
Suasana sunyi kembali menghampiri Jihyo yang duduk seorang diri di kursi meja makan .
Kakak perempuan yang kini begitu menyayangi Hana, nampaknya masih begitu menikmati beberapa roti isi buatan adik perempuannya.
Atensinya teralihkan saat ia mendengar Taehyung yang memanggil nama Hana.
Jihyo beranjak perlahan dan memperhatikan Hana yang terlihat berhenti dan berbicara di depan kamar tamu dimana Taehyung berada.
"Apa Wendy juga kak Yoongi sudah pergi ?" kakak perempuan Hana itu nampak bergumam perlahan.
"Hana !" gadis itu kembali mencoba untuk memanggil nama adiknya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Apa itu tadi ?" Jihyo nampak melotot seketika.
"Tae bertelanjang dada ?" kakak perempuan Jihyo nampak semakin curiga karena melihat Taehyung yang menarik paksa tangan Hana untuk memasuki ruangannya.
"Jangan-jangan ...,"
"Hana !" Jihyo kembali melangkah terburu karena kecurigaan dalam dirinya.
Gadis itu nampak mengendap-endap meskipun berada di rumahnya sendiri.
"Telan sayang !" suara Taehyung nampak begitu lembut ketika menginstruksikan perintah pada Hana.
"Tapi Tuan, saya tidak ..." Hana mencoba menyanggah perkataan Taehyung namun pria itu kembali menyela kalimatnya.
"Telan sekarang !"
"Tidak bisa, rasanya ingin muntah !" suara Hana nampak terdengar tertahan karena menahan sesuatu dalam mulutnya.
"Ini terlalu kental Tuan !"
"Tak apa kau harus mencoba untuk terbiasa dengan ini sayang !" Taehyung terkekeh karena rengekan Hana yang terlihat begitu manja padanya.
"Telan perlahan, jangan sampai di muntah kan !" Taehyung kembali berjongkok dan memastikan Hana untuk menuruti perintahnya.
Pintu kamar tamu yang tak tertutup dengan sempurna membuat Jihyo nampak melotot saat menguping pembicaraan antara Taehyung juga Hana.
"Apa yang kalian lakukan ?" Jihyo nampak menggebu dan meninggikan suaranya.
Taehyung juga Hana nampak terperanjat dan terkejut melihat Jihyo yang tiba-tiba memasuki ruangan.
"Tae kamu benar-benar keterlaluan !"
"Apa yang kau lakukan pada Hana !"
"Dasar berandal sialan !" Jihyo yang salah paham akhirnya mendaratkan kasar tangannya pada pipi Taehyung.
"Kakak apa yang kakak lakukan ?" Hana yang tampak bingung dengan raut wajah panik, akhirnya mencoba untuk menenangkan kakak perempuannya.
"Aku hanya sedang meminta Hana untuk meminum obat berupa sirup miliknya !" pria itu berucap dengan wajah kesalnya.
"Diriku ini terlalu lelah, semua perlengkapan Hana serta obat dari rumah sakit belum sempat ku bongkar dari koper tadi malam !"
__ADS_1
"Itulah kenapa aku memaksa Hana meminumnya di sini sekarang !"
"Apa itu salah ?" Taehyung nampak kembali mengusap pipi kirinya yang terasa begitu panas.
"Ini demi kesehatan nya !" pria itu kembali berucap datar pada Jihyo.
"Apa ?" Jihyo kembali terbelalak karena pemikiran konyolnya.
"Jadi kalian tidak ..."
"Aku minta maaf !" Jihyo seketika berbalik dan pergi meninggalkan ruangan.
"Ada apa dengan kak Jihyo ?" Hana nampak bingung melihat tingkah kakak perempuannya.
"Aaaaaawwgh !"
"Ini sungguh menyakiti ku Hana !" pria tampan yang kini menjadi kekasih Hana itu kembali menampilkan drama kesakitan pada pipinya.
Hana akhirnya duduk di ranjang dan menghampiri Taehyung yang sedari tadi memegangi pipinya.
"Maafkan kak Jihyo Tuan !" gadis itu nampak membelai lembut pipi dari sang pria tampan.
"Tapi rasanya sungguh sakit Hana !"
"Tak adakah sebuah kecupan untuk mengobati nya ?" Taehyung kembali terkekeh karena melihat wajah cemas Hana.
"Tidak !"
"Bukankah Ayah Tuan sudah menunggu ?" Hana menatap dalam mata pria yang kini tengah mendekap tubuhnya.
Taehyung hanya tersenyum mengangguk sebelum akhirnya mencuri sebuah kecupan dari pipi gadis pujaannya.
"Astaga !" Jihyo nampak begitu malu dengan ulahnya sendiri.
"Seharusnya tadi aku tidak ikut campur dalam urusan mereka !"
"Kau ini bodoh sekali Jihyo aa !" gadis itu kembali melangkah cepat menuju kamarnya.
Hana nampak kembali mengiringi langkah Taehyung menuju mobil di depan rumahnya.
"Tuan berhati-hatilah !" gadis itu berucap dengan menyunggingkan senyum yang begitu manis terhadap pria tampan yang berada dihadapannya.
"Kenapa diriku masih saja merindukanmu sayang ?" Taehyung nampak enggan untuk melepaskan genggamannya dari tangan Hana.
"Siapa dirimu sebenarnya Hana ?" sorot mata tajam Taehyung kembali membuat Hana kebingungan.
"Kenapa kau lancang sekali ?"
"Berani-beraninya kau masuk tanpa permisi dan menempati ruang utama di hati ini ?" pria itu kembali tersenyum dan membelai surai rambut kekasihnya.
Hana yang mendengar perkataan Taehyung akhirnya turut tersipu malu.
"Bagaimana dengan koper Tuan ?" Hana kembali mengingat barang bawaan Taehyung sebelumnya saat pria itu datang bersamanya ke rumah.
__ADS_1
"Biarkan saja dulu itu disini sayang !"
"Ada beberapa barang milikmu yang belum kita bongkar !"
"Aku akan singgah kemari nanti malam jika memungkinkan !" Taehyung kembali menanggapi kalimat Hana dengan tersenyum menatap wajah gadisnya.
"Jika memungkinkan ?" Hana berucap dengan raut wajah kecewa seketika.
"Ada apa Hana ?" Taehyung nampaknya menyadari isi hati dari gadis yang tengah bermuka masam dihadapannya.
"Bukan apa-apa Tuan !" Hana kembali mencoba untuk tersenyum dihadapan Taehyung.
"Baiklah, aku pergi sekarang !"
"Jaga dirimu baik-baik Hana !" Taehyung akhirnya melangkah pergi meninggalkan Hana untuk melajukan mobilnya.
Hana nampak melambaikan tangan untuk mengiringi kepergian mobil Taehyung dari rumahnya.
"Kenapa diriku jadi tak rela Tuan Taehyung pergi dari sini !" Hana nampak berucap lesu dalam hati, gadis itu kembali melangkah menuju kamarnya untuk merebahkan diri.
"Diriku sungguh merindukan kamar ini !" ia akhirnya kembali menikmati betapa nyamannya ranjang sederhana yang selama ini ia tempati.
"Setelah semua yang terjadi ...," bayangan paras tampan dengan sorot mata tajam dari seorang Kim Taehyung kembali terlihat jelas di pelupuk matanya.
"Ya Tuhan, semoga kehidupan masa depan jauh lebih baik dari hari ini !" gadis itu tersenyum dan bergumam seorang diri dengan mata terpejam.
Ia nampak benar-benar bersyukur karena kehadiran Taehyung dalam hidupnya.
Hana kembali membuka mata saat suara Jihyo terdengar dan mengetuk pintu kamarnya.
"Hana aku pergi sekarang !" Jihyo nampak terlihat rapi dengan penampilan yang begitu menawan.
"Kakak sungguh cantik serta anggun sekali jika berdandan seperti ini !" Hana tersenyum dan terpukau dengan penampilan kakak perempuannya.
"Jangan menggodaku Hana, apa kau menginginkan sesuatu ?" Jihyo melirik dan tersenyum sebelum akhirnya kembali berucap ketus pada Hana, adiknya.
"Diriku sungguh tak mengenali kakak sekarang !"
"Diam lah Hana, jangan membuatku malu !" Jihyo akhirnya tersenyum dan nampak salah tingkah di hadapan Hana.
"Hyeong bagaimana jika kita berkunjung ke tempat praktek Hoseok sore ini ?" Namjoon nampak menghubungi dan memulai percakapan nya melalui sambungan telepon dengan Yoongi.
"Diriku sudah membuat janji dengannya Hyeong !" pria itu kembali memenuhi janjinya untuk mengantar Yoongi menemui sahabat psikolog, dan mencoba membantu Yoongi dalam mengatasi masalah kecemasan yang ia alami.
"Baiklah Joon !"
"Tolong kau atur semuanya, aku percayakan semua padamu !" Yoongi nampak berucap dengan penuh keyakinan pada Namjoon.
"Semua pasti akan baik-baik saja !" Yoongi kembali berucap dalam hatinya sembari memejamkan mata.
"Hana !" kalimat itu selalu terucap dalam relung hatinya setiap kali pria pucat itu menutup mata.
Pekerjaan yang menumpuk dikantornya serta tak adanya kehadiran Wendy hari itu, membuat Yoongi sedikit kewalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1