
Suasana hangat nampak begitu terasa di kediaman Yoongi malam itu.
Taehyung juga nampak banyak berbincang dengan kakak lelaki Hana diruang makan.
"Maaf, seharusnya kau bisa langsung istirahat Hana !" Jihyo nampak merasa bersalah pada adik perempuannya yang harus turut menyiapkan makan malam kembali untuk semua orang.
"Tak apa Kak !" Hana tersenyum menanggapi kalimat kakak perempuannya dengan tangan yang tetap sibuk bermain dengan alat penggorengan.
"Apa Namjoon menghubungi mu Tae ?"
Taehyung nampak mengangguk menanggapi kalimat Yoongi.
"Apa kau yang meminta nya Hyeong ?" pria itu kembali melontarkan pertanyaan pada pria pucat dihadapan nya.
"Diriku tidak meminta kau segera kembali !"
"Aku hanya ingin mengetahui keberadaan kalian, itu saja !"
Tak berselang lama Hana juga Jihyo kembali menghampiri mereka.
"Waah, inilah yang ku rindukan selama ini !" Yoongi terlihat antusias dengan hidangan nasi goreng buatan Hana.
"Kau tahu Hana ?"
"Selama dirimu tak berada di rumah, Jihyo hampir meracuni ku !" pria pucat kakak lelaki Hana itu nampak sedang mengadu pada saudara termuda di keluarganya.
"Benarkah itu kak ?" Hana tersenyum menanggapi kalimat Yoongi dan menatap Jihyo.
"Jangan dengarkan kakak Hana !"
"Dia saja yang tidak tahu terimakasih !" Jihyo kembali menyanggah perkataan Yoongi tentang hasil masakannya.
"Kau bisa membahayakan nyawa Namjoon kakak lelaki ku Jihyo !" Taehyung turut menimpali dan menggoda kakak perempuan Hana.
"Baiklah, aku sudah mulai belajar memasak sekarang !"
"Jadi kalian diam lah !" gadis itu akhirnya menikmati makanan dengan berucap ketus pada kedua pria dihadapannya.
"Sudahlah kak !"
"Kita makan sekarang !" Hana menghentikan Taehyung juga Yoongi yang tak berhenti menggoda kakak perempuannya.
"Maaf, diriku permisi sebentar Hyeong !" Taehyung beranjak dan terburu-buru menuju kamar tamu dan membuka kopernya, pria itu kembali mengacak isi koper dan membawa obat ditangannya.
"Sayang, kau harus minum obatnya !" Taehyung berdiri di samping Hana dan menyiapkan beberapa obat alergi dari rumah sakit yang harus di konsumsi oleh kekasihnya.
"Apa yang terjadi Tae ?" Yoongi dan Jihyo nampak bertanya secara bersamaan.
"Hana memiliki riwayat alergi Hyeong !"
"Aku sempat membawanya ke rumah sakit kemarin !"
__ADS_1
"Itu sungguh membuatku takut saat melihat kondisinya !" pria tampan itu nampak membelai surai rambut kekasihnya dihadapan Jihyo juga Yoongi.
"Dan itu pula yang membuat ku menunda untuk kembali pulang di hari sebelumnya !" Taehyung kembali menjelaskan kejadian yang sebenarnya terhadap Yoongi.
"Tapi sekarang diriku sudah baik-baik saja Tuan !" Hana kembali menggenggam tangan Taehyung begitu ia selesai meneguk air putih untuk meminum obatnya.
"Alergi ?" Jihyo turut terkejut dengan perkataan Taehyung.
"Apa yang kalian makan Tae ?" gadis itu kembali mengulik informasi tentang alergi yang di derita adiknya.
"Seafood !"
"Itu sebabnya kau tak pernah mengkonsumsi udang dan sejenisnya Hana ?" Jihyo kembali shock karena selama ini Hana sering menyajikan tumis udang wortel yang merupakan makanan favoritnya.
"Iya kak !" Hana kembali tertunduk memainkan jemarinya.
Yoongi dan juga Jihyo benar-benar tak menyangka, keduanya nampak merasa bersalah karena tak pernah mengetahui riwayat alergi yang di derita adik bungsunya.
"Kami sungguh minta maaf Hana !" Yoongi berucap lesu dihadapan Hana.
"Diriku sebagai lelaki tertua sama sekali tak bisa merawat mu dengan baik disini !"
"Jangan menyalahkan diri kakak sendiri !"
"Semua sudah baik-baik saja sekarang !" Hana kembali menatap Taehyung yang tak henti membelai surai rambutnya.
"Aaaaaghhh, aku akan masuk ke kamar !" Jihyo, kakak perempuan Hana nampak tak tahan dengan kemesraan yang Taehyung tampilkan dihadapan kedua kakak Hana di meja makan.
"Ingat, kalian berdua jangan tidur terlalu malam !" Yoongi akhirnya turut beranjak meninggalkan Hana dan Taehyung di ruang makan.
Keduanya hanya tersenyum mengangguk menanggapi kalimat Yoongi.
"Terimakasih Tuan !" Hana mendongakkan kepala untuk kembali menatap pria yang setia berdiri di samping tubuhnya.
"Kenapa berterima kasih seperti ini ?" Taehyung kembali mengusap rambut Hana yang kini telah memeluk separuh badannya.
"Karena Tuan telah menyelamatkan diri saya dan memperbaiki semuanya !" gadis itu kini tak lagi malu untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Sayang berhentilah memeluk ku seperti ini !"
"Kau bisa membangunkannya !" Taehyung kembali berucap dengