Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Saudara Tanpa Ikatan Darah


__ADS_3

"Kak ...,"


"Kenapa semuanya jadi seperti ini ?" suara lemah Hana tampak terdengar dengan terbata.


Hana, gadis itu termenung seraya menggenggam tangan Yoongi.


Pria yang semula nampak garang itu kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Semua pasti akan membaik Hana," Taehyung berdiri di samping Hana serta membelai surai rambutnya.


"Kita pasti akan segera menemukan pendonor darah untuknya,"


"Aku sudah menyebar informasi ke instansi kesehatan yang lain demi menemukan darah yang cocok dengan Yoongi."


"Kamu jangan khawatir !" Taehyung berjongkok menghadap gadisnya seraya mengusap buliran air mata di pipi Hana.


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri,"


"Ini semua diluar kendali kita sayang !" usapan lembut tangan Taehyung pada pipinya membuat Hana merasa begitu nyaman dan menatap dalam wajah pria dihadapannya.


"Terimakasih Tuan !" Hana akhirnya tersenyum, gadis itu bersyukur karena Taehyung berada di sisinya.


Yoongi, sudah 2 hari pria itu tak sadarkan diri.


Trauma serta depresi, juga rasa bersalah pada Hana yang selama ini ia pendam seorang diri merubah pandangan lelaki itu untuk lebih protektif dan menjurus pada obsesi untuk memiliki Hana yang tak lain adalah adik bungsunya sendiri.


Yoongi bahkan melukai dirinya sendiri dan dengan sengaja menyayat urat nadi tangan kirinya saat Taehyung hendak kembali membawa Hana pergi dari rumah nya.


"Bagaimana keadaannya Hana ?" Namjoon nampak berkunjung dan datang bersama Jihyo tunangan nya.


"Kakak sama sekali belum membuka matanya dari kemarin Tuan !" Hana kembali tertunduk mengingat semua kejadian malam itu.


"Apa golongan darah Jihyo juga berbeda dari Yoongi ?" Taehyung menyela percakapan antara Namjoon dan juga Hana.


"Kau betul Tae,"


"Hasil pemeriksaan darah dari Hana dan Jihyo sama-sama berbeda !" Namjoon dengan begitu tenang memperjelas hasil tes darah yang dilakukan Hana juga Jihyo sebelumnya.


"Itu artinya, mereka bertiga bukan saudara kandung ?" Taehyung berbicara dalam hatinya seorang diri.


"Pantas saja Yoongi melakukan hal se_nekat itu pada Hana," Taehyung nampak mengalihkan pandangannya pada Yoongi yang masih terbaring dan menutup mata.


Namjoon dan Jihyo datang menggantikan Taehyung juga Hana untuk menjaga Yoongi di rumah sakit siang itu.


"Kalian beristirahat lah terlebih dulu !"


"Biar kami yang berganti untuk menjaganya disini," ucapan Jihyo yang begitu lembut pada Hana membuat gadis itu dengan sepenuh hati memeluk kakak perempuannya.


"Kak, terimakasih," mata Hana telah nampak kembali berkaca-kaca.


"Hey, jangan cengeng seperti ini !"

__ADS_1


"Cobalah untuk menjadi jutek seperti ku Hana !" Jihyo mengusap air mata pada pipi adiknya.


"Pulang dan beristirahat lah, jangan sampai kau juga jatuh sakit !"


"Kau tahu aku tak pandai merawat rumah seperti mu ?" Jihyo tersenyum dan kembali berucap dan menggoda adik yang selama ini selalu direndahkan nya.


Namjoon dan juga Taehyung seketika turut tersenyum melihat hangatnya tali persaudaraan antara Jihyo dan Hana.


"Kita makan terlebih dulu ?" Taehyung mencoba untuk memecah keheningan di dalam mobilnya.


"Saya akan memasak untuk Tuan nanti saat tiba di rumah," Hana menoleh dan menanggapi Taehyung saat itu juga


"Maaf jika Tuan jadi se_repot ini sekarang," Hana kembali menundukkan pandangannya.


"Aku justru bahagia karena bisa menemani mu kemanapun Hana," Taehyung hanya tersenyum dan menanggapi kalimat Hana dalam hatinya.


Begitu tiba dirumah, Hana seketika membersihkan dirinya dan bergegas menyiapkan makan malam bagi Taehyung juga dirinya.


"Tuan ?" atensinya teralihkan saat mendapati pria tampan yang bersamanya telah membaringkan diri dan menutup matanya di sofa.


Hana yang hendak membangunkan nya mendadak terduduk diam sembari memperhatikan wajah tampan seorang Kim Taehyung.


"Apa Tuan lelah ?" entah mengapa tangan Hana tanpa sadar telah membelai pipi Taehyung yang begitu terlihat teduh saat menutup mata.


"Maaf jika saya belum bisa membalas perasaan Tuan Taehyung," mata gadis itu nampak begitu lekat menatap wajah tampan Taehyung.


Tanpa ia sadari Taehyung justru menarik tubuh Hana untuk semakin dekat dan berakhir dalam pelukannya.


Hana, gadis itu kembali terdiam, ia sama sekali tak menolak dekapan pria tampan yang wajah nya begitu dekat dengannya.


"Tuan kita harus makan sekarang !" Hana mencoba untuk kembali membangun kan Taehyung.


"Saya sudah menyiapkan makanan untuk Tuan !" Hana nampak berucap dalam dekapan hangat pria yang selama ini mengejar hatinya.


"Diriku ingin seperti ini untuk sesaat Hana,"


"Jadi tolong diam lah !" Taehyung kembali menanggapi kalimat Hana dengan suara beratnya.


"Apa Tuan setengah tidur ?" Hana kembali mencoba untuk memeriksa kesadaran Taehyung.


"Hmmmm," hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Taehyung.


Malam itu pihak rumah sakit akhirnya memberikan kabar baik.


Yoongi berhasil melalui masa kritisnya dan telah mendapatkan donor darah sesuai dengan golongan darahnya.


Namjoon juga Jihyo tampak begitu bahagia.


"Haruskah kita memberi kabar pada Hana juga Taehyung ?" Jihyo melontarkan pernyataan itu pada tunangan yang setia duduk disampingnya.


"Ini sudah terlalu malam Sayang, biarkan saja mereka istirahat !" Namjoon nampak kurang setuju dengan pendapat Jihyo.

__ADS_1


Gadis itupun hanya tersenyum mengangguk menuruti perkataan Namjoon.


"Oppa, apa Oppa akan tetap mencintai ku meskipun aku bukan saudara kandung kak Yoongi ataupun Hana ?" kalimat itu mendadak keluar dari mulut Jihyo begitu saja.


"Apa yang kau katakan sayang ?" Namjoon menghentikan aktivitas membaca nya dan seketika menatap wajah gadis tunangan nya.


"Aku takut Oppa akan kembali mengabaikan diriku !" raut wajah Jihyo nampak kembali cemas.


"Jangan pikirkan apapun, selagi kau merubah sikap mu menjadi lebih dan lebih baik lagi !"


"Akan ku pastikan aku selalu berada di sisimu !"


"Kau paham maksud ku ?" Namjoon berucap sembari membelai lembut surai rambut gadis dihadapannya.


"Terimakasih Oppa !" Jihyo tersenyum dan memeluk Namjoon untuk seketika.


"Tidurlah sekarang, aku yang akan menjaga kakak mu !"


Namjoon membelai pipi Jihyo yang kini terbaring dipangkuan nya.


Pria itu nampak tersenyum memandangi wajah tunangan nya


"Kau benar-benar merubah sikap mu untuk ku Jihyo aa"


"Aku akan berusaha untuk semakin memberikan ketulusan ini hanya padamu !" pria manis dengan dimple di pipi itu nampak berucap seorang diri di dalam hatinya.


Hana terbangun, ia mendapati dirinya tengah terbaring pada sofa ruang tamu rumah nya.


"Kau sudah bangun sayang ?" Taehyung menyapa Hana dengan senyum yang begitu indah di bibirnya.


"Kenapa kita jadi tertidur di tempat ini Tuan ?" gadis itu nampak menyipitkan matanya saat mendapati sosok Taehyung yang telah berdiri dengan rambut yang basah dihadapan nya.


"Jadi menurut mu kita harus tidur bersama dikamar mu, begitu ?" Taehyung seketika melancarkan rayuannya terhadap Hana.


"Tuan hentikan," Hana beranjak dan melangkah menuju kamar mandi rumahnya.


"Kita bisa mandi bersama jika kau menginginkan Hana !" Taehyung kembali mencegat dan menghentikan langkah Hana.


"Apa Tuan ingin saya membunuh Tuan disini ?"


"Waaah, kau sungguh tampak menakutkan jika seperti ini !" bukan ketakutan Taehyung justru terkekeh melihat tingkah Hana.


"Jika aku terbaring lemah di rumah sakit, apa kau juga akan menangis untukku ?" Taehyung menatap dalam manik mata gadis dihadapannya.


"Apa yang Tuan katakan ?" raut wajah Hana berubah seketika.


"Jawab lah Hana," Taehyung tampak melembutkan suaranya.


"Saya ...,"


"Saya tidak tahu Tuan !"

__ADS_1


"Maaf saya harus membersihkan diri sekarang !" gadis itu mendorong perlahan tubuh Taehyung agar berpindah dari hadapannya.


__ADS_2