
Namjoon dan juga Jihyo berlalu menuju rumah baru mereka begitu acara pernikahan selesai.
Nyonya dan Tuan Kim nampak memberikan sebuah rumah yang cukup mewah sebagai hadiah bagi pernikahan mereka.
"Oppa, terimakasih !" Jihyo nampak memeluk punggung Namjoon begitu memasuki ruangan kamar mereka.
Pria itu terdiam serta menggenggam erat tangan Jihyo yang kini telah sah menjadi istrinya.
"Apa kau tak lelah untuk mengucapkan hal itu ?" Namjoon berbalik seketika dan menatap wajah istrinya.
"Diriku tak akan pernah bosan mengucapkan nya Oppa !" gadis itu kembali berucap dengan mendongakkan kepala serta menyatukan pandangan dengan mata suaminya.
"Terimakasih karena selalu menepati janjimu !" Jihyo tersenyum sebelum akhirnya kembali memeluk tubuh kekar sang suami.
Namjoon, pria itu kembali tersenyum dan membelai lembut surai rambut Jihyo yang kini berada dalam dekapannya.
"Kita harus beristirahat, diriku sangat lelah sayang !" Namjoon kembali melepas pelukan Jihyo perlahan dari tubuhnya.
"Apa kita hanya akan tidur Oppa ?" Jihyo nampak terdiam sesaat, ia kembali berujar melontarkan pertanyaan yang merupakan ungkapan dari isi hatinya.
Namjoon tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, sebelum akhirnya mengangguk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Pria itu, memejamkan mata pikiran nya melayang entah kemana.
"Apa diriku benar-benar telah menikah ?" hati kecilnya kembali bertanya, ia nampak dilema atas segala yang terjadi dengan begitu cepat dalam kehidupannya.
"Mungkin Oppa memang sedang lelah !" Jihyo tersenyum getir sembari menatap lesu ke arah ranjang, meskipun kecewa gadis itu tetap masih mencoba untuk berpikir positif tentang suaminya.
***
"Kemana saja kalian ?" Yoongi seketika menginterogasi Taehyung dan Hana begitu mereka tiba.
"Hana menginginkan pergi ke pantai Hyeong !" pria tampan itu tersenyum melirik gadis di sampingnya, tangannya nampak kembali menggenggam erat jemari Hana.
"Lagi pula acaranya juga hampir selesai tadi !" Taehyung kembali berucap dan mengalihkan pandangannya terhadap kakak lelaki Hana.
"Hana yang meminta atau memang dirimu yang memaksa nya ?" pria pucat itu kembali bertanya dengan nada serius.
"Ayolah Hyeong !"
"Lagipula disana ada Irene, diriku sungguh tak nyaman melihat gadis itu berada di sekitar Hana !" Taehyung kembali berucap dan menjelaskan alasan kepergiannya bersama Hana.
"Irene ?" Yoongi nampak menyipitkan matanya begitu mendengar nama dari sahabat Jihyo.
"Gadis picik itu, dia hampir saja melukai adikmu Hyeong !" Taehyung kembali menghela nafas serta berdecak kesal saat mengingat semuanya.
__ADS_1
"Sudah lah Tuan !"
"Ini sudah malam, lebih baik Tuan kembali pulang sekarang !" Hana yang menyadari kekesalan hati Taehyung seketika membuka suara dengan mengusap lembut jemari tangan dari kekasihnya.
Hana seketika memasuki kamar begitu Taehyung berpamitan dan berlalu dari rumahnya.
Ia kembali tersenyum dengan menyentuh bibir tipisnya,
"Tuan Taehyung !" Hana lagi-lagi tersenyum mengingat semua perlakuan manis Taehyung terhadap dirinya.
Di sisi lain senyum Taehyung pun tak luntur dari wajahnya, memori indah selama di pantai bersama Hana kembali menghiasi pikiran nya.
"Aaaaaghh, diriku benar-benar telah gila karena mu Hana !" pria itu kembali berucap serta tersenyum dengan menyentuh bibirnya.
***
Pagi itu Hana nampak terburu-buru memeriksa semua bahan makanan di lemari pendingin dapurnya.
Apa yang ia pikirkan ternyata benar adanya, banyak sayur serta bahan makanan lain yang tak lagi layak dikonsumsi.
"Aaaah, bagaimana ini ?" gadis itu nampak kecewa karena keteledoran nya.
Acara pernikahan Jihyo sebelumnya membuat ia abai dan menaruh sembarangan bahan makanan pada tempat yang tidak seharusnya.
"Semua bahan makanan disini menjadi tak layak konsumsi karena kecerobohan saya kak !" Hana kembali berucap lesu sembari menatap lemah sayuran yang nampak berbau dari dalam lemari pendingin dapurnya.
Yoongi tersenyum menatap tingkah Hana, pria itu akhirnya turut melangkah menghampiri Hana yang terduduk lemah dihadapan bahan makanan tak layak konsumsi dihadapannya.
"Sudah lah, kita bisa berbelanja lagi !"
"Apa kau tak ingat, kakakmu ini kaya ?" pria pucat itu berjongkok tersenyum sembari berbisik ditelinga adiknya.
"Tapi kakak belum sarapan, apa akan sempat ?" Hana kembali menanggapi kalimat Yoongi dengan nada kecewa.
"Diriku masih belum masuk kantor hari ini Hana !" Yoongi kembali berbicara dengan tersenyum menatap wajah adik bungsunya.
"Kau tenang saja !" pria itu nampak kembali membantu Hana untuk membereskan sisa bahan makanan.
Kakak lelaki Hana itu juga nampak beranjak dan melangkah membawa kantong menuju pembuangan sampah di samping rumahnya.
"Kita bisa berangkat untuk belanja sekarang !" suara Yoongi kembali memecah keheningan saat Hana dan dirinya beradu telapak tangan dibawah air keran untuk membasuh jemari mereka.
"Benarkah ?" Hana seketika menoleh dan menatap kakak lelakinya.
"Tentu saja !" pria itu kembali tersenyum dan menyanggupi perkataannya.
__ADS_1
"Ayolah !" tangan Yoongi kembali menarik jemari Hana untuk mengikuti langkahnya.
Hari itu Yoongi benar-benar memanjakan adik bungsunya, ia nampak membawa Hana ke pusat perbelanjaan di kota.
"Kak sepertinya ini sudah cukup !" Hana nampak kembali menahan tangan Yoongi yang hendak kembali mengambil beberapa potong t-shirt untuk dirinya.
"Yang ini jauh lebih bagus Hana !" Yoongi justru tak menghiraukan perkataan Hana, adiknya.
"Kakak juga berkata seperti itu tadi !" gadis itu kembali berbicara dengan nada kesal karena Yoongi terus memaksanya untuk membeli pakaian.
"Baiklah !" Yoongi menghentikan aktivitas tangannya yang sedari tadi memperhatikan dan memeriksa pakaian untuk Hana.
"Apa kau lelah ?" pria pucat itu kembali mengalihkan pandangan matanya terhadap Hana yang hanya mematung di samping tubuhnya.
"Perut ku lapar kak !" Hana berucap tertahan, gadis itu cukup malu untuk berkata terus terang pada kakaknya.
Yoongi, kakak lelaki Hana itu terkekeh melihat raut wajah imut dari adik kesayangannya, ia akhirnya membawa Hana ke sebuah cafe untuk menikmati makan siang mereka.
"Hyeong !" seseorang nampak berteriak dan menghampiri Yoongi dan Hana yang baru selesai menikmati santap siang mereka.
"Bagaimana kabarmu ?" Yoongi tersenyum serta turut menjabat tangan pria dihadapannya.
"Seperti yang dirimu lihat Hyeong !"
"Apa Seokjin juga telah kembali ?" Yoongi kembali melontarkan pertanyaan secara beruntun pada pria itu.
"Tentu, kami bertiga kembali secara bersamaan !"
"Kau tahu sendiri bagaimana sikap kak Seokjin bukan ?" pria yang nampak lebih muda dari Yoongi itu kembali berbicara panjang lebar dihadapan Yoongi juga Hana.
"Siapa dia ?" Hana hanya terdiam bertanya dalam hati serta memperhatikan kedua pria dihadapannya.
Untuk sesaat Yoongi melupakan keberadaan Hana, hingga akhirnya pria muda yang baru saja menghampirinya menatap Hana.
"Apa dia kekasih mu Hyeong ?" pria dengan mata bulat serta gigi kelinci itu nampak memperhatikan secara detail raut wajah Hana.
"Bukan Jung, dia saudara ku !" Yoongi kembali berucap dengan tersenyum menatap Hana.
"Hana, ini Jungkook !" kakak lelaki Hana itu akhirnya memperkenalkan Jungkook pada dirinya.
"Nama mu Hana ?" Jungkook akhirnya mencoba membuka percakapan dengan Hana yang hanya tersenyum menanggapi kalimatnya.
"Bukankah adikmu Nona Jihyo Hyeong !" pria itu kembali bertanya dengan menyendok ice cream, hidangan pencuci mulut milik Hana.
Hana hanya kembali tersenyum melihat tingkah pria yang sepertinya lebih muda dari dirinya.
__ADS_1