Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Rekaman CCTV


__ADS_3

Kakak tampan diam lah, diriku akan memasang kan mahkota ini untuk mu!


Jangan bergerak!


Ayolah Dundi, jangan seperti ini! apa kau ingin membuat diriku disengat lebah?


Apa kakak tampan tak ingin menerima penghargaan dariku?


Baiklah, aku akan memanggil kak Suga saja kalau begitu!


Tunggu Dundi, jangan baiklah kau bisa memasang kan mahkota itu di manapun kau mau! aku akan diam.


Benarkah?


Ingat lah! kau harus menjadi permaisuri bagiku jika kau memasang kan mahkota ini.


Seokjin tersadar seketika, lamunan masa lalunya kembali hadir dalam mimpi singkat dalam tidurnya.


"Kenapa diriku harus meninggalkan mu waktu itu Dundi? tapi diriku hanya lah seorang anak dengan usia yang belum genap 9tahun ketika kita berpisah. Diriku juga belum bisa mencari uang sendiri waktu itu." Seokjin bergumam sendu, pria itu tampak mengusap buliran air mata dari pipinya.


Tak berselang lama ponsel Seokjin nampak bergetar, terlihat nama sang ayah muncul dalam layar ponselnya, pria itu meraih kacamata sebelum akhirnya menjawab panggilan dari orang tuanya.


"Kau dimana Seokjin? apa kau tahu Jungkook dirumah sakit? ibumu menghubungi ayah karena kau sama sekali tak menjawab panggilannya."


"Maaf ayah, aku baru saja terbangun!" pria itu memijit pelipisnya, ia kembali merasa pening karena ulah Jungkook.


"Segera lah ke rumah sakit, temui adikmu dan temani dia! ibumu tak mungkin sanggup mengurus anak itu sendirian!" suara dari seberang seketika terputus secara sepihak.


"Baru saja diriku merasa tenang karena kepergian Celine, sekarang Jungkook kembali berulah! anak-anak macam apa sebenarnya mereka ini?"


Pria itu akhirnya beranjak melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Yoongi turut berdecak kesal mendengar kalimat-kalimat tak mengenakkan yang keluar dari mulut Nyonya Kim, pria pucat itu kembali menghampiri Taehyung juga Hana begitu selesai menemui pihak berwajib.


"Tae apa kau tak bisa menyuruhnya untuk kembali ke rumah saja? telinga ku sungguh panas mendengar semua ucapannya!"

__ADS_1


"Kak tenanglah! tolong jangan berbicara seperti itu! bagaimana dengan Tuan Taehyung sekarang? apa dia akan ditahan disini?" Hana terlihat sendu dalam mengucapkan kalimatnya.


"Tidak Hana, Taehyung bisa bebas karena Jungkook lah yang memulai perkelahian itu terlebih dulu! rekaman cctv memperlihatkan Jungkook yang menyerang dan memukuli kekasih mu! jadi bersyukur lah karena ia tak harus merasakan untuk menginap disini seperti ku!"


"Benarkah itu Nak Yoongi? jadi putra ku tak akan ditahan disini?" Tuan Kim seketika menghampiri Yoongi saat mendengar penjelasan pria pucat itu


"Benar Tuan! Tuan tenang saja."


Hana tersenyum lebar, ia nampak memeluk Yoongi sebagai rasa terima kasih karena telah berusaha mencari bukti untuk Taehyung kekasihnya.


Heeeght, kenapa diriku harus ikut datang kemari jika akhirnya seperti ini?


*Aku berharap berandal sialan ini benar-benar dijebloskan ke penjara, tapi karena Hana juga pria *


pucat satu itu! semua jadi sia-sia.


Nyonya Kim terlihat memalingkan wajahnya atas kebahagiaan Hana, Yoongi, juga Taehyung bersama suaminya.


"Kenapa kau berwajah masam seperti itu wahai ibu sambung ku? apa semua tak berjalan seperti niat buruk yang kau impikan?" Taehyung terlihat menghampiri ibu tirinya dan berbicara sesuka hatinya.


"Apa maksudmu? a-aku turut bahagia karena kau bisa bebas Taehyung! ibu macam apa yang bahagia saat anaknya di penjara? meskipun tingkah mu menyusahkan aku tetap menganggap mu sebagai anak ku!" Nyonya Kim terlihat gugup dan akhirnya pergi keluar meninggalkan suami serta anak tirinya.


"Apa yang kau katakan Tae? kau selalu membuat Hana tersenyum, itu sudah lebih dari cukup bagiku! kau ingin pulang bersama Ayahmu atau bersama ku? kau tak membawa mobil bukan?"


Taehyung mengangguk dengan tersenyum menatap Yoongi, pria itu akhirnya kembali bersama Hana juga kakak lelakinya.


"Lihat lah Hana, wajah tampan ku ini harus kembali memar karena ulah anak ingusan itu! kau harus mengobati nya nanti." Taehyung terlihat menyandarkan kepalanya pada pundak Hana.


"Baiklah Tuan! tapi tolong duduk lah yang benar, kita masih dalam pengawasan kak Yoongi."


"Diriku sudah terbiasa Hana, Taehyung mu itu memang seperti harimau di luar tapi tapi seketika berubah menjadi anak kucing jika berhadapan dengan mu! bukankah begitu Tae?"


"Apa maksudmu Hyeong?" pria tampan itu kini terlihat kesal karena Yoongi selalu meledeknya.


"Coba saja kau pukul dia Hana, apa benar dia bukan anak kucing?"


Plak.

__ADS_1


"Aaaaaiish, sayang kenapa kau memukul ku?" Taehyung benar-benar terkejut karena Hana sungguh melakukan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


"Ooh maaf Tuan, maaf apa itu sungguh sakit? saya pikir itu tak terlalu keras."Hana seketika membelai perlahan bahu Taehyung yang sempat ia pukul.


"Diriku tak mungkin bisa membantah dirimu sayang! meskipun kau menuruti perintah kakak mu untuk membunuh ku sekalipun." Taehyung tampak kembali berucap dengan meringis kesakitan.


"Apa yang Tuan katakan? kak Yoongi tak mungkin melakukan hal itu."


"Bagaimana jika dia benar-benar memintanya? "


"Saya akan menolaknya!" Hana berucap tegas dan kembali mengusap luka memar di wajah kekasihnya.


"Percakapan macam apa ini? rasanya diriku benar-benar sudah seperti sopir taksi." Yoongi menghela nafas dengan melirik senyum diantara Hana juga kekasihnya.


"Terima kasih Hyeong! dirimu sungguh sopir taksi yang pengertian!"


Sepanjang perjalanan pulang canda tawa antara Yoongi dan kedua adiknya terdengar begitu hangat, percekcokan kecil antara dirinya juga Taehyung semakin sering membuat Hana tersenyum.


***


"Apa lagi yang kau lakukan? apa kau ingin menjadi anak jalanan?" Seokjin menghela nafas kasar begitu melihat Jungkook.


"Untuk apa kau kesini? pergilah aku tak butuh perhatian mu. Lebih baik aku jadi anak jalanan sekarang! percuma tinggal dirumah dengan seseorang yang angkuh seperti mu!"


Seokjin kembali terdiam memperhatikan saudara lelaki yang kini berada di atas ranjang rumah sakit, pria tampan dengan bibir seksi itu menyadari bahwa Jungkook masih menyimpan amarah padanya.


"Jadi kau baku hantam dengan siapa kali ini? aku harus membayar ganti rugi bukan? katakan!"


"Tak perlu mengganti nya! dia mungkin sudah di kantor polisi sekarang! lagi pula dia juga seorang pemimpin perusahaan, tak mungkin dia kekurangan uang!" Jungkook kembali terkekeh dengan memalingkan wajahnya.


"Siapa yang kau maksud? apa itu Taehyung? kau baku hantam dengan sahabat lama mu? apa kau sudah gila Kook?"


"Kenapa? apa masalah buatmu? diriku hanya ingin membuat nya menyesal karena telah menyia-nyiakan Celine dan ini masih belum berakhir!" pria dengan gigi kelinci itu kembali mengeratkan rahangnya.


"Kau masih belum juga mengikhlaskan adikmu itu ternyata? dia meninggal karena ulahnya sendiri, kenapa kau menyalahkan Taehyung? bukankah dari dulu Celine yang mengejar pria itu?" Seokjin kembali meninggikan suaranya dihadapan Jungkook.


Dia pasti membela Taehyung karena Hana, gadis itu memang sumber dari semua permasalahan!

__ADS_1


Lihat saja, aku tak akan tinggal diam!


__ADS_2