
"Kau !" Yoongi nampak begitu emosi dan kembali menarik tubuh Jihyo.
"Kau yang melepaskan Hana dari kamarku bukan ?" pria itu semakin gusar saat ia mendapati kenyataan bahwa Hana telah berhasil kabur bersama Taehyung.
"Hentikan Hyeong !" Namjoon mencoba untuk melepas cengkeraman tangan Yoongi pada dagu gadis tunangannya.
"Hyeong tenangkan dirimu !" Namjoon akhirnya mampu membuat Yoongi diam dan duduk di sofa ruang tamu apartemennya.
Ya, semenjak kepergian Hana, Jihyo pun tak berani untuk kembali pulang ke rumahnya.
Gadis itu lebih memilih tinggal bersama Namjoon tunangannya.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku ?" Yoongi kembali berucap dengan wajah datar.
"Kenapa kau menjauhkan Hana dariku Joon ?" pria itu akhirnya berteriak dihadapan Namjoon.
"Aku tidak menjauhkan mu dari Hana Hyeong !"
"Hana berhak untuk menentukan kebahagiaannya !" Namjoon mencoba untuk membuat Yoongi menyadari tentang perbuatannya yang menyimpang.
"Apa maksudmu Hana tak bahagia saat bersamaku ?" Yoongi kembali meninggikan suara serta menggebrak meja.
"Kau melukai nya Hyeong !" ucapan Namjoon yang terdengar tegas akhirnya membuat pria itu terdiam.
"Kau melukai fisik juga mental gadis kecil kesayangan mu !"
"Hana nampak ketakutan dan dia memilih untuk meninggalkan mu !" Namjoon mencoba untuk membuat Yoongi menyadari siapa sebenarnya Hana dan dirinya.
"Aku tahu dirimu orang yang baik Hyeong !"
"Hana bahkan selalu membanggakan dirimu !"
"Tapi Hana bukanlah anak kecil lagi sekarang, terimalah kenyataan bahwa dirimu tak bisa memiliki Hana Hyeong !" Namjoon kembali melembutkan suaranya, berharap supaya Yoongi mampu mencerna semua kalimatnya.
"Tidak Joon,"
"Aku sangat mencintainya !" mata Yoongi kini berkaca-kaca.
"Hatiku sakit setiap melihat dia bersama Taehyung !"
"Aku hanya ingin dia memperhatikan diriku Joon !"
Pria itu menangis dengan semua kenyataan yang harus dihadapinya.
"Hyeong, diriku pernah mengalami hari-hari gelap karena kehilangan Hana !" Namjoon berjalan perlahan dan mendekat duduk di samping Yoongi.
"Dirimu yang meminta ku untuk merubah diri menjadi lebih baik bukan ?" pertanyaan yang begitu lembut dari Namjoon kembali membuat Yoongi berpikir keras mengingat masa lalunya.
"Percayalah jika Hana telah benar-benar menjatuhkan pilihan nya terhadap Taehyung, itu berarti Hana telah memikirkan dengan matang keputusan yang ia buat Hyeong !"
"Hana bukanlah gadis yang dengan sembarangan bisa menaruh hatinya pada seseorang !" Namjoon mengusap perlahan punggung Yoongi yang tengah tertunduk dengan isak tangisnya.
"Dengan merelakan kebahagiaan Hana, aku yakin dirimu juga pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya !"
"Kita tidak pernah bisa mengetahui takdir di masa depan bukan ?"
__ADS_1
Jihyo yang sedari tadi terdiam semakin dibuat takjub oleh kepribadian Namjoon.
Gadis itu tak berhenti memandangi Namjoon yang tampak begitu bijak dalam menasehati serta menenangkan kakak lelakinya.
"Oppa, diriku beruntung karena bisa memiliki mu !" gadis itu berucap dalam hati dengan senyum tipis dibibir nya.
"Jadi ku mohon padamu Hyeong !"
"Jangan seperti ini, siapapun lelaki yang mendampingi Hana kelak !"
"Dirimu akan tetap memiliki ruang tersendiri dalam hatinya !" Namjoon kembali mengusap lembut punggung Yoongi yang semakin tertunduk.
Setelah beberapa jam menyetir akhirnya Taehyung dan Hana tiba di tempat tujuan mereka.
"Maaf jika saya jadi mengulur waktu Tuan !" Hana berucap dengan raut wajah yang nampak bersalah pada Taehyung.
"Kau ini kenapa sayang ?"
"Aku sungguh menikmati perjalanan ini !" pria itu kembali tersenyum menanggapi kalimat Hana.
"Tapi rasanya tidak ada yang gratis di dunia ini Hana !" Taehyung berucap dengan melirik pada wajah gadis disampingnya.
"Maksud Tuan ?" gadis itu kembali bertanya dan menatap mata sang pria tampan.
"Kita harus segera turun sekarang !" Taehyung nampak tak ingin menjelaskan dan berlalu turun dari mobilnya.
