
Kekecewaan dalam hati Jihyo karena tak bisa pergi berduaan dengan Namjoon tunangannya akhirnya membuat gadis itu memutuskan untuk menemui Irene sahabat lamanya.
Gadis itu mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Irene, namun tak ada jawaban hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Park Jimin saudara sepupu dari sahabatnya.
"Bagaimana keadaan Irene Jim ?" Jihyo akhirnya membuka suara begitu Jimin duduk dihadapannya, pria itu sengaja meminta untuk bertemu dengan Jihyo di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Dia masih sangat labil Jihyo aa !"
"Sepertinya rasa kecewa masih menyelimuti hati dan pikirannya !" Jimin nampak kembali berbicara dengan nada lemah setiap mengingat kondisi tentang adik sepupunya.
"Irene juga lebih banyak mengurung diri dikamar sekarang !" raut wajah sedih nampak begitu terpancar dari diri seorang Park Jimin.
Pria itu sangat merindukan Irene, saudara sepupunya yang biasanya tampil ceria dan selalu tersenyum manja dihadapan dirinya.
"Maaf diriku tidak bisa membantu apapun lagi sekarang !" Jihyo nampak turut prihatin dengan kondisi Irene.
Jimin hanya mengangguk dan tersenyum kembali saat menanggapi kalimat gadis dihadapannya.
Pria itu juga tak ingin menyalahkan siapapun saat ini, ia nampak mengingat semua perkataan Taehyung tentang kelakuan buruk dari Irene.
Jimin bahkan tak menyangka jika Irene mampu berbuat buruk pada Hana, gadis yang begitu terlihat tulus saat membantu dirinya dalam meluluhkan hati Taehyung untuk menemui Irene, adik sepupunya.
"Tuan sudah kembali ?" Hana nampak terkejut ketika Taehyung tiba-tiba hadir dan memeluknya seketika saat ia tengah sibuk merapikan tanaman dihalaman teras rumahnya.
"Apa Tuan menaiki taksi ?" gadis itu masih nampak celingukan karena tak mendapati keberadaan mobil Taehyung.
Pria itu hanya tersenyum dan tak menanggapi segala pertanyaan Hana, ia justru sibuk mencium serta membelai surai rambut kekasihnya.
"Tuan hentikan !" Hana akhirnya berbalik dan menatap wajah tampan dari pria yang sempat mendekap tubuhnya.
"Hmmmm ?" Taehyung kembali menampilkan wajah imutnya.
"Jawab Tuan !, kenapa Tuan sudah kembali berada disini ?"
"Apa Tuan menaiki taksi atau justru jalan kaki ?" Hana benar-benar tak menyangka bahwa Taehyung akan kembali secepat ini.
"Apa salahnya sayang ?"
"Diriku masih merindukanmu !"
"Kau tahu ?, calon ayah mertua mu bersedia untuk kembali magang di perusahaan demi menggantikan suami mu ini untuk sementara !"
__ADS_1
"Ayah mertua mu itu juga sangat pengertian pada kita sayang !" Taehyung nampak berbicara dan kembali memeluk Hana, meskipun gadis itu mencoba untuk menghindar darinya.
"Diriku hampir tak mengenali sikapnya sekarang !"
"Dan itu semua karena ulah mu Hana !" Taehyung kembali berucap dengan manja dan berbicara tepat di telinga kekasihnya.
"Bagaimana bisa itu karena saya ?" Hana mendongakkan kepala dan menampilkan wajah bingung nya saat menatap Taehyung.
"Karena dirimu mengubah segalanya !" Taehyung kembali tersenyum dan menatap dalam manik mata dari kekasihnya.
Pria itu juga nampak kembali menggoda Hana dengan mendekatkan wajah serta memanyunkan bibirnya dengan menutup mata, namun seketika itu pula Hana menyodorkan telapak tangannya yang penuh dengan tanah ke bibir Taehyung.
"Hyaaaaaakk, sayang kau benar-benar keterlaluan !" pria itu kembali berdecak kesal karena Hana nampak kabur dan membiarkannya seorang diri dengan bibir yang hitam karena bercak tanah basah dari tangan Hana.
"Dia begitu menyukai tanaman ?" Taehyung bergumam dengan senyum yang terukir di wajahnya, ia juga nampak mengusap dan membersihkan perlahan noda tanah basah di bibirnya.
Pria itu akhirnya kembali melangkah pergi memasuki rumah Yoongi untuk menyusul Hana kekasih hatinya.
"Menurut hasil pengamatan dari cerita yang ku tangkap ...,"
"Tingkah laku yang impulsif, emosi yang tidak stabil, rasa hampa serta kenekatan dirimu saat melukai diri sendiri,"
"Sepertinya dirimu mengalami BPD Yoongi a !"
"Borderline Personality Disorder." Hoseok sang psikolog kembali berbicara untuk menjelaskan kondisi kecemasan yang dialami oleh Yoongi.
"Suatu masalah kesehatan mental yang mempengaruhi cara seseorang berpikir tentang dirinya dan orang lain, pikiran yang mengganggu mencetuskan perasaan takut ditolak, kebimbangan, tidak bermakna, serta takut ditinggalkan dan berujung pada kemarahan !"
Yoongi nampak termenung mendengar penjelasan dari Hoseok, sang psikolog.
Pria itu nampak menghela nafas dalam, ia tak menyangka bahwa dirinya bisa berubah menjadi sosok yang mengerikan saat tak bisa mengontrol emosinya.
Yoongi juga nampak lesu saat kembali mengingat Hana yang nampak tertunduk ketakutan saat berhadapan dengan dirinya.
"Tenanglah Yoon !"
"Semua bisa membaik selama dirimu mau terbuka dan rutin melakukan terapi DBT ini." Hoseok, pria yang ramah serta lembut itu kembali meyakinkan Yoongi bahwa dirinya bisa memperbaiki semuanya.
Selama berada di ruang terapi Namjoon hanya terdiam dan memperhatikan kedua sahabatnya yang saling berkomunikasi membahas kesehatan mental Yoongi, Namjoon juga terlihat begitu salut akan kesungguhan Yoongi untuk bisa lepas dari masalah kecemasan yang ia derita selama ini.
"Sayang, tidak kah dirimu jenuh dengan semua ini ?" Taehyung nampak memperhatikan dan membuntuti Hana kemanapun gadis itu pergi.
__ADS_1
"Ini sudah menjadi pekerjaan saya Tuan !"
"Justru akan terasa jenuh jika saya hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa !"
"Dirimu ini terlalu rajin Hana !" Taehyung kembali membelai surai rambut Hana dan merapikan rambut kekasihnya dengan menyelipkan nya dibelakang telinga gadisnya.
"Maukah berkendara dengan ku ?"
"Sepertinya akan menyenangkan jika kita berkeliling di sore hari seperti ini !" Taehyung kembali menghentikan tangan Hana dan meminta perhatian gadis itu saat ia berbicara.
"Berkendara ?, bukankah Tuan tidak membawa mobil ?" Hana kembali menampilkan raut wajah bingungnya.
"Mmmmm."
"Ikut lah dengan ku !" Taehyung kembali menarik perlahan Hana untuk mengikuti langkahnya.
"Sebentar Tuan !" Hana nampak mencabut alat setrika listriknya dari stop kontak, sebelum ia menuruti permintaan Taehyung.
Gadis itu kembali terdiam saat mendapati motor besar Taehyung dihadapan rumahnya.
"Kita akan mengendarainya !" Taehyung nampak tersenyum menampilkan raut wajah yang begitu bahagia.
"Tapi Tuan !"
"Tenanglah !" Taehyung dengan seketika mengangkat tubuh Hana dan membawa gadis itu untuk duduk di atas kendaraan bermotor miliknya.
Hana nampak terkejut tak percaya, perlakuan Taehyung terhadap dirinya selalu spontan dan membuat gadis itu tersenyum pada akhirnya.
"Pakai helm juga masker nya !" seperti seorang ayah yang hendak membawa putrinya jalan keluar rumah, Taehyung dengan telaten memakaikan segala perlengkapan berkendara pada diri Hana.
Gadis itu hanya terdiam dan menuruti semua perkataan dari pria tampan yang sibuk dihadapannya.
"Tuan Taehyung, diriku benar-benar beruntung karena bisa berada di sisimu !" Hana lagi-lagi tersenyum dan berbicara seorang diri didalam hatinya.
"Berpegang lah yang erat sayang !" Taehyung kembali berucap dan menarik tangan Hana untuk memeluk tubuhnya.
"Tuan tolong berhati-hatilah !" Hana akhirnya tersadar dan membuka suara seketika saat Taehyung menyalakan mesin kendaraan bermotor miliknya.
"Saya tidak ingin jika Tuan sampai bertingkah ugal-ugalan seperti sebelumnya !"
"Tuan ingat siapa yang harus berhadapan dengan petugas keamanan waktu itu ?" gadis itu nampak semakin mengomel di telinga Taehyung kekasihnya.
__ADS_1
Taehyung hanya tersenyum dan diam mendengar semua celotehan Hana, sebelum akhirnya menuruti perkataan sang gadis pujaan.
Sore itu semua nampak indah dimata Hana, ia tersenyum lepas menikmati suasana senja bersama pria pilihan hatinya.