
Tiga bulan berlalu,
Jihyo nampak gugup dalam ruang makeup, gadis itu tak hentinya mencari sosok Hana adik bungsunya.
"Kau darimana saja Hana ?" Jihyo kembali berucap dengan nada cemas saat Hana kembali terlihat menghampiri nya.
"Maaf kak, ada sedikit keperluan di belakang !" gadis itu menanggapi kalimat pertanyaan dari Jihyo dengan setengah berbisik ditelinga kakak perempuannya.
"Diriku sungguh gugup Hana !" Jihyo, kakak perempuan Hana itu nampak kembali menggenggam tangan adik bungsunya.
"Kakak sungguh lucu jika bersikap seperti ini !"
"Dimana sosok kak Jihyo yang jutek, keras kepala, dan pemberani itu ?" Hana kembali berucap setengah tertawa untuk menggoda Jihyo.
"Diam lah Hana !" gadis itu kembali merengek sembari menutup matanya.
"Baiklah Nyonya Kim Namjoon !" Hana berbicara dan kembali berbisik ditelinga kakak perempuannya.
"Kau benar-benar membuat ku kembali gugup !" Jihyo justru kembali nampak berkaca-kaca saat menanggapi kalimat Hana.
"Jangan menangis, makeup kakak bisa rusak nanti !" Hana kembali menempelkan tisu perlahan pada area mata kakak perempuannya.
Hari itu merupakan hari dimana Namjoon dan Jihyo melangsungkan ikrar janji suci mereka di altar pernikahan.
Semua orang nampak tersenyum haru melihat kedua mempelai yang begitu anggun serta gagah saat mengikatkan janji suci diantara keduanya.
"Jadi kapan giliran kita sayang ?" Taehyung menunduk serta berbisik perlahan pada telinga Hana yang berdiri di samping tubuhnya.
"Apa maksud Tuan ?" Hana seketika menoleh dan mendongakkan kepala untuk menatap kekasihnya.
"Kapan kita menikah ?" Taehyung kembali mengulang kalimat pertanyaan nya pada kekasih hatinya.
"Tuan, tolong jangan bahas ini sekarang !" Hana kembali menarik tangan Taehyung hingga pria itu tertunduk dan kembali berbisik ditelinga pria nya.
"Baiklah kita bahas nanti di kamar ku !" Taehyung kembali tersenyum dan berbisik menggoda Hana.
Tuan Kim nampak tersenyum melihat tingkah putra keduanya bersama Hana.
Taehyung kembali menggenggam tangan Hana dan menyiratkan sebuah sentuhan sensual pada jemari Hana tatkala sang mempelai saling berciuman di altar pernikahan.
"Tuan hentikan !" Hana kembali berucap perlahan dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
"Kau ini kenapa sayang ?" Taehyung kembali tak menghiraukan ucapan Hana dan membuat gadis itu nampak kebingungan karena ulahnya.
__ADS_1
Sepanjang berada di acara pernikahan kakaknya, Taehyung sama sekali tak membiarkan Hana terlepas dari pengawasannya.
Hal itu Taehyung lakukan karena ia tahu Irene hadir bersama dengan sepupunya di acara pernikahan Jihyo dan Namjoon.
Sorot mata pria itu semakin tajam dengan wajah datar saat mendapati Irene sedang berjabat tangan dan memeluk sang mempelai wanita.
"Kita pergi dari sini sekarang Hana !" Taehyung akhirnya menarik perlahan tangan Hana dan membawa gadis itu pergi bersamanya.
Yoongi dan juga Wendy yang semula berbincang hangat bersama Hana, nampak kompak menampilkan raut wajah heran terhadap sikap Taehyung.
"Ada apa dengannya ?" Yoongi bergumam perlahan dihadapan Wendy yang kini telah mengisi hatinya.
"Lihatlah calon adik ipar mu itu Tuan !"
"Dia sangat posesif juga menunjukkan rasa cintanya pada Hana." Wendy berucap dengan tersenyum sembari memperhatikan kepergian Taehyung juga Hana dari hadapan mereka.
"Lalu kenapa ?" Yoongi akhirnya membuka suara dan melontarkan pertanyaan pada asistennya.
"Tuan ini terlalu kaku !" Wendy kembali berucap dengan nada kecewa.
"Aaaaah, apa perlu aku melamar mu sekarang ?" Yoongi menatap Wendy dan kembali berbicara dengan sesuka hatinya.
Wanita itu akhirnya tertunduk dan kembali salah tingkah oleh perkataan Yoongi, pria dingin yang selama ini telah mencuri hati Wendy.
"Tapi percayalah, aku selalu berusaha untuk mencintai mu dengan sepenuh hati Wen !" pria pucat kakak lelaki Hana itu kembali berbicara dengan memeluk tubuh Wendy.
"Terimakasih Tuan !" Wendy turut memeluk erat tubuh Yoongi sembari berucap dalam menanggapi kalimat dari kekasih hatinya.
Suasana pantai yang begitu tenang sore itu membuat Taehyung juga Hana tak berhenti mengagumi keindahan pemandangan dihadapan mereka.
"Apa kau bahagia ?" pria tampan kekasih Hana itu kembali tersenyum serta melontarkan pertanyaan pada kekasihnya.
Hana hanya tersenyum mengangguk sembari memainkan pasir yang telah menimbun salah satu kakinya.
Gadis itu sama sekali tak menghiraukan Taehyung yang selalu memperhatikan wajah manisnya.
"Jadi, kapan kita akan menikah ?" Taehyung kembali mencoba mengalihkan perhatian Hana dari pasir terhadap dirinya.
"Lihat mataku saat aku berbicara Hana !" Taehyung berucap dengan serius dan seketika menarik pinggang ramping Hana hingga gadis itu menatap dirinya.
"Tuan !" Hana nampak begitu terkejut, ia juga sedikit merinding dengan tatapan Taehyung.
Pria itu hampir tak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
"Kapan kita akan menikah ?" Taehyung kembali mengulang kalimatnya dengan wajah serius dihadapan Hana.
"Saya ...," Hana berucap terbata, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, gadis itu bahkan mencoba untuk melepas dekapan Taehyung dari tubuhnya.
"Jawab !, dan jangan pernah mencoba untuk kabur dariku Hana !" Taehyung semakin menatap dalam manik mata Hana, wajahnya yang begitu serius semakin menampilkan tulang rahangnya yang begitu tegas.
"Kenapa Tuan Taehyung jadi seperti ini ?"
"Apa diriku membuat kesalahan padanya ?" Hana justru tertegun dan berbicara dalam hati meskipun pandangan nya tak teralihkan dari mata kekasihnya.
"Tuan, tolong jangan seperti ini !" gadis itu kembali berucap dengan suara memelas dihadapan Taehyung.
"Tuan membuat saya takut !"
"Kau yang membuat ku seperti ini Hana !" Taehyung kembali menahan tangan Hana yang mencoba untuk memberontak dan ingin melepaskan diri darinya.
"Apapun yang ku inginkan, akan selalu berhasil ku dapatkan !"
"Entah bagaimana pun caranya !, kau ingat bukan tentang ucapan ku waktu itu ?" pria tampan itu kembali mengingatkan Hana atas percakapan pada masa lalu mereka.
"Aku ingin memiliki dirimu seutuhnya sayang !" Taehyung kembali berucap dengan memperhatikan mata serta bibir Hana.
"Bukankah saya sudah menerima Tuan sebagai kekasih saya ?" Hana menjawab dengan suara terbata, gadis itu masih tak menyangka Taehyung akan memperlihatkan sisi garang dalam dirinya.
"Hanya kekasih ?, apa kau tak akan menerima diriku sebagai suami mu ?"
"Jadi kau ingin mempermainkan diriku ?, dan menolak untuk menikah dengan ku ?" wajah serius pada pria itu sama sekali tak luntur hingga saat ini, Hana kembali dibuat gugup oleh perlakuan kekasihnya sendiri.
"Bukan seperti itu maksud saya Tuan !" gadis itu mencoba untuk tenang, meskipun tubuhnya kini nampak bergetar karena ulah Taehyung yang tengah menyusuri tengkuk lehernya.
"Tuan tolong hentikan !" Hana kembali mendorong perlahan dada Taehyung untuk menghentikan aktivitasnya.
"Diriku tak akan segan-segan menghamili mu lebih dulu, jika kau benar-benar merencanakan untuk kabur dariku Hana !" Taehyung kembali berucap dengan nada serius sembari menatap wajah Hana.
Cuuuup.
Hana akhirnya menempelkan bibirnya pada bibir Taehyung, pria itu seketika terdiam.
Raut wajahnya berubah seketika saat Hana memberikan ciuman sekilas pada bibirnya.
"Kau ?" Taehyung kembali menarik tengkuk leher Hana dan membuat gadis itu menikmati kecupan darinya dengan menutup mata.
Degup jantung Hana semakin berdebar tak beraturan, ia mencoba untuk menghentikan ciuman Taehyung namun pria itu justru menggenggam dan meletakkan tangan Hana pada pundaknya.
__ADS_1
Tak adanya jarak diantara keduanya, membuat sepasang kekasih yang telah lama bersama itu akhirnya saling beradu bibir untuk mendapatkan ciuman pertama dalam hubungan mereka dibawah langit senja.