Ya, Hana yang tak biasa bepergian dengan transportasi udara membuat Taehyung membatalkan tiket penerbangannya.
Meeting nya kembali tertunda karena harus menempuh jalur darat dengan mengendarai mobilnya.
Memasuki lobby hotel, Hana semakin dibuat takjub karena ini pertama kalinya ia melihat bangunan yang jauh begitu megah setelah perpustakaan kota.
"Tunggulah disini !" Taehyung nampak meninggalkan Hana dan menuju meja resepsionis untuk check in serta mengisi formulir.
"Tuan Taehyung !" Hana bergumam sembari tersenyum melihat pria tampan yang kini sibuk berbicara dengan resepsionis untuk keperluan hotel penginapan mereka.
"Kenapa dia selalu menghantuiku sekarang ?"
"Sikap tengilnya waktu itu, justru membuat ku nyaman untuk bisa dekat dengannya !" Hana kembali berdebat seorang diri dalam hati.
"Ada apa denganmu sayang ?" Taehyung tiba-tiba datang dan berjongkok dihadapan Hana yang tengah tertunduk dengan semua lamunannya.
"Tuan ?"
"Apa kau menyesal karena ikut dengan ku ?" Taehyung yang berpikir bahwa Hana tengah memikirkan Yoongi membuat pria itu nampak lesu.
"Apa yang Tuan katakan ?" Hana terkejut karena raut wajah Taehyung yang nampak berubah.
Gadis itu akhirnya hanya terdiam dan mengikuti langkah Taehyung menuju kamar hotel mereka.
Keduanya kembali tak berbicara hingga memasuki ruangan hotel.
"Tuan !"
"Apa Tuan marah ?" Hana nampak takut karena Taehyung mengacuhkan dirinya.
__ADS_1
Pria itu justru terdiam merebahkan diri dan memejamkan mata.
"Aku sangat marah padamu Hana !" Taehyung kembali bergumam dengan tetap memejamkan matanya.
"Tapi kenapa ?"
"Saya hanya tertunduk karena memikirkan Tuan !"
"Apa itu salah ?" Hana kembali bertanya dan berjalan perlahan mendekati ranjang kamar hotel.
Taehyung, pria itu akhirnya tersenyum dan membuka mata.
"Benarkah kau memikirkan diriku Hana ?" ia bangkit dan mendekati gadis yang duduk dipinggir ranjang.
"Iya Tuan, maaf !" Hana menanggapi dengan suara lembut dan hampir tak terdengar di telinga Taehyung.
"Berbicara yang jelas !"
"Aku tak begitu mendengarnya !" Taehyung kembali menggoda Hana dengan wajah dinginnya.
"Saya !"
"Saya selalu memikirkan Tuan akhir-akhir ini !"
"Dan saya ...," ucapan Hana terhenti karena Taehyung semakin mendekatkan wajahnya pada Hana.
"Menikah lah dengan ku !" Taehyung kembali berucap dengan raut wajah serius tanpa berkedip menatap Hana.
Bukan menjawab, Hana justru mencium lembut pipi Taehyung, gadis itu akhirnya mengumpulkan keberanian untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya pada Taehyung.
"Apa ini pertanda, bahwa kau menerimaku Hana ?" pria itu nampak terkejut dan benar-benar tak percaya atas perlakuan Hana padanya.
"Jawab sayang !" Taehyung mengguncang perlahan tubuh Hana dan semakin tak ingin mengalihkan pandangannya.
"Saya menerima perasaan Tuan, tapi kalau untuk menikah ...," ucapan Hana kembali terhenti karena Taehyung menyela kalimat nya.
"Tak apa, kita bisa membicarakan hal itu nanti !" pria itu nampak begitu bahagia dan seketika memeluk tubuh gadis dihadapannya.
"Aaawghh" Hana kembali mendesis karena pelukan pria nya yang begitu erat.
"Maaf Hana !"
"Apa ini masih sakit ?" Taehyung nampak kembali mengingat bekas luka pada tubuh Hana.
"Selama Tuan merawat dan mengobati nya, ini tidak akan begitu terasa !" Hana tersenyum dan mengusap perlahan luka di bahu serta lengan tangannya.
"Baiklah buka pakaian mu sekarang sayang !"
"Maksud Tuan ?" Hana melotot seketika mendengar kalimat dari bibir pria tampan yang kini telah menjadi kekasihnya.
"Bukankah kau telah menerima ku ?" Taehyung kembali berbisik di telinga Hana.
"Tuan !" gadis itu berucap dengan sedikit meninggikan suara.
Taehyung terkekeh melihat raut wajah panik Hana.
__ADS_1
"Tentu untuk mengobati lukamu Hana !"
"Apa yang kau pikirkan ?" Taehyung, pria itu kembali menahan tawa serta menyentil dahi Hana yang kini nampak malu-malu dihadapan nya.