-tiba muncul di apartemennya.
__ADS_1
"Tuan."
"Tuan tolong maafkan Kakak saya !" Hana menatap Namjoon dan mencoba untuk meminta bantuannya.
"Tolong cabut surat tuntutan itu Tuan,"
"Saya mohon !"
Hati Namjoon kembali bergetar melihat mata Hana yang telah berkaca-kaca.
Lelaki itu menyadari sudah terlalu banyak kekecewaan yang telah ia berikan pada Hana.
"Tenanglah, Yoongi pasti akan keluar dengan segera !" Namjoon membelai perlahan surai Hana.
"Aku yang akan mengurus nya !"
"Maaf jika Ibu ku selalu saja menyulitkan mu Hana !"
"Terimakasih Tuan," Hana tersenyum seraya mengusap air matanya.
"Saya permisi."
"Tinggal lah sebentar," Namjoon menahan langkah Hana, pria itu bahkan telah memeluk dan mencium pundak Hana.
"Aku merindukanmu !" kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Namjoon.
"Tuan ingat bukan bahwa Tuan sudah bertunangan ?"
"Tolong jangan lagi mempersulit keadaan."
Hana perlahan melepaskan dekapan Namjoon dan segera bergegas keluar dari apartemen itu.
"Aku masih belum bisa menghilangkan perasaan ini padamu Hana," Namjoon terduduk lesu dengan mata yang telah basah.
"Apa yang Tuan lakukan ?" Wendy sekretaris Yoongi tiba dengan tergesa-gesa di kantor polisi dan terlihat kesal atas segala informasi yang ia dengar dari salah satu aparat ditempat itu.
"Diam dan hubungi saja pengacara untuk membebaskan ku !" Yoongi berucap ketus terhadap bawahannya.
"Masalah nya Tuan menghajar secara brutal seseorang tanpa alasan !"
"Bagaimana Tuan akan membela diri ?" wanita itu kembali dibuat frustasi oleh boss nya sendiri.
Yoongi menggaruk kepalanya.
Pria itu kembali diam tak mengeluarkan suara.
"Aku melakukannya bukan tanpa alasan Wen !"
"Aku benci pria itu !" Yoongi menatap tajam tembok dihadapan nya.
"Dia selalu saja mengecewakan adikku !"
"Apa Tuan akan membela diri dengan alasan seperti itu ?" Wendy kembali menanggapi kalimat Yoongi dengan menghela nafas kasar.
"Tuan tahu jika berita ini sampai ke tangan media, semua proyek kerjasama perusahaan kita bisa saja dibatalkan karena kelakuan Tuan sendiri !"
"Tolong sekarang lebih berhati-hati, saya bingung karena Tuan sama sekali tidak peduli dengan hal ini ?"
"Apa Tuan sengaja ingin menjatuhkan perusahaan sendiri ?" Wendy berbicara panjang lebar dan tampak mengomel pada Yoongi.
"Diam lah !"
"Kau membuat ku semakin pusing !" Yoongi kembali berucap ketus, pria itu juga sama sekali tak menghiraukan perkataan sekretaris nya.
"Apa perkataan Tuan Namjoon bisa dipercaya ?" Hana bergumam perlahan, gadis itu nampak menyandarkan kepalanya.
"Tenanglah semua pasti akan baik-baik saja !" Taehyung menggenggam tangan Hana dan mencoba menenangkannya meskipun ia tengah mengendalikan mobilnya.
"Bukan Kak Namjoon yang melaporkan Yoongi ke kantor polisi," Taehyung berucap dan melirik sekilas pada wajah cemas Hana.
"Maksud Tuan ?" Hana menoleh tampak menuntut penjelasan pada Taehyung.
"Ibu."
"Dia yang melayangkan gugatan itu !" Taehyung kembali berucap tanpa memperhatikan Hana yang sedari tadi melihat wajahnya.
"Aku yakin jika Kak Namjoon yang ke kantor polisi dan memberi keterangan semua pasti akan beres !" Taehyung kembali tersenyum serta terlihat bangga mengingat Namjoon.
"Kakak ku itu jauh berbeda dari ibunya, Hana !"
"Dia selalu dipenuhi karisma serta kasih sayang."
"Jadi Kau jangan khawatir khawatir !" Taehyung kembali tersenyum menatap mata gadis disebelahnya.
Hana turut tersenyum mendengar kalimat Taehyung.
"Haruskah kita ke kantor polisi sekarang ?" Taehyung tampak meminta persetujuan pada Hana.
"Saya lebih baik pulang ke rumah Tuan,"
"Terimakasih dan maaf jika saya terlalu merepotkan Tuan,"
Taehyung hanya tersenyum sembari menggenggam tangan Hana.
"Aku akan tetap berada di sampingmu Hana,"
"Tak apa meskipun hanya sebagai seorang teman, yang terpenting aku bisa selalu berada didekat mu !" Taehyung kembali tersenyum dan berbicara dalam hatinya.
Sepanjang perjalanan Hana hanya terdiam sembari menutup mata.
Taehyung yang terpaku menatapnya membuat pria tampan itu semakin mengagumi pesona serta ketulusan hati Hana.
"Apa kau lelah Hana ?" Taehyung bergumam perlahan, namun tak ada jawaban dari gadis yang berada di sampingnya.
Hana tertidur.
__ADS_1
Gadis itu, bukan hanya fisik nya yang lelah namun batinnya yang turut lelah membuat ia mencoba melarikan diri dari kenyataan dengan cara bermimpi.