Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Gadis Tunangan Tuan Guru


__ADS_3

Tuan Kim duduk terdiam memperhatikan Hana dan Taehyung putranya.


"Ayah, aku bisa jelaskan !" Taehyung berucap dengan canggung dihadapan Ayahnya sendiri.


"Ayah berkali-kali menekan bel pintu apartemen, tapi kalian justru asik berduaan di dalam ?"


"Karena Ayah mengingat password apartemen mu, jadi Ayah masuk begitu saja !"


"Jadi bagaimana Nak Hana ?" Tuan Kim mengalihkan pandangannya terhadap Hana.


"Maaf Tuan," gadis yang semula tertunduk itu kini mencoba memberanikan diri untuk menatap lelaki paruh baya dihadapan nya.


"Apa kalian benar-benar telah melakukan hubungan suami istri ?" Tuan Kim nampak menaikkan satu alisnya saat melontarkan pertanyaan pada keduanya.


Taehyung tersenyum dan menggigit bibirnya.


"Itu ...," Taehyung menghentikan kalimatnya dan melirik Hana.


"Iya !"


"Tidak !"


Keduanya sama-sama menjawab dengan bersamaan meskipun jawaban mereka saling bertolak belakang.


"Jadi apa jawaban yang benar disini ?" Tuan Kim kembali dibuat bingung oleh tingkah keduanya.


"Tuan tolong dengarkan saya,"


"Kami tidak melakukan apapun, sungguh ...," Hana nampak mempercepat kalimatnya.


"Apa maksudmu sayang ?"


"Bagaimana dengan malam itu ?" Taehyung menyanggah pernyataan Hana dan kembali mempertahankan alibinya sembari memposisikan tubuhnya menghadap Hana.


"Tuan bilang tidak terjadi apa-apa malam itu bukan ?"


"Apa Tuan melupakan kalimat Tuan sendiri ?" Hana kembali mengotot dan beradu argument dengan Taehyung


Keduanya nampaknya melupakan keberadaan Tuan Kim yang tengah duduk dan memperhatikan mereka.


Lelaki paruh baya itu akhirnya mengalah, serta memilih untuk diam dan membiarkan mereka beradu pernyataan dihadapan nya.


"Apa kalian sudah selesai ?" Tuan Kim akhirnya kembali meninggikan suaranya pada kedua manusia muda yang tak juga berhenti berdebat mempertahankan perkataan masing-masing.


Taehyung dan Hana nampak terkejut dan menoleh kearah nya saat itu juga.


"Kalian ini ?"


"Sama-sama tak tahu cara menghargai orang tua rupanya."


"Maaf Tuan," Hana kembali menunduk, gadis itu terlalu takut jika kekacauan terjadi karena dirinya.


"Jangan meminta maaf," Taehyung menyela kalimat Hana.


"Ini salahku Ayah ...,"


"Ayah marahi saja diriku, jangan memarahi Hana !" Taehyung berucap dengan wajah datar dan memalingkan wajahnya dari Hana serta orang tuanya.


Tuan Kim serta Hana nampak tercengang dengan kalimat yang keluar dari mulut Taehyung.


"Kau tampak begitu dewasa jika seperti ini Nak !" Tuan Kim tersenyum dan berbicara dalam hatinya.


"Hana benar-benar telah mengubah kepribadian mu Tae !" lelaki paruh baya itu masih saja tersenyum memandangi kedua insan muda dihadapan nya secara bergantian.

__ADS_1


"Ayah harap kalian memang berjodoh !"


Ucapan Tuan Kim tak kalah mengejutkan dari perkataan putranya bagi Hana.


"Maaf Tuan, saya siapkan dulu minuman untuk Tuan," Hana yang semakin merasa tak nyaman akhirnya beranjak dengan alasan ingin membuat minuman.


Taehyung justru tersenyum puas mendengar pernyataan Ayahnya.


"Dirimu memang yang terbaik Ayah !" pria itu tersenyum dan dengan seketika melakukan toss dengan Ayahnya.


"Semoga hidupmu jauh lebih bahagia dari sebelumnya Nak,"


"Ayah hanya bisa mendukung apapun keputusan mu untuk sekarang !"


"Ayah juga sudah tua Kim,"


"Untuk hal itu Ayah masih harus lebih bersabar !"


"Atau Ayah mengizinkan jika aku menghamili nya duluan ?" Taehyung terkekeh saat itu juga.


"Jangan memaksa nya Nak !"


"Jangan ceroboh atau kau akan kehilangan nya ?" Tuan Kim kembali mengingatkan sang putra.


"Aku hanya bercanda Ayah, calon menantu Ayah satu itu sangat lucu setiap kali menampilkan ekspresi kesal nya !"


"Apa yang sebenarnya membuat Ayah datang kemari ?"


"Yoongi," Tuan Kim berucap turn the points pada Taehyung putra nya.


"Antar Hana pulang Nak !"


"Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik bukan ?" Tuan Kim nampak memberikan nasehat pada Taehyung putranya.


"Oppa aku mencoba untuk memasak resep baru,"


"Apa Oppa bersedia datang untuk makan malam ?" Jihyo nampak menghubungi Namjoon tunangannya untuk makan malam.


"Baiklah, aku akan mampir setelah dari galeri !" suara Namjoon terdengar jelas dan nampak antusias.


"Aku menunggumu Oppa !" gadis itu nampak berbunga-bunga karena Namjoon terlihat benar-benar menuruti kemauannya akhir-akhir ini, itu membuat Jihyo merasa sangat dicintai.


Suara mesin mobil membuat Jihyo berlari menuju pintu depan rumahnya.


Gadis itu semakin berbunga-bunga karena Namjoon datang lebih cepat dari perkiraannya.


"Aku pikir Oppa akan terlambat,"


"Mana mungkin aku terlambat, sedangkan perutku sudah terasa keroncongan !" Namjoon berucap seraya mengusap perut kosongnya.


"Apa ?"


"Benarkah ?"


Namjoon hanya tersenyum serta mengangguk melihat ekspresi dari gadis tunangan nya.


"Berarti Oppa belum makan dari tadi siang ?"


"Kenapa tidak menghubungi ku, aku bisa mengirimkan makanan untuk Oppa di galeri," gadis itu nampak kecewa karena melihat kekasihnya merasa kelaparan.


"Tenanglah, aku tidak akan mati kelaparan hanya karena melewatkan satu jam makan siang sayang,"


Jihyo semakin tercengang mendengar kalimat yang keluar dari bibir Namjoon.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar Oppa ?" mata gadis itu nampak berkaca-kaca.


"Sayang, kenapa kau justru menangis seperti ini ?" Namjoon mengusap buliran air mata bahagia pada pipi tunangannya.


"Aku mencintaimu Oppa !" gadis itu justru tersedu-sedu karena terharu.


"Bukankah aku pernah berjanji untuk mencoba mencintai mu jika kau merubah sikapmu ?" Namjoon mendekap hangat Jihyo dalam pelukannya.


"Cih, menjijikkan" Yoongi yang melihat kemesraan antara Namjoon dan Jihyo akhirnya berbalik badan dan kembali menuju kamarnya.


Malam itu Taehyung benar-benar menuruti nasehat dari Ayahnya.


Pria itu benar-benar mengantarkan Hana ke rumahnya.


"Tuan masuk lah lebih dulu, saya bisa siapkan makan malam untuk Tuan."


"Aku tidak akan menolaknya Hana," pria itu seketika menarik tangan Hana untuk memasuki rumahnya.


"Siapa sebenarnya yang menjadi tamu disini ?" Hana bergumam perlahan.


"Aku ini calon suami mu, bukan tamu ...," ungkapan Taehyung hanya membuat gadis itu terdiam seraya menatap wajah tampannya.


Kehadiran Hana dan Taehyung membuat Namjoon juga Jihyo nampak terkejut sekaligus bahagia.


"Kau sudah pulang Hana ?" Jihyo menghampiri Hana seraya menggenggam tangannya.


"Darimana saja ?"


"Kak Yoongi, dia gila karena setiap hari mencari mu !"


"Aku minta maaf, atas semua perlakuan kasar ku terhadap mu sebelumnya !" Jihyo tak segan mengucapkan hal itu dihadapan Taehyung dan Namjoon.


"Semua orang pasti pernah membuat kesalahan Kak," Hana tersenyum menanggapi kalimat kakak perempuannya.


"Jangan mudah percaya pada mulut ular yang berbisa Hana," Taehyung nampak meremehkan ucapan Jihyo.


"Tak ada salahnya memberi Jihyo kesempatan untuk memperbaiki dirinya kan Tae ?" Namjoon turut membuka suara untuk membela tunangan nya.


"Semoga saja ucapan nya itu benar Kak, bukan hanya pencitraan semata !" Taehyung kembali berucap ketus mengingat segala perlakuan Jihyo pada Hana sebelumnya.


Mendengar percakapan yang begitu ramai di ruang tamu, Yoongi pun akhirnya turun untuk memeriksa siapa yang mendatangi rumahnya malam itu.


"Hana ?" pria itu seketika menerobos dan memeluk adik bungsunya seketika saat mendapati sosok Hana yang telah kembali ke rumahnya.


"Kau baik-baik saja ?"


"Aku merindukanmu Hana !" Yoongi menarik Hana untuk mengikuti langkahnya dan mencium bibir gadis itu tanpa ragu dihadapan semua orang.


"Apa yang kau lakukan ?" Taehyung melangkah dan kembali menarik Hana serta menyembunyikan gadis itu dibelakang tubuhnya.


"Apa mau mu ?"


"Dia adikku, dan dia hanya akan menjadi milikku !" Yoongi kembali menantang Taehyung dan mencoba untuk memukul nya.


"Kau benar-benar sudah tidak waras !" Taehyung justru memukul balik wajah Yoongi hingga pria itu jatuh tersungkur.


Hana dan Jihyo terkejut akan terjadi nya baku hantam antara Taehyung dengan kakak lelaki mereka.


Sementara Namjoon, pria itu turut terkejut serta tak percaya dengan apa yang telah dilihat nya.


"Cukup Tae, Hyeong!"


"Hentikan !" Namjoon mencoba untuk melerai keduanya.

__ADS_1


Suasana di rumah Hana malam itu kembali kisruh karena ulah Yoongi.


__ADS_2