
Jihyo terbangun karena ponselnya yang terus saja berdering.
Gadis itu menampilkan wajah masam saat mengetahui siapa sang pemilik panggilan.
"Ada apa lagi Kak ?"
"Apa kau mengetahui dimana Hana ?"
"Jawab !" suara nampak terdengar begitu menginterogasi.
"Bagaimana aku bisa tahu ?"
"Kakak lihat sendiri aku berada dikamar semalam sebelum akhirnya kakak membentak dan menyuruh ku keluar," Jihyo berucap dengan nada malasnya.
"Jika sampai masalah ini ada sangkut pautnya dengan dirimu, aku tak akan pernah mengampuni mu Jihyo !" perkataan Yoongi kembali terdengar begitu tegas.
Ancaman Yoongi seketika membuat bulu kuduk Jihyo berdiri.
"Kenapa kakak tidak mencoba untuk menanyakan nya pada Taehyung ?" gadis itu menanggapi kalimat kakaknya dengan suara yang sedikit terbata-bata.
"Taehyung ?"
"Tentu, lelaki itu juga dekat dengan Hana bukan ?" Jihyo mengalihkan pembicaraan Yoongi dan menuduh Taehyung.
"Berikan padaku nomor ponsel dari berandal itu secepatnya."
Yoongi mengakhiri panggilan nya.
Ia menunggu dengan cemas notifikasi pesan yang dijanjikan oleh Jihyo adik perempuannya.
"Apa benar Hana bersama Taehyung ?" Namjoon seketika turut melontarkan pertanyaan saat jemari Jihyo masih terlihat sibuk mengutak-atik layar ponselnya.
"Entahlah Oppa, diriku hanya menebak saja !" Jihyo berucap dengan menghela nafasnya.
"Apa sebenarnya yang telah terjadi pada Hana Jihyo ?" Namjoon kembali menuntut jawaban dari pertanyaan yang sebelumnya sempat ia ajukan.
"Kak Yoongi ...,"
"Harus bagaimana aku menceritakan padanya ?" Jihyo berdecak kesal dalam hatinya.
Taehyung, pria itu tak berhenti menatap gerak-gerik Hana yang telah dengan cekatan membereskan meja makan di apartemennya.
"Tuan,"
"Bisakah saya meminta baju ganti ?" Hana berucap lembut di hadapan Taehyung yang kini tengah duduk dan terlihat fokus pada laptop nya.
"Tentu,"
"Akan ku ambilkan untuk mu !" pria itu beranjak seketika saat mendengar permintaan Hana.
"Tapi," kalimat gadis itu kembali tertahan karena memikirkan sesuatu.
"Ada apa ?" Taehyung kembali berbalik menatap gadis yang telah membuat hatinya selalu berbunga-bunga.
"Itu ...,"
"Ini sudah tidak begitu nyaman sekarang," Hana bergumam perlahan hingga suara nya hampir tak terdengar.
__ADS_1
Taehyung tersenyum, lelaki itu tampaknya mengerti dengan apa yang di maksud Hana.
"Apa maksudmu Hana, aku tak paham dengan ucapan mu !" pria itu terkekeh dalam hati dan kembali menggodanya.
"Lupakan saja Tuan, saya hanya ingin segera membersihkan diri !" tanpa pikir panjang Hana justru memasuki kamar mandi.
"Dia semakin menggemaskan setiap terlihat malu-malu seperti itu," Taehyung kembali bergumam dan tersenyum seorang diri.
Bukan mengambilkan t-shirt nya untuk Hana, Taehyung justru pergi keluar dari apartemennya.
"Kenapa lama sekali ?"
"Dia bilang akan memberikan baju ganti bukan ?"
"Apa dia lupa ?" Hana berucap seorang diri didalam kamar mandi sembari mengenakan handuk di tubuhnya.
"Tuan !"
"Apa Tuan melupakan baju ganti saya ?" gadis itu berbicara dan menjulurkan kepalanya keluar dari pintu kamar mandi.
Hana yang telah cukup lama berada di dalam kamar mandi akhirnya mencoba memanggil nama Taehyung dan berjalan perlahan keluar.
"Aku akan memakai hoodie ini saja !"
"Tapi bagaimana dengan ini ?"
"Seharusnya aku lebih berhati-hati supaya tidak terjatuh tadi," gadis itu terlihat kesal karena ulahnya sendiri.
"Apa yang kau lakukan ?" Taehyung datang tiba-tiba saat Hana hendak melepas baju handuknya.
"Tuan !"
"Kenapa ?"
"Lagipula ini tempat tinggal ku !" Taehyung berucap dengan entengnya.
"Maaf," gadis itu kembali tertunduk malu.
"Ini, pakailah !" Taehyung menyodorkan sebuah paper bag pada Hana.
"Terimakasih Tuan !" gadis itu nampak tersenyum dan menerima nya.
Pria itu hanya tersenyum mengangguk dan kembali melangkah untuk meninggalkan kamarnya.
"Apa ini ?" Hana terkejut saat mendapati 3 pasang t-shirt berwarna putih beserta busana dalam wanita dari dalam paper bag.
"Bagaimana Tuan Taehyung bisa membeli ini ?" gadis itu nampak menutup kedua aset pribadi nya dengan kedua tangannya.
"Seharusnya aku tadi diam saja," Hana nampak begitu malu serta kembali kesal terhadap perbuatannya sendiri.
"Tapi bukankah ini bagus ?, aku tak pernah bisa mengenakan pakaian dalam lebih dari satu hari !"
"Itu akan terasa gatal dan tidak nyaman bukan ?" gadis itu nampak kembali tersenyum dan mencoba untuk bersyukur seraya meyakinkan diri.
Taehyung nampak memeriksa ponselnya, beberapa panggilan dari nomor asing membuat pria itu tertegun.
"Apa Irene masih belum jera juga ?"
__ADS_1
"Gadis itu benar-benar keterlaluan !" Taehyung kembali berbicara pada dirinya sendiri.
Atensinya teralihkan saat mendapati Hana yang keluar dari kamarnya dengan celingukan.
"Apa yang kau cari ?"
"Kau nampak seperti pencuri jika berjalan mengendap-endap seperti itu ?" Taehyung berucap datar sembari memperhatikan Hana.
"Tuan," Hana terkejut mendapati sosok Taehyung yang telah menatap nya tanpa ekspresi.
"Apa kau mau kabur setelah aku menolong mu ?" pria itu akhirnya melangkah dan mendekati Hana.
"Tidak Tuan, untuk apa saya kabur ?"
"Tuan bahkan sudah begitu baik pada saya !" Hana terlihat tersenyum dengan canggung.
"Aku tidak yakin Hana !" Taehyung nampak menaikkan salah satu alisnya.
"Maksud Tuan ?"
"Aku juga menyukai kehidupan malam sebelumnya !" Taehyung kembali menatap Hana dan berjalan perlahan hingga membuat gadis itu memundurkan langkahnya.
"Bagaimana dengan ukuran nya ?"
"Apa itu sesuai dengan milikmu ?" Taehyung membisikkan kalimat itu ditelinga gadis yang selama ini ia taksir.
Hana, gadis itu membeku seketika mendengar ucapan Taehyung.
Ia dengan refleks menyilang kan kedua tangan pada dadanya.
"Apa itu terlalu besar atau terlalu kecil Hana ?"
"Aku hanya bisa mengira-ngira saat pelayan toko menanyakan tentang size nya !" Taehyung semakin terkekeh melihat raut wajah gadis dihadapannya.
Hana hanya bisa tertunduk dan menelan ludahnya mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut Taehyung.
"Jadi, boleh kah aku memeriksa nya ?" pria itu kembali berbicara di telinga Hana.
"Aku memang telah melihatnya, tapi aku masih belum bisa memastikan nya !" Taehyung kembali menegakkan tubuhnya dan memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Hana.
"Mungkin sebesar ini ?" pria itu nampak menggambarkan sesuatu dengan mengangkat jemarinya yang setengah mengepal.
"Tuan !!" Hana akhirnya meninggikan suara dan menatap Taehyung untuk bisa menghentikan segala ucapan dari lelaki yang ia anggap sebagai sahabatnya.
"Tolong jangan berucap seperti itu !"
"Saya sungguh malu," gadis itu akhirnya menutup matanya dengan kedua tangan.
Tawa Taehyung semakin tak tertahan melihat wajah Hana yang telah merah merona.
"Sadarlah Irene, apa yang kau lakukan ?" seorang lelaki nampak begitu panik karena melihat keadaan Irene yang telah berlumuran pada pergelangan tangannya.
Park Jimin, lelaki lembut sepupu Irene yang selalu ada bersamanya itu akhirnya melarikan Irene ke rumah sakit.
"Apa ini semua karena lelaki itu ?" Jimin bergumam dalam hati dan tampak begitu frustasi saat mengetahui nyawa Irene berada di ujung tanduk.
"Kenapa kau sebodoh ini Irene ?"
__ADS_1
"Dia sama sekali sudah tak mengharapkan mu !" lagi-lagi pria itu berdecak kesal atas tindakan konyol Irene yang mencelakai dirinya sendiri.