Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Pria Tampan Sang Pembalut Luka


__ADS_3

"Tetaplah disini Hana, aku ada keperluan untuk beberapa saat di luar !" Taehyung tampak memasuki kamar dan mengambil kemeja putih dari dalam lemari bajunya.


Hana yang sedari tadi membereskan kamar Taehyung nampak terhenti dan terpaku menatap Taehyung dalam kemeja putihnya.


"Aku ini memang tampan," Taehyung melirik Hana yang nampak mencuri pandang pada dirinya.


"Jangan menampilkan ekspresi terkejut seperti itu !" pria itu berbicara pada Hana tanpa membalikkan tubuhnya.


Gadis itu akhirnya kembali tersadar dan melanjutkan melipat selimut putih di atas ranjangnya.


Cermin pada almari membuat Taehyung dengan bebas bisa memperhatikan gerak-gerik Hana.


"Siapa yang memperhatikan wajahnya ?"


"Aku hanya terkejut dengan kemeja putih nya,"


"Tidak biasanya Tuan Taehyung memakai kemeja," Hana kembali bertanya dalam hatinya.


"Apa kau membicarakan ku dalam hati ?"


Hana kembali menggeleng perlahan dan mengalihkan pandangannya.


Taehyung melangkah menghampiri Hana dan menyodorkan sebuah dasi.


"Apa kau bisa memakaikan nya untuk ku ?"


"Rasanya tidak terlihat begitu rapi jika aku memakainya sendiri," pria itu kembali bergumam perlahan.


"Akan saya coba Tuan !"


Taehyung menunduk dan mencoba untuk mensejajarkan tinggi tubuhnya di hadapan Hana.


"Seperti ini ?" tangan Hana dengan cekatan memakaikan dasi pada kerah baju Taehyung.


"Dan, selesai !" gadis itu tampak masih mendongak dan berbicara seorang diri.


"Kau ini, kenapa pendek sekali Hana ?" Taehyung kembali bergumam perlahan sembari menatap lekat wajah gadis manis dihadapannya.


"Bukan saya yang pendek, tapi Tuan saja yang terlalu tinggi !" Hana nampak kembali menggerutu dalam hati.


"Ingat jangan membuka pintu untuk siapapun, dan apapun yang terjadi !" Taehyung nampak mencolek hidung Hana dan memperingatkan nya.


"Kau paham ?"


"Iya Tuan," Hana berucap dan mengangguk saat itu juga.


"Apa Tuan akan lama ?" gadis itu tertunduk dan tampak cemas dalam mengajukan tanya.


"Aku akan segera kembali secepatnya," Taehyung tersenyum dan kembali membelai surai Hana.


"Berhati-hatilah Tuan !" gadis itu tersenyum menanggapi belaian lembut Taehyung pada kepalanya.


"Jaga dirimu baik-baik !" Taehyung berlalu pergi dan menghilang dibalik pintu apartemennya.


"Tuan Taehyung tak kalah jauh berkharisma jika mengenakan pakaian seperti itu !" tanpa ia sadari seutas senyum tampak begitu indah menghiasi bibir Hana.


Untuk sesaat, Hana terhanyut dalam bayangan paras tampan seorang Kim Taehyung dalam kemeja putih nya.


Gadis itu tak pernah terlihat se_kagum ini sebelumnya pada Taehyung.

__ADS_1


"Astaga, apa yang ku pikirkan ?"


"Sadarlah Hana,"


"Pacar dari Tuan Taehyung itu ada dimana-mana!" gadis itu kembali memukul pelan area kepalanya.


Ponsel Taehyung kembali berdering ketika ia tiba diparkiran apartemen nya.


Nomor baru yang tak dikenal nya membuat pria itu kesal dan akhirnya menjawab panggilan.


"Kau yang menyembunyikan Hana ?" Yoongi berucap dengan lantang begitu Taehyung menjawab panggilan darinya.


"Apa maksudmu ?"


"Siapa kau ?" Taehyung menjawab dengan datar.


"Apa kau tak mengenali suaraku ?"


"Kau bahkan telah tidur satu ruangan bersama ku selama beberapa hari malam itu !"


"Yoongi ?" Taehyung berucap dalam hati.


"Maaf aku sibuk sekarang !" Taehyung mengakhiri panggilan tanpa sopan.


"Hyaaaaaakk !"


"Sialan !" Yoongi kembali tersulut emosi.


"Dasar berandal kurang ajar !" Yoongi kembali menendang sofa ruang tamu rumah nya untuk meluapkan emosi.


"Hana kau dimana ?" kakak lelaki Hana itu kembali tak dapat mengontrol emosinya.


Bagaimana tidak ?


Namjoon sang Putra, yang ia gadang-gadang untuk bisa memenuhi harapannya sebagai pewaris tunggal perusahaan suaminya justru sama sekali tak menampakkan dirinya.


Sementara Kim Taehyung putra tirinya yang begitu ia benci justru tampil begitu menawan dan berhasil memenangkan salah satu tender untuk perusahaan ayahnya.


"Ayah, aku tak bisa berlama-lama disini !" Taehyung menghampiri Ayahnya dan hendak beranjak pergi.


"Maaf,"


"Kenapa Tae ?"


Suara Nyonya Kim tampak menghentikan langkahnya.


"Bukankah begitu banyak wanita cantik disini ?"


"Kau bisa meniduri mereka dengan sesuka hati !" Nyonya Kim tampak mengolok-olok Taehyung.


"Aku pergi sekarang Ayah !" pria itu nampak membuang nafas secara kasar.


Tak ingin meladeni ucapan sindiran dari sang ibu tiri, Taehyung lebih memilih segera pergi dari tempat dimana ayahnya menggelar perayaan kesuksesan proyek pertamanya di perusahaan.


"Aaaaah, aku bahkan sudah begitu merindukan nya !" pria itu terduduk di mobil, memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya.


"Haruskah ku berikan sebuah ponsel untuk bisa menghubungi nya ?" Taehyung kembali tersenyum menatap gambar Hana dalam wallpaper layar ponselnya.


Hana yang memang tak pernah berdiam diri selama berada di rumah membuat gadis itu begitu cekatan dalam merapikan segala perabot dan pakaian pria yang telah ia anggap sebagai sahabatnya.

__ADS_1


Ia bahkan mencuci dan menyetrika seluruh tumpukan baju milik Taehyung.


Atensinya teralihkan begitu mendengar bel pintu apartemen yang berbunyi hingga berkali-kali.


"Haruskah aku membuka nya ?"


"Tidak, Tuan Taehyung tak mengizinkan ku membuka pintu untuk siapapun !" Hana kembali berdebat dengan dirinya.


"Tapi bagaimana jika itu penting ?" keraguan Hana kembali membuat ia hendak membuka pintu.


"Bagaimana jika itu adalah gadis yang kemarin memaksa dan membawa diriku ke tempat bising malam itu ?" Hana kembali melangkah mundur dan membiarkan bel pintu apartemen itu berbunyi berkali-kali.


Ia kembali terlihat ketakutan dan memilih menyembunyikan diri di kamar.


"Tuan cepat lah kembali," Hana kembali berucap dalam hati.


Seperti mendapat sebuah bisikan.


Taehyung yang semula hendak mampir untuk membeli beberapa makanan di sebuah pastry untuk Hana, seketika menghentikan langkahnya dan kembali melajukan mobilnya menuju apartemen.


"Apa benar berandal itu tinggal disini ?" Yoongi kembali menatap sekeliling yang nampak begitu sepi.


"Tapi posisi terakhir saat ia menerima panggilan ku memang benar di tempat ini !" Yoongi yang terlihat bingung akhirnya memutuskan untuk pergi.


Pria itu kembali menghubungi Jihyo untuk meminta alamat Taehyung secara detail.


Tak berselang lama Taehyung kembali dan tiba di apartemen nya.


Langkah kakinya terlihat begitu terburu-buru.


Hingga akhirnya ia memasuki apartemen nya.


"Hana !" pandangan matanya seketika mencari keberadaan Hana saat memasuki apartemen mewah miliknya.


"Kau baik-baik saja ?" Taehyung kembali mendekati Hana yang terlihat bersembunyi didalam selimut ranjang nya.


Hana hanya terdiam dan mengangguk perlahan.


"Kenapa bersembunyi seperti ini ?" Taehyung nampak curiga serta mencemaskan keadaan gadis yang dicintainya.


"Bel pada pintu tadi terus berbunyi Tuan,"


"Itu membuat saya sedikit ketakutan," Hana berucap dengan suara yang bergetar.


"Apa kau sampai membukakan pintunya ?" Taehyung kembali bertanya dengan suara lembutnya.


Gadis itu hanya menggeleng perlahan.


"Syukurlah," pria itu kembali bernafas lega.


"Kau membuatku begitu panik Hana !" Taehyung seketika memeluk Hana dengan eratnya.


"Siapa yang kemari ?"


"Apa itu Yoongi ?" Taehyung tampak berucap dalam hati.


Melihat Hana yang masih saja gemetar dan nampak ketakutan membuat Taehyung tak kunjung melepas pelukannya.


"Tenanglah, aku sudah disini untukmu Hana," pria itu tak hentinya membelai lembut serta mengusap punggung gadis yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2