Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Air Mata Sang Casanova


__ADS_3

Malam itu Taehyung nampak mengurungkan niatnya untuk kembali menemui Hana dirumah nya.


Panggilan telepon dari Jungkook sahabat nya membuat Taehyung panik dan akhirnya membuat pria itu mengunjungi rumah Jungkook.


"Oppa jangan pergi dari sini sebelum diriku tertidur !" Celine nampak memeluk erat tubuh Taehyung dengan suara serak karena isak tangisnya.


"Aku mohon !" gadis itu kembali memelas dihadapan Taehyung, pria yang selalu ia impikan sepanjang hidupnya.


Taehyung hanya kembali terdiam, tangannya perlahan membelai surai rambut Celine.


Pria itu kembali tak tega saat mendengar cerita Jungkook, dimana Celine mengurung diri dan menangisinya selama seharian.


"Maaf !" kalimat itu akhirnya terucap dari bibir Taehyung.


"Tak apa, asal Oppa tetap bersamaku !" gadis itu kembali berucap sendu.


Jungkook yang sedari tadi mencoba untuk menghubungi Seokjin kembali terlihat kecewa, kakak lelakinya sama sekali tak menjawab panggilan dari dirinya.


"Dimana sebenarnya kak Seokjin ?"


"Tidak biasanya dia sulit dihubungi seperti ini !"


"Diriku sungguh tak mengerti obat mana yang harus diminum Celine saat penyakit nya kambuh seperti ini !"


Pria yang memiliki gigi kelinci itu nampak mondar-mandir dengan tangan yang senantiasa mengotak-atik ponsel miliknya.


"Hyeong ?" Jungkook seketika menghampiri Taehyung yang muncul dan melangkah keluar dari kamar adik perempuannya.


"Bagaimana dengan Celine ?, apa dia sudah tertidur ?" pria itu kembali melontarkan berbagai pada Taehyung.


"Begitu lah, kau tenang saja !, dia juga telah meminum obatnya."


"Aku harus pergi sekarang !" Taehyung kembali berucap dan berpamitan pada Jungkook sahabatnya.


"Terimakasih Hyeong !, berhati-hatilah dijalan !"


Taehyung hanya tersenyum mengangguk menanggapi kalimat Jungkook.


"Bagaimana bisa diriku menolak permintaan Jungkook ?, dia satu-satunya orang yang membantu ku ketika diriku hampir menjadi gelandangan karena ulah wanita simpanan dari ayah !" Taehyung kembali menghela nafas dalam, hati pria itu kembali diselimuti rasa kekhawatiran.


Taehyung nampak melayangkan tatapan kosongnya pada jalanan lengang dihadapannya.


***


Satu Minggu Hana lalui dengan perasaan cemas, Taehyung yang biasanya selalu datang serta berisik menghubungi nya, kini sama sekali tak ada kabar.

__ADS_1


Hana hanya beranggapan bahwa Taehyung tengah sibuk dengan segala urusan kantornya.


"Hana, apa kau jadi ikut dengan ku ?" pria pucat itu nampak menghampiri Hana yang terduduk diam dengan memainkan sendok ditangannya.


"Kemana kak ?" gadis itu akhirnya kembali berujar tanya dan menatap kakak lelakinya.


"Apa kau lupa ?, kita harus menjenguk saudara Seokjin di rumah sakit." Yoongi kembali mengingatkan Hana tentang rencananya beberapa hari lalu.


"Aaah, baiklah sebentar kak !" gadis itu seketika beranjak dan merapikan peralatan makan yang baru ia gunakan.


Setengah jam berkendara akhirnya kakak beradik itu tiba di sebuah rumah sakit.


Hana dan juga Yoongi nampak melangkah menuju sebuah ruangan dimana saudara Seokjin dirawat.


Pintu ruangan terbuka, kedua kakak beradik itu akhirnya menemui Seokjin, Jungkook, dan juga Celine yang terbaring dengan menutup mata ditempat tidur.


"Apa kami datang diwaktu yang salah ?" Yoongi berucap perlahan karena mendapati saudara perempuan Seokjin dan juga Jungkook yang tengah menutup mata.


"Tidak Hyeong !" Jungkook nampak kembali semangat untuk berbicara saat melihat Hana yang meletakkan buah tangan pada meja didekatnya.


"Dia sudah tertidur cukup lama, dan ini juga waktunya Celine untuk bertemu penyemangat hidupnya !"


"Lihat saja dia pasti akan membuka mata sebentar lagi." Jungkook berbicara panjang lebar dengan sesekali melempar pandangan pada Hana.


"Kau ikut kemari Hana ?" pria itu akhirnya mendekat dan menyapa Hana yang telah terduduk diam di samping Yoongi.


Tak lama berselang langkah seseorang kembali terdengar memasuki ruangan.


"Oppa pasti datang !" Celine seketika membuka mata dan bangkit terduduk untuk memeluk pria yang selalu hadir tepat waktu untuk dirinya.


"Aku merindukanmu Oppa." Gadis itu kembali meraih tangan Taehyung dan seketika melayangkan sebuah ciuman manis dibibir nya.


"Jangan hiraukan mereka, biasa anak muda yang tengah dimabuk asmara !" Seokjin berucap dengan setengah tertawa saat menatap Yoongi juga Hana.


Taehyung yang mendengar hal itu seketika berbalik badan dan menatap semua orang di ruang rawat Celine.


Hana nampak mematung, ia tak percaya dengan apa yang telah disaksikannya, lidahnya tercekat, gadis itu seketika tertunduk dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Maaf kak, bisakah saya keluar sebentar ?" Hana berucap perlahan pada Yoongi sebelum akhirnya beranjak meninggalkan ruangan.


"Hana ?" Taehyung tak kalah terkejut, mata pria itu membulat sempurna, dan seketika melepas genggaman Celine untuk mengejar Hana.


Yoongi kembali menghela nafas dalam, tangannya nampak telah mengepal sempurna karena ulah Taehyung.


Sementara Seokjin, Jungkook, dan Celine mereka juga nampak bingung dengan kelakuan Taehyung serta perubahan raut wajah Yoongi.

__ADS_1


"Hana !, tunggu sayang !" Taehyung akhirnya berhasil mendahului langkah kaki Hana dan membuat gadis itu terhenti dihadapannya.


"Aku bisa jelaskan ini semua !" ia kembali berbicara dan mencoba untuk meyakinkan Hana.


Hana, gadis itu hanya tertunduk mendengar semua ucapan Taehyung.


"Aku mohon Hana !, percayalah padaku !" Taehyung nampak berlutut karena menyadari ia telah membuat Hana terluka, buliran air mata juga nampak membasahi pipi Taehyung.


Hana kembali menyeka air matanya, ia menghela nafas dalam sebelum akhirnya turut berlutut menatap wajah Taehyung, kekasihnya.


"Kenapa Tuan menangis ?, apa Tuan tidak malu menangis ditempat seperti ini ?" gadis itu berucap lembut sembari mengusap air mata di pipi Taehyung.


"Hana ?" Taehyung seketika memeluk erat tubuh kekasihnya dengan air mata yang kembali lolos begitu saja.


"Kita pergi sekarang, aku mohon izinkan diriku menjelaskan semuanya Hana !" pria tampan itu kembali menarik perlahan tangan Hana dan beranjak untuk membawa Hana menuju mobilnya.


Hana kembali menatap wajah lesu pria yang kini menggenggam erat jemari tangannya.


"Hati ku memang sakit !, tapi kenapa diriku tak bisa marah padanya ?" gadis dengan paras manis itu kembali bertanya dalam diam.


"Melihat air mata yang turut jatuh di pipinya, membuat diriku kembali lemah dan melupakan segala emosi yang hampir menguasai." Hana kembali berucap seorang diri meskipun pandangan matanya tak teralihkan dari wajah Taehyung.


Taehyung akhirnya mengajak Hana berkendara begitu lama, hingga keduanya tiba disebuah danau yang begitu sejuk dengan pemandangan hijau disekitarnya.


Pria itu kembali membuat Hana duduk berhadapan dengannya.


"Maaf !" kalimat itu merupakan kalimat pertama yang keluar dari bibir Taehyung.


"Maaf karena tak memberimu kabar selama satu pekan ini sayang !" buliran air mata kembali membasahi pipi Taehyung saat ia berbicara dan menjelaskan permasalahan nya kepada Hana.


Taehyung benar-benar menceritakan semuanya tentang penyakit Celine, tentang masa lalu mereka, tentang persahabatan nya bersama Jungkook terhadap Hana.


Tak ada satupun yang ia tutupi dari gadis yang kini duduk terdiam, menatap dan mendengar semua perkataan dari bibirnya.


Senyum dibibir Hana kembali membuat mata pria itu berbinar.


"Apa dirimu percaya padaku sayang ?" Taehyung kembali menatap mata Hana, pria itu masih nampak sesenggukan saat melontarkan pertanyaan pada kekasihnya.


"Kenapa Tuan jadi cengeng seperti ini ?" Hana kembali menghapus air mata Taehyung dari pipinya.


"Diriku sungguh takut kehilanganmu Hana !, diriku takut jika kau membenciku !" pria itu nampak berucap dan kembali menangis pada ceruk leher kekasihnya.


"Diriku mempercayai mu Tuan !" Hana akhirnya kembali berucap untuk meyakinkan pria yang tak kunjung berhenti menangis dalam dekapannya.


"Apapun yang terjadi, tolong jangan meninggalkan saya sendirian !" Hana kembali membuat Taehyung duduk tegap dan menatap mata pria tampan dihadapannya.

__ADS_1


Taehyung nampak tak melepas genggaman eratnya pada jemari tangan Hana, pria itu juga menyematkan sebuah ciuman manis di bibir Hana sebelum akhirnya kembali membawa Hana dalam dekapan tubuhnya.


__ADS_2