
"Kalian kemari ?" Namjoon berucap perlahan, dan menyambut kedatangan Hana dan juga Taehyung.
"Apa kak Yoongi masih belum sadar Kak ?" Hana menghampiri Jihyo dan meminta informasi tentang keadaan saudara lelakinya.
"Kau tenanglah Hana, Yoongi sudah mendapatkan donor darah yang sesuai dengan golongan darahnya."
"Dia pasti akan segera membuka mata !" Namjoon kembali menanggapi kalimat Hana, sedikit banyak pria itu masih menaruh perhatian lebih pada gadis masa lalunya.
"Saya bawakan makanan untuk Tuan dan juga kak Jihyo," Hana meletakkan kotak bekal pada meja di pojok ruangan kamar rawat Yoongi.
"Kau membuat nya sendiri Hana ?" Jihyo tampak antusias meraih dan membuka segera kotak bekal yang baru diletakkan oleh adiknya.
Hana tersenyum mengangguk,
"Kebetulan aku sedang lapar !" Jihyo seketika menarik Namjoon untuk duduk bersamanya.
"Oppa harus makan sekarang, Hana sangat jago dalam membuat masakan !" Jihyo dan Namjoon nampak sibuk menikmati masakan Hana.
Sementara Taehyung pria itu hanya terdiam dengan sesekali menatap Hana yang mendekati Yoongi kakak lelakinya.
"Kakak harus segera bangun,"
"Kak Wendy sudah membutuhkan kakak di perusahaan !" Hana tampak berbicara dan membersihkan tubuh Yoongi dengan waslap serta air hangat yang telah ia siapkan sebelumnya.
Semua orang dalam ruangan itu terpaku melihat betapa telaten nya Hana merawat kedua kakaknya.
Jihyo akhirnya terdiam, ia menghentikan kegiatan mengunyah makanan didalam mulutnya.
Gadis itu nampak berkaca-kaca melihat ketulusan Hana, saudara termuda dalam keluarga yang sama sekali tak memiliki ikatan darah dengannya.
Perlakuan-perlakuan buruk nya dimasa lalu terhadap Hana membuat gadis itu akhirnya beranjak dan memeluk Hana.
"Kak !" Hana terkejut karena Jihyo terduduk dan berlutut dipangkuan nya.
"Apa Kakak baik-baik saja ?" Hana mencoba menenangkan Jihyo yang semakin terisak dipangkuan nya.
"Hana ...,"
"Kau bisa menghukum ku sekarang !"
"Apapun itu, aku akan menerima nya Hana !"
"Apa maksudmu Kak ?" Hana menarik lembut tangan Jihyo hingga gadis itu akhirnya berdiri berhadapan dengannya.
Jihyo kembali memeluk erat tubuh Hana, isak tangisnya tak kunjung berhenti merasakan ketulusan hati Hana.
"Maafkan semua perlakuan buruk ku terhadap mu Hana !"
"Aku sungguh menyesalinya sekarang !" Jihyo berucap dengan tetap memeluk tubuh adik bungsunya.
"Kak," perlahan Hana melepas dekapan Jihyo.
"Bukankah kakak yang bilang kalau diriku tidak boleh cengeng ?"
"Lalu apa yang kakak lakukan sekarang ?"
"Ternyata kakak jauh lebih cengeng daripada diriku," Hana nampak tertawa tertahan untuk menggoda Jihyo kakak perempuannya.
"Sudah Kak !"
__ADS_1
"Lupakan semuanya," Hana membelai dan mengusap air mata pada pipi Jihyo.
"Mari kita mulai dengan awal yang baru wahai kakak perempuan ku," suara lembut Hana nampak membuat Jihyo kembali memeluk erat tubuh Hana.
"Apa ada masalah Tae ?" Namjoon yang sedari tadi melihat Taehyung terdiam memperhatikan Jihyo dan Hana akhirnya membuka percakapan dengan Taehyung.
"Entahlah Kak," raut wajah pria itu nampak sulit ditebak oleh kakaknya.
"Aku harus ke galeri terlebih dahulu, tolong jaga mereka !" Namjoon berpamitan pada Taehyung sebelum akhirnya berbicara pada tunangannya.
"Kakak bisa pulang dan membersihkan diri sekarang !"
"Tak apa, biar saya disini !" Hana menggenggam tangan Jihyo yang sedari tadi tak berhenti mengusap bahu Hana.
"Tidak Oppa, aku akan tetap disini bersama Hana !"
"Tapi tolong jemput diriku nanti malam," Jihyo akhirnya membuka suaranya dan menanggapi kalimat yang Namjoon lontarkan sebelumnya.
Namjoon tersenyum mengangguk dan akhirnya berlalu dari pandangan Jihyo, Taehyung dan juga Hana.
Hana yang menyadari tak adanya suara dari Taehyung sama sekali membuat gadis itu akhirnya menghampiri pria tampan yang senantiasa menemaninya.
"Tuan,"
"Terimakasih telah membawa saya kemari,"
"Jika Tuan ingin beristirahat ...," kalimat Hana nampak terhenti sebelum gadis itu menyelesaikan nya.
"Apa kau mengusir ku ?" Taehyung, pria itu nampak berucap datar pada Hana.
"Bukan begitu maksud saya Tuan !" Hana berucap dengan terbata.
"Jangan membentak adikku Taehyung aa !"
"Aku bisa membunuh mu !" Jihyo berucap ketus pada Taehyung dan membuat pria itu melangkah keluar dan menghilang dibalik pintu.
"Apa kalian berkelahi Hana ?" Jihyo melontarkan pertanyaan saat menyadari ke canggung'an antara Taehyung dan juga Hana.
"Tidak Kak !" gadis itu nampak menjawab dengan ragu.
"Kau yakin ?" Jihyo kembali menuntut jawaban Hana, adik bungsunya.
"Saya hanya tidak ingin mengecewakan orang lain kak !" Hana tersenyum tertunduk.
"Apa maksudmu Hana ?" Jihyo kembali menggenggam tangan Hana dan menatap lembut adik bungsunya.
"Bukan apa-apa Kak !"
"Lupakan saja," gadis itu nampak enggan untuk menceritakan hal yang sebenarnya.
Siang itu akhirnya Yoongi membuka mata.
Jihyo dan juga Hana nampak bahagia karena dokter mengatakan kondisi Yoongi sudah membaik meskipun masih harus dirawat di rumah sakit.
"Hana," Yoongi berucap lemah serta menggenggam tangan adik bungsunya.
"Jangan meninggalkan ku lagi Hana !" pria itu menatap sendu manik mata Hana.
"Tenanglah Kak, saya disini bersama mu !" gadis itu mencoba untuk meyakinkan Yoongi sang kakak lelaki.
__ADS_1
"Kakak beristirahat lah !" senyuman Hana membuat Yoongi kembali tertidur dengan begitu tenang.
Hana menatap sekeliling ruangan, Jihyo nampak sibuk dengan ponselnya.
"Apa Tuan Taehyung benar-benar telah kembali pulang ?" gadis itu nampak berbicara dalam hatinya.
Yoongi yang masih menggenggam erat tangan Hana membuat gadis itu mencoba untuk melepas nya perlahan.
"Kak, saya ingin keluar sebentar !" Hana berucap pada Jihyo yang akhirnya memperhatikan nya.
"Baiklah Hana, biar aku yang menjaga kak Suga," Jihyo beranjak dan menggantikan Hana didekat kakak lelakinya.
Hana melangkah keluar dari ruangan Yoongi, gadis itu nampak menoleh kesana-kemari.
Pandangan matanya nampak menelisik dengan teliti akan keberadaan sosok yang membuat hatinya bimbang.
"Tuan," Langkah Hana terhenti seketika saat mendapati Taehyung yang nampak tertidur dengan lelap dengan posisi yang tak begitu nyaman pada kursi tunggu pada lorong rumah sakit.
"Tuan maaf !"
"Maafkan saya karena selalu membuat Tuan kecewa," buliran air mata nampak jatuh di pipi Hana.
Ia kembali membelai wajah pria tampan yang terlelap dengan mengenakan sweater abu-abu miliknya.
Ya, getaran dalam hati Hana membuat gadis itu begitu memikirkan Taehyung.
Ketulusan Taehyung dalam menemaninya menghadapi masalah dalam hidup akhir-akhir ini, membuat Hana bimbang akan perasaan nya sendiri.
"Karena kehadiran mu ...,"
"Diriku benar-benar bisa melepaskan perasaan terhadap Tuan Namu !" kalimat itu kembali terucap dalam relung hati Hana.
Lagi-lagi Hana hanya terpaku menatap wajah lelah seorang Kim Taehyung.
Ponsel Taehyung yang berdering seketika membuat Hana terkejut dan mengangkat tangannya dari pipi Taehyung.
Pria itu nampak tersenyum, sebelum akhirnya mendudukkan diri dan membuka mata seraya memeriksa ponselnya.
"Iya Ayah ?" suara berat Taehyung terdengar begitu maskulin ditelinga Hana.
Gadis itu mencoba melangkah kan kaki perlahan demi menghindari perhatian Taehyung.
"Maaf Ayah, akan ku kabari lagi nanti !" Taehyung menutup teleponnya dan memperhatikan Hana yang kembali mencoba untuk menghindari nya.
"Kau mau kemana ?" dengan sigap Taehyung menarik tubuh Hana dan membuat gadis itu terduduk di pangkuan nya seketika.
"Saya, hanya ...,"
"Jangan membohongi dirimu sendiri !"
"Kau mencari ku bukan ?" Taehyung berucap dengan menatap mata serta bibir Hana.
Nampak nya pria itu tengah menahan sesuatu didalam dirinya.
Hana hanya menggeleng menanggapi kalimat Taehyung,
"Aaaaaghh, aku bisa gila !" paha Hana yang tanpa sengaja menyentuh area sensitif Taehyung seketika membuat pria itu frustasi.
"Aku bahkan baru mencoba untuk tidur Hana !" Taehyung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Jadi maksud Tuan ?" gadis itu melotot menatap Taehyung dengan seketika.