
Semuanya nampak terdiam di ruang tamu rumah Hana sore itu.
Yoongi, pria itu sengaja duduk ditengah-tengah Taehyung dan Hana.
"Kenapa kau masih saja berada disini ?" Yoongi menoleh pada Taehyung dan menatap tajam pria itu.
"Seharusnya kau itu langsung pulang saja !" kakak lelaki Hana itu kembali menampilkan raut wajah masam di hadapan Taehyung.
"Apa maksudmu Hyeong ?"
"Adikmu lah yang mengajak ku masuk terlebih dahulu !" Taehyung menanggapi kalimat Yoongi dengan memalingkan wajahnya.
"Benarkah seperti itu Hana ?" Yoongi akhirnya melontarkan tanya pada Hana yang sedari tadi hanya diam dan tertunduk memainkan jemarinya.
"Iya Kak !"
"Saya hanya ingin mengobati luka memarnya !" gadis itu berucap dengan perlahan.
Yoongi menghela nafas dan kembali terdiam menatap Hana.
"Kau pergilah dari sini sekarang juga !" Yoongi mendorong perlahan tubuh Taehyung dan membuat pria itu akhirnya beranjak meninggalkan rumah Hana.
"Hana, jagalah dirimu baik-baik !" kalimat itu keluar dari mulut Taehyung sebelum akhirnya pria itu melangkah dan menghilang dibalik pintu mobilnya.
"Kenapa kakak begitu kasar padanya ?" Hana mencoba untuk kembali berbicara pada kakak lelakinya.
"Apa kau tak menyukainya ?" pria itu, menjawab dengan nada ketus dihadapan Hana.
"Jawab Hana, kau tak menyukai jika diriku berlaku kasar padanya ?"
Hana menggeleng perlahan,
"Apa kakak tahu ?"
"Tuan Taehyung yang menyelamatkan saya malam itu !"
"Kalau tidak ada dirinya, saya mungkin tidak bisa kembali ke rumah ini."
"Dia tidak seburuk yang kita pikirkan Kak !" Hana memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya pada Yoongi.
"Saya, justru merasa nyaman saat bersamanya !" sekilas senyuman nampak terlihat dibibir Hana.
Yoongi, pria itu tak menjawab dan memilih pergi untuk kembali ke kamarnya.
"Aaaaaaggghhhh, apa Hana juga mencintai nya ?"
"Tidak mungkin, gadis kecil kesayangan ku tidak mungkin memilih pria itu !"
"Hana hanya akan menyayangi ku !"
"Aku lah yang berhak atas diri Hana, cuma diriku !" Yoongi berteriak histeris dan melempar vas bunga pada cermin di kaca almari besarnya.
Mendengar kegaduhan di kamar kakak lelakinya, membuat Namjoon dan Jihyo yang baru tiba turut melangkah mengikuti Hana menuju kamar Yoongi.
"Apa yang terjadi Hyeong ?" Namjoon akhirnya membuka suara saat pintu kamar Yoongi ia buka secara paksa.
"Kakak !" Jihyo dan Hana turut terkejut dan berteriak seketika saat melihat jemari Yoongi yang kembali berlumuran darah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Kak ?"
"Kenapa Kakak seperti ini ?" Hana mengguncang perlahan tubuh kakak lelakinya yang terdiam dengan wajah dingin nya.
"Aku hanya ingin mengusir dia dari diriku !" pria itu kembali berucap tanpa menampilkan ekspresi apapun meskipun luka tangannya nampak memprihatinkan.
"Apa maksudmu Hyeong ?" Namjoon nampak bingung menatap Yoongi dan bertanya dalam hati.
"Oppa, maaf sepertinya kita tidak bisa pergi ke bioskop hari ini !"
"Aku tidak mungkin membiarkan Hana mengurus kak Yoongi seorang diri Oppa !" Jihyo nampak lesu saat harus membatalkan rencana Namjoon yang hendak mengajaknya menonton film.
"Tak apa sayang !"
"Aku bisa mengerti, kita bisa pergi lain kali."
Namjoon, pria itu tersenyum seraya berpamitan pada Jihyo untuk kembali ke apartemennya.
"Kak ...," Hana kembali berucap lembut saat membuka suara.
"Kenapa selalu melukai tangan seperti ini ?" ia masih dengan telaten fokus membersihkan darah dan mengobati luka pada jemari Yoongi.
Namun pria itu nampaknya tak memiliki rasa sakit, wajah datarnya tetap ia tampilkan dihadapan Hana.
"Hana !" Yoongi menghentikan pergerakan tangan Hana.
"Aku cemburu !" kalimat itu akhirnya terucap begitu saja dari bibir Yoongi.
"Kenapa kau begitu memujinya ?"
"Kenapa kau memperhatikan nya Hana ?" Yoongi akhirnya meninggikan suaranya.
"Tidak aku tidak ingin mendengar apapun !"
"Kau hanya akan menjadi milikku Hana !"
"Tidak Kak !" Hana kembali menyanggah perkataan Yoongi.
"Tolong, ingatlah kita ini saudara !" gadis itu tertunduk tak menyangka dengan semua perkataan Yoongi.
"Kau bukanlah adikku Hana, aku mohon !"
"Tidak ada hubungan darah diantara kita !" pria itu menggenggam tangan Hana, dan akhirnya mencoba untuk mencium paksa bibir Hana.
"Tolong lepas Kak !" Hana mendorong tubuh Yoongi hingga ia terduduk kembali di ranjang nya.
"Kau berani melawan ku sekarang ?" Yoongi tersenyum sinis menatap Hana dengan raut wajah cemasnya.
"Apa karena Taehyung ?" Yoongi kembali menarik tangan Hana yang hendak beranjak dari tempat tidurnya.
"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tuan Taehyung Kak !" Hana kembali mencoba untuk menepis belaian tangan Yoongi dari bibirnya.
"Bukankah sudah pernah ku peringatkan padamu Hana ?"
"Jaga bibir ini hanya untuk diriku !" Yoongi membuat Hana tak mampu melawannya.
Cengkeraman tangan Yoongi yang begitu kuat meskipun sedang terluka membuat Hana tak mampu menghindari kecupan brutal Yoongi pada bibir nya.
__ADS_1
"Mmmmmphh," suara Hana terbungkam oleh kelakuan Yoongi yang dengan sengaja ******* bibirnya.
"Hanya diriku yang boleh mendapatkan ini darimu Hana !" Yoongi memancing Hana untuk mengikuti permainan lidahnya.
"Tolong lepaskan saya Kak !" Hana berucap lemah dengan buliran air mata yang tengah membasahi pipinya.
"Tidak Hana, aku mencintaimu !
"Dan aku tidak ingin melepaskan mu !" pria itu sepertinya tengah gelap mata karena kecemburuan yang menyelimuti hatinya.
"Kak Suga !" Jihyo berteriak memanggil nama kakak lelakinya.
"Buka pintunya !" ketukan pintu dari tangan Jihyo akhirnya membuat Yoongi melepaskan Hana.
"Apa mau mu !" pria itu membentak Jihyo dengan seketika.
"Apa yang telah kakak lakukan ?" Jihyo menjawab dengan tak kalah meninggikan suara.
"Sadarlah Kak !" Jihyo menghampiri serta membawa Hana bersamanya.
"Hana bukan kekasih mu !" gadis itu mencoba untuk memperingatkan Yoongi sang kakak lelaki.
"Hana itu adikmu !"
"Diam !" Yoongi membentak Jihyo, ia bahkan mencoba untuk melayangkan sebuah tamparan keras pada pipi Jihyo.
"Kakak hentikan !" bukan Jihyo, justru Hana yang akhirnya menerima tamparan keras dari sang kakak lelaki.
Gadis itu bahkan jatuh tersungkur dan mendapati sedikit bercak darah pada bibirnya.
Taehyung, pria itu nampak terkejut saat gelas yang berada pada genggamannya mendadak terlepas dan melukai dirinya.
"Apa yang terjadi ?" pria itu termenung mengingat Hana.
"Apa dia baik-baik saja ?"
"Berhati-hatilah Kim Taehyung !" suara dari ibu tirinya membuat Taehyung kembali tersadar dari lamunan.
"Kau sungguh merepotkan ku !" wanita itu mengomel pada Taehyung, ia merasa putra tirinya selalu saja senang membuat masalah dirumahnya.
"Ada apa sayang ?" Tuan Kim muncul dengan melontarkan sebuah pertanyaan.
"Lihatlah putra kesayangan mu itu !"
"Dia selalu saja merepotkan diriku !" Nyonya Kim berlalu setelah membereskan pecahan gelas kaca karena ulah putra tirinya.
"Maaf !
"Aku sungguh tidak sengaja !" Taehyung menanggapi kalimat ibu tirinya dengan membuang muka.
"Ada apa dengan dirimu Tae ?"
"Semenjak kembali dari rumah Hana, sepertinya mood mu berubah seketika !" Tuan Kim, pria paruh baya itu nampak begitu mengamati perilaku putranya.
"Entahlah Ayah, aku hanya sedang mencemaskan keadaan Hana !"
"Aku ke kamar dulu Ayah !"
__ADS_1
Taehyung nampak melangkah dan berlalu meninggalkan ayahnya.
"Kenapa kau tak menjawab panggilan dariku Hana ?" pria itu seketika mengotak-atik ponselnya begitu sampai dikamar nya.