
Jungkook kembali terlihat kewalahan menghadapi Celine yang tak juga mau menyentuh makanan pagi itu.
Pranggg.
Piring yang berada ditangan Jungkook seketika terjatuh dan menimbulkan kegaduhan.
"Hentikan Celine!, kau ini sudah bukan anak kecil lagi sekarang. Apa kau tak ingin sembuh?, apa kau ingin selalu seperti ini?"
"Percuma juga diriku sembuh, jika Taehyung oppa tak ingin bersama ku kak! sepertinya tak ada gunanya. Akan lebih baik jika diriku pergi untuk selamanya."
"Tolong jangan seperti ini, Celine!" Jungkook menatap kecewa wajah adik perempuannya.
"Kakak keluar lah, aku ingin sendirian sekarang!" Celine kembali berteriak frustasi terhadap kakak lelakinya.
Dengan langkah gontai Jungkook akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan.
"Tae kau kemari? tolong masuk lah segera! Celine kembali tak mau meminum obatnya Tae." Jungkook seketika menarik tangan Taehyung untuk mengikuti langkahnya.
"Lepas Jung, aku akan menemui adik mu bersama Hana! akan ku beritahukan semuanya tentang diriku juga Hana supaya kalian tidak salah paham."
"Apa maksudmu Tae? ada apa sebenarnya?" pria gigi kelinci itu nampak tak begitu memahami perkataan Taehyung.
"Hana adalah kekasih ku, dan kami akan segera bertunangan. Jika memungkinkan kami juga akan segera menikah secepatnya."
"Apa-apaan ini Tae? bukankah kau bilang akan membantu ku? kenapa kau justru jadi seperti ini sekarang? apa kau ingin membunuh adik ku ?" Jungkook kembali meninggikan nada suaranya.
"Kau terlalu egois Jungkook! sampai kapan kau memintaku untuk membohongi perasaanku terhadap adikmu? kau tahu diriku rela menelantarkan kekasih ku sendiri selama satu minggu demi memerankan drama kebohongan ini untuk Celine!" Taehyung akhirnya ikut tersulut emosi karena perkataan Jungkook.
Ledakan emosi dari Jungkook akhirnya membuat pria itu memukul wajah Taehyung, keributan kembali terjadi karena Taehyung tak ingin diam saja pria itu kembali menghantam bibir Jungkook dengan kepalan tangannya.
"Tuan! tolong hentikan, saya mohon!" Hana nampak menengahi kedua pria yang kini telah sama-sama mengepalkan tangan.
Kegaduhan yang ditimbulkan oleh Jungkook juga Taehyung akhirnya terhenti saat Seokjin nampak hadir diantara mereka.
"Adikmu yang memulai lebih dulu Hyeong!" Taehyung berbicara ketus serta memalingkan wajahnya.
"Apa yang kalian ributkan? sungguh seperti anak kecil yang kurang kerjaan!" suara rendah Seokjin membuat semua orang terdiam tak terkecuali Hana.
"Aku kemari hanya ingin memberitahukan bahwa diriku akan segera bertunangan dengan Hana, kekasih ku! tapi adikmu itu tak terima dan dia memukul ku terlebih dulu. Jadi, apa aku salah?"
__ADS_1
Seokjin seketika terdiam menatap Taehyung juga Hana, raut wajahnya terlihat berubah saat mendengar penjelasan Taehyung.
"Apa itu benar Hana? jadi kekasihmu yang sempat dibicarakan oleh Yoongi itu adalah Taehyung?"
Hana mengangguk perlahan dalam menanggapi kalimat Seokjin.
Apa? kenapa secepat ini? padahal diriku baru menemukan nya kembali,
Kenapa aku harus menuruti perkataan ayah untuk tinggal di luar negeri waktu itu?
Mata Seokjin nampak tak beralih dengan tatapan sendu terhadap Hana, pria itu kembali menghela nafas perlahan sebelum akhirnya mengalihkan pandangan.
"Tuan maaf jika kekasih saya menimbulkan kekacauan, saya sungguh minta maaf! saya akan membawanya pergi dari sini sekarang juga." Hana kembali menarik perlahan lengan Taehyung dan memaksa pria itu untuk mengikutinya.
Seokjin kembali tersadar dan menatap kepergian Hana bersama Taehyung dengan raut wajah kecewa.
Ternyata janji kita waktu itu memang hanya sebatas candaan anak-anak Hana.
"Sayang kita belum menemui Celine, kenapa kau memintaku untuk pergi? tujuan kita ke rumah sakit adalah untuk membuat Celine menyadari bahwa diriku bukanlah miliknya." Taehyung kembali berdecak kesal dan mengomel pada Hana.
"Sudah lah Tuan, saya tidak ingin kita semakin membuat keributan disana! atau jangan-jangan Tuan memang sengaja ingin menemui Celine karena Tuan merindukannya?"
"Apa maksudmu sayang? sungguh itu tidak seperti apa yang kau pikirkan Hana." Taehyung kembali berbicara dengan suara lembut saat Hana memelototi matanya.
Sementara Celine, gadis yang sempat bahagia karena mendengar suara Taehyung akhirnya harus kembali menelan pahitnya rasa kecewa.
"Apa Taehyung oppa kemari? kenapa dia tidak masuk keruangan ini kak?"
"Dia sudah pergi, jangan mengharapkan apapun lagi pada pria itu Celine! hatinya bukan lah untuk mu tapi untuk gadis lain."
"Apa maksud kakak?" Celine nampak menuntut jawaban dari perkataan Seokjin.
"Dia akan segera bertunangan dengan Hana!" pria tampan dengan bibir seksi itu kembali menghela nafas dalam saat menjawab pertanyaan adiknya.
"Jangan bodoh! kau harus segera sembuh untuk mendapatkan pria yang lebih baik darinya!"
Celine akhirnya bungkam saat menerima penjelasan dari kakak lelakinya, buliran air mata kembali membasahi pipinya saat mendapati fakta bahwa Taehyung sama sekali tak menaruh perasaan padanya.
***
__ADS_1
Satu Minggu berlalu, keadaan Celine semakin memburuk, penyakit jantung bocor serta stress yang ia alami membuat Celine tak mampu bertahan dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Dirimu sudah tak merasakan kesakitan bukan?
Maaf, kakak tak bisa memenuhi keinginan terakhir mu Celine
Maaf kan kakak,
Jungkook, pria itu menatap sendu pusara adik kesayangannya.
Hidungnya begitu merah, matanya sembab dengan isak tangis yang tak juga reda.
"Sudah lah Jung, kita pergi sekarang! Celine pasti sudah tenang di alam sana." Seokjin menepuk perlahan pundak Jungkook yang masih berlutut dihadapan pusara adiknya.
"Apa kakak puas sekarang? tidak ada lagi ada yang akan merepotkan dirimu kak!"
"Apa maksudmu Jung?"
"Kakak selama ini tak menyukai keberadaan Celine bukan? hanya karena kami sebatas saudara tiri bagimu. Kau benar-benar keterlaluan kak!" Jungkook akhirnya berteriak dan meluapkan emosinya pada Seokjin.
"Hentikan! ayah dan ibu akan sedih jika mendengar perkataan mu!" Seokjin berucap datar dan menatap tajam ke arah adiknya.
"Kau bahkan lebih membela gadis cacat sialan itu daripada adikku! kau benar-benar keterlaluan. Aku membenci mu!"
"Hentikan Jungkook!" Seokjin turut berteriak dan melayangkan sebuah tamparan keras di pipi saudara lelakinya.
Hana menatap kekasihnya yang sedari tadi terduduk lesu di kursi meja makan kediamannya.
Tuan Taehyung, dia pasti merasa bersalah atas kejadian akhir-akhir ini
"Apa Tuan tidak akan menyambangi rumah duka? walau bagaimanapun Tuan Jungkook itu sahabatmu Tuan, rasanya tidak etis bukan?"
"Tidak sayang! aku tak ingin kembali menimbulkan keributan. Apa kakakmu juga menghadiri acaranya?" Taehyung menatap Hana yang tengah menyajikan secangkir teh hangat untuknya.
"Kak Yoongi bahkan belum kembali dari tadi malam. Tuan tahu kan bahwa Kak Yoongi begitu dekat dengan Tuan Seokjin?" gadis itu kembali berucap dan akhirnya duduk di samping kekasihnya.
"Kudengar Seokjin Hyeong merupakan sahabat masa kecilnya, benarkah begitu Hana? itu berarti dirimu juga mengenal Seokjin dari kecil? waah, diriku sungguh iri."
"Saya tak begitu mengingatnya Tuan, sepertinya memang seperti itu! tapi Tuan Jungkook dan Celine, kenapa saya baru mendengar tentang mereka?"
__ADS_1
Pertanyaan Taehyung membuat Hana kembali mencoba mengingat masa lalunya, sepertinya begitu banyak kejadian dari masa lalu yang tak dapat ia mengerti.
Apa orang tua Tuan Seokjin berpisah? bukankah Tuan Seokjin merupakan anak tunggal?