
Yoongi, pria pucat kakak lelaki Hana itu kembali mondar-mandir dengan perasaan gelisah karena Hana tak juga kembali ke rumahnya.
Berkali-kali ia menghubungi Taehyung, tapi pria itu juga sama sekali tak menjawab panggilan telepon darinya.
"Kemana sebenarnya mereka ?" kalimat itu kembali terulang dan terus terlintas di benak Yoongi.
Sementara di lain tempat, Celine kembali kecewa karena Taehyung tak kunjung kembali untuk dirinya.
"Apa sebenarnya hubungan Hana dan Taehyung ?" Jungkook kembali dibuat bingung tatkala melihat adegan Taehyung yang seketika mengejar Hana di ruang rawat Celine.
Taehyung dan Hana yang tak berucap sepatah katapun di rumah sakit, membuat Celine serta kedua kakaknya begitu bertanya-tanya tentang hubungan mereka.
***
"Kau harus menginap disini malam ini !"
"Diriku sungguh merindukanmu Hana !" Taehyung kembali memeluk Hana yang baru memasuki apartemen miliknya.
"Bagaimana dengan kak Yoongi Tuan ?, dia pasti akan khawatir." Hana, gadis itu seketika menatap Taehyung yang tak henti menciumi surai rambutnya.
"Tenang lah !, aku sudah mengirim pesan padanya dan meminta izin untuk membawa mu kemari."
"Jadi jangan khawatirkan apapun !" pria itu kembali tersenyum manis sembari menatap wajah kekasihnya.
"Kau tahu Hana ?, diriku berpikir dengan menyembunyikan masalah ini darimu semua bisa ku tangani dengan baik-baik saja !"
"Tapi ternyata aku salah !, rindu yang menumpuk membuat ku semakin kalut dan tak bisa berpikir dengan jernih."
"Kenapa Tuan tidak menceritakannya dari awal ?" Hana mendongakkan kepala dan kembali berujar tanya, tatapan matanya masih lekat pada wajah tampan Taehyung, kekasih hatinya.
"Aku takut kau salah paham sayang !, Celine datang dengan begitu tiba-tiba,"
"Tapi diriku sungguh bersyukur karena memiliki calon istri yang berpikiran luas seperti dirimu !"
"Jadi ku mohon, percaya lah padaku !"
"Aku janji, tak akan pernah mengecewakan dirimu Hana !" mata pria itu kembali berkaca-kaca karena ucapannya.
Hana yang melihat ketulusan pria nya, seketika kembali mencium lembut bibir Taehyung.
"Jangan menangis Tuan !" jemari tangan Hana kembali mengusap dan menghapus lembut buliran air mata pada pipi Taehyung.
__ADS_1
"Diriku sungguh percaya padamu !"
Ucapan Hana, seketika membuat Taehyung kembali bungkam perlahan isak tangisnya terhenti dan beralih menjadi sebuah senyuman.
***
"Kemana dia pergi kak ?, kenapa tak juga kembali ?" Celine terlihat kembali merajuk pada kedua kakak lelakinya.
"Bukankah kakak berjanji akan selalu membuat dia berada disini ?" air mata gadis itu kembali tak terbendung karena memikirkan pria pujaan hatinya.
"Siapa gadis gadis pincang yang dikejarnya tadi ?, dia tak mungkin menyukai gadis seperti itu bukan ?"
"Celine, tolong jangan berbicara seperti itu !, Hana itu adik Yoongi." Seokjin nampak mengingatkan saudara perempuannya dengan begitu lembut.
"Apa yang salah dari ucapan ku Oppa ?, dia memang pincang bukan ?" Celine menimpali kalimat kakak lelakinya dengan begitu tegas.
Seokjin, pria itu kembali terdiam dan mengalihkan pandangannya.
Ia tak menyangka adik perempuannya bisa berucap semudah itu untuk merendahkan Hana.
"Tapi Hana sama sekali tak berubah, paras manisnya tetap membuat hatiku berbunga sama seperti saat pertama ku melihatnya." Seokjin kembali bergumam perlahan dengan seutas senyum di bibirnya.
Pria gigi kelinci itu kembali mengalihkan pandangannya terhadap Celine.
"Celine, tak bisakah dirimu bersikap sewajarnya ?, Taehyung tak akan kembali kemari malam ini."
Pria tertua dalam tiga bersaudara itu kembali memperingatkan adik perempuannya.
"Jika kau tetap tak ingin meminum obat mu !, kakak akan meninggalkan dirimu sendirian di rumah sakit ini !"
"Apa yang kau katakan kak !" Jungkook nampak tak percaya dengan kalimat yang terlontar dari Seokjin, kakak lelakinya.
"Biarkan saja Kook !, kita tak bisa terus memanjakannya !" Seokjin berucap ketus dan berlalu melangkah meninggalkan ruangan.
Mendengar hal itu Celine seketika terdiam dengan memperhatikan langkah Seokjin yang telah berlalu dari kamar rawatnya.
"Kak Kuki !, lihatlah apa kak Seokjin benar-benar bukan saudara kandung kita ?"
"Kenapa dia tega sekali berucap seperti itu padaku ?" Celine kembali merengek dan menangis dengan manja dihadapan Jungkook.
Jungkook hanya bisa kembali menghela nafasnya, pria itu sedikit terlihat frustasi karena suara tangisan Celine yang tak kunjung reda.
__ADS_1
Apa diriku terlalu memanjakan nya ?
Tapi Celine sedang sakit !
Aku hanya ingin membahagiakan adikku, apa itu salah ?
Dimana dirimu Tae ?, tolong jangan permainkan perasaan Celine seperti ini.
Kasih sayang Jungkook pada adik perempuannya nampak membuat pria itu dilema dan kembali mencoba untuk menghubungi Taehyung.
***
Pagi itu Taehyung sengaja membawa Hana untuk menemui Ayahnya, pria itu nampak serius untuk bisa melanjutkan hubungannya dengan Hana.
"Waah, lihat lah siapa yang datang ?" pintu rumah terbuka dan dengan seketika menampakkan sosok Nyonya Kim, ibu sambung Taehyung.
"Seorang pangeran berandal bersama kekasihnya yang cacat !" wanita paruh baya itu kembali tersenyum sinis menatap Taehyung juga Hana.
"Kau !" Taehyung yang tak terima dengan ucapan sarkas dari ibu tirinya seketika mencengkeram dagu wanita itu.
"Tuan !, jangan Tuan !" Hana mencoba untuk menahan tangan Taehyung dan meminta pria itu melepaskan cengkeramannya.
"Apa kau takut Ayah mu akan mengusir mu lagi ?" Nyonya tampak semakin mencoba untuk memancing emosi Taehyung.
"Tuan tolong dengarkan saya !, dia hanya ingin membuat mu terlihat buruk dihadapan ayahmu Tuan." Hana mendekap lengan Taehyung, gadis itu juga memaksa Taehyung untuk menatapnya.
"Jadi tolong, biarkan saja Nyonya Kim berkata dengan sesuka hatinya." Hana tak henti mengusap dada bidang Taehyung yang nampak tersulut emosi dengan nafas yang terlihat memburu.
Taehyung seketika menghela nafas dalam, pria itu kembali mencoba untuk tersenyum setelah mendengar perkataan Hana.
"Dirimu benar sayang !, tong kosong selalu saja memiliki bunyi yang nyaring, serta menimbulkan kegaduhan tentunya." Taehyung kembali berucap dengan menampilkan senyum sinis nya dihadapan sang ibu sambung.
"Kita kemari untuk bertemu dengan Ayah Tuan bukan ?" Hana kembali nampak tersenyum karena mampu meredam emosi Taehyung.
Pria tampan itu mengangguk seketika dan menarik tangan Hana untuk melangkah menuju ruang makan mencari keberadaan ayahnya.
"Sialan !, kenapa harus ada gadis itu bersamanya ?" wanita paruh baya itu mengumpat seorang diri saat melihat Taehyung juga Hana melenggang bersama dan pergi meninggalkannya.
"Sia-sia rencana ku untuk bisa kembali mengadu domba Taehyung juga ayahnya !" Nyonya Kim kembali terlihat kecewa karena Hana telah berhasil mengacaukan segala permainan kotor nya.
Kemelut rasa cemburu nampak semakin menyelimuti hati Nyonya Kim tatkala ia kembali mendengar suara gelak tawa antara Taehyung, Hana, dan juga suaminya di ruang makan pagi itu.
__ADS_1