
"Aaaah sialan !" Irene berteriak dan membanting semua yang dapat diraih oleh tangan nya.
"Kenapa kau se_tega ini padaku Taehyung aa ?" gadis itu akhirnya menangis setelah berhasil membuat gaduh isi kamarnya.
Rencana yang dilakukan Irene untuk menjebak Taehyung dan membuat rusak tubuh Hana berakhir sia-sia.
Gadis itu benar-benar tak menyangka Taehyung sang pemilik hatinya begitu protektif terhadap gadis yang hendak ia celakai.
"Kenapa Tuan ada disini ?" Hana terbangun tatkala Taehyung mencoba memindahkan tubuhnya di atas ranjang apartemen nya.
"Kau baik-baik saja ?" pria itu nampak begitu mencemaskan kondisi Hana.
"Kepala saya pusing Tuan !" Hana berucap dengan mata setengah terpejam dan tangan yang terus memegangi kepala.
"Tenanglah kau aman sekarang," Taehyung kembali tersenyum dan membantu Hana untuk duduk.
Taehyung, pria itu masih terduduk diam dan memperhatikan gerak-gerik Hana di atas ranjangnya.
"Apa yang ingin kau lakukan ?" pria itu terkejut dan dengan seketika menahan tangan Hana yang hendak melepas hoodie yang ia kenakan.
"Entah, badan saya terasa panas Tuan !" Hana menjawab dengan nada lemah serta raut wajah yang terlihat begitu cemas.
"Apa mereka memberinya alkohol ?" pria tampan itu kembali berbicara dalam hatinya.
"Jangan lakukan itu !"
"Akan ku ambilkan baju ganti,"
"Ingat jangan melepas pakaian yang kau kenakan sebelum aku kembali !"
"Kau paham ?" Taehyung nampak memberikan instruksi pada gadis yang ia bawa ke apartemennya.
Gadis itu hanya mengangguk perlahan.
Taehyung terlihat panik, ia beranjak dan nampak kembali dengan t-shirt oversize ditangannya.
"Apa yang terjadi padaku ?" Hana begitu nampak berkeringat, rasa panas begitu terasa dan dengan cepat menjalar di seluruh tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan !" Taehyung hampir tak berkedip menatap tubuh polos Hana yang hanya mengenakan busana dalam wanita ketika ia kembali dan melangkah mendekati ranjangnya.
Ya, hoodie maroon yang dikenakan Hana telah terlepas dari tubuhnya.
Taehyung dengan segera menarik selimut dan menelungkup kan kain putih itu pada tubuh gadis dihadapannya.
"Saya tidak mau memakai ini," Hana kembali melempar selimut yang digunakan Taehyung untuk menutupi tubuhnya ke sembarang arah.
"Ini terlalu panas," gadis itu akhirnya merengek tanpa sadar.
Taehyung, pria itu tampak frustasi dan menelan saliva nya saat mendapati Hana yang terlihat menampilkan kembali tubuh polosnya.
"Ayolah Hana, jangan menggodaku !" Taehyung memejamkan matanya dan membuang nafas perlahan.
"Pakai baju ini sekarang !" ia kembali mencoba memaksa Hana untuk mengenakan t-shirt nya dari belakang.
"Kenapa Tuan selalu memaksa ?" gadis itu justru berbalik badan dan membuat mata keduanya saling bertatapan.
"Kumohon jangan seperti ini Hana !"
"Atau aku akan benar-benar memakan mu malam ini !" Taehyung kembali memalingkan wajahnya, ia mencoba untuk tak memperdulikan tingkah Hana.
Aset pribadi milik tubuh Hana yang menempel pada dada bidang Taehyung membuat pria itu kembali memejamkan mata dan mencoba untuk mempertahankan kewarasan nya.
"Kenapa Tuan begitu tampan malam ini ?" Hana justru nampak tersenyum serta mengalungkan kedua tangannya pada pundak Taehyung.
"Diam dan kenakan pakaian mu dengan benar !" pria itu terlihat begitu kesulitan memasang kan baju pada tubuh mungil Hana yang terus bergerak dan tak bisa diam.
"Tuan saya tidak mau mengenakannya," Hana kembali mencoba untuk melepas pakaian yang telah berhasil Taehyung pasangkan pada dirinya.
"Jangan, lihat aku !" Taehyung mengguncang perlahan tubuh Hana, ia mencoba untuk menyadarkannya.
"Sadarlah, kau bukan seorang ****** kan ?"
"Tuan," gadis itu menatap sayu wajah pria dihadapannya.
"Saya hanya kepanasan dan saya juga pusing !" mata Hana kian berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kenapa semua orang selalu meninggikan suaranya terhadap diri saya?"
"Berkali-kali mereka menyebut saya dengan kata ****** !"
"Sekarang Tuan juga mengatakan nya !"
"Atau saya yang memang bodoh karena tidak mau membela diri ?" gadis itu tersenyum bahkan tertawa.
"Apa karena saya cacat ?" raut wajah Hana kembali terlihat linglung.
"Apa orang seperti saya tidak layak dihargai Tuan ?" Hana meracau meluapkan segala isi hatinya tanpa sadar.
"Saya ...,"
"Kenapa saya jadi seperti ini ?" Hana tertunduk lesu kalimat nya kian tak terdengar, ia kembali sedikit mendapat kesadarannya.
Gadis itu akhirnya terisak dengan buliran air mata yang telah terjun membasahi pipinya.
Mendengar hal itu hati Taehyung turut tersayat.
Pria itu kembali membawa Hana dalam pelukannya.
"Tenanglah,"
"Aku disini untukmu,"
"Sampai kapanpun, aku akan tetap berada disisi mu Hana !"
"Maafkan aku," Taehyung kembali menatap wajah Hana.
"Jangan dengarkan mereka Cantik !"
"Mereka hanya iri padamu !" Taehyung berucap perlahan sembari mengusap air mata Hana.
Yoongi, kakak lelaki Hana malam itu terlihat kalut karena tak menemukan keberadaan adik bungsunya.
"Dimana dirimu Hana !"
"Maafkan aku !"
Ia bahkan mencoba untuk mengunjungi apartemen Namjoon untuk mencari keberadaan Hana.
"Hyeong ?" Namjoon nampak bingung dengan kehadiran kakak dari tunangannya.
"Dimana Hana ?"
"Kau menyembunyikan nya ?"
"Atau Ibumu yang menculik nya ?" Yoongi berbicara turn the points pada sahabat nya.
"Tunggu Hyeong,"
"Ada apa sebenarnya ?"
"Apa lagi yang terjadi pada Hana ?" raut wajah Namjoon kini berubah cemas seketika.
"Jadi dia benar-benar tak berada disini !" mata Yoongi menelisik ruang apartemen Namjoon.
"Tolong jelaskan padaku yang sebenarnya Hyeong !" Namjoon mulai menaikkan nada suaranya.
"Diam lah,"
"Itu sudah bukan urusanmu !"
"Aku pasti akan menemukan nya !" Yoongi mengacuhkan Namjoon dan berlalu pergi.
Malam itu Taehyung tersenyum bangga, ia bahagia karena gadis yang begitu ia impikan akhirnya selamat dan terlelap tidur dalam dekapannya.
"Kita akan memulai nya perlahan Hana,"
"Aku tak akan pernah memaksa mu !" pria itu kembali membelai surai rambut Hana.
"Aku akan menunggu dengan sabar untuk bisa mengetuk serta memasuki pintu hatimu," senyuman indah itu nampak tak luntur dari wajah tampannya.
"Dirimu satu-satunya gadis yang bisa membuat diriku menahan hawa nafsu ku !" suara Taehyung terdengar begitu berat.
__ADS_1
"Padahal aku bisa saja menyewa wanita panggilan untuk memuaskan hasrat ku saat melihat tubuh polos mu !"
"Tapi kenapa kini aku tak bisa melakukan itu ?" Taehyung menanyakan hal yang mustahil ia lakukan dalam dirinya sendiri.
"Kau benar-benar membuat ku gila Hana !" pria itu sama sekali tak terlihat bosan memandangi wajah gadis yang tengah terlelap di pelukan nya.
Yoongi yang tak menemukan keberadaan Hana malam itu terlihat mengamuk meluapkan amarahnya terhadap Jihyo.
Jihyo yang terlihat ketakutan itu pun akhirnya memutuskan untuk pergi dan bermalam di apartemen Namjoon.
"Apa aku boleh bermalam disini Oppa ?"
"Aku tak tahu lagi harus kemana," Jihyo berucap serta memelas pada tunangannya.
"Masuklah,"
"Ada apa sebenarnya ?"
"Kakakmu tadi juga sempat datang kemari !" Namjoon membawa ransel Jihyo dan mengajaknya memasuki apartemen nya.
"Kak Yoongi ?"
"Dia mencari Hana kemari ?" Jihyo yang kelepasan akhirnya menutup mulutnya.
"Apa Hana tak berada di rumah ?" Namjoon turut melontarkan pertanyaan.
"Itu ...," ucapan Jihyo tertahan, gadis itu nampak memikirkan sesuatu dalam benaknya.
"Apa Irene benar-benar menculik Hana ?" Jihyo kembali berucap dalam hati.
"Jihyo !"
"Jawab aku !"
"Apa Hana pergi dari rumah ?"
"Apa kau mengusir nya ?" raut wajah Namjoon yang berubah cemas membuat pria itu seketika menghujani tunangan nya dengan berbagai pertanyaan tentang Hana.
Pagi itu Hana terperanjat begitu membuka mata.
"Apa yang telah terjadi ?" ia menatap sekeliling ruangan dan mencoba mengingat semuanya.
"Apa diriku benar-benar telah dijual ?" raut wajahnya berubah ketakutan.
Derap langkah kaki seseorang kembali membuat nya menyembunyikan diri dibalik selimut.
"Dirimu belum bangun sayang ?" Taehyung kembali membelai pipi Hana yang terlihat menutup matanya.
"Suara itu ?" Hana begitu mengenal suara seseorang yang tengah membelai pipinya.
Dengan segala keberanian ia mencoba untuk membuka mata,
"Tuan," seketika Hana memeluk Taehyung dan bernafas dengan lega.
Taehyung yang mendapati reaksi Hana setelah melihat dirinya turut merasa bahagia.
"Apa Tuan yang telah membeli saya dari wanita itu ?" gadis itu kembali tersadar dan melepaskan pelukannya seketika.
"Siapa yang menggantikan pakaian saya Tuan ?" Hana semakin terkejut menyadari warna bajunya yang telah berbeda.
Taehyung hanya diam tersenyum menatap kepanikan pada wajah Hana.
Pria itu justru kembali menggodanya.
"Kau tahu Hana,"
"Dirimu sungguh sangat seksi tadi malam !" pria itu berucap sembari menggigit bibir bawahnya.
"Apa ?" Hana semakin membulat kan matanya.
"Apa kita ..., ?"
"Itu tidak mungkin terjadi kan Tuan ?" Hana menggulirkan begitu banyak pertanyaan dan mengikuti langkah Taehyung menuju meja makan.
"Makanlah terlebih dulu," Taehyung tak menghiraukan ucapan Hana dan dengan santai menikmati sarapannya.
__ADS_1
Hana yang masih nampak kebingungan hanya menatap lesu makanan dihadapannya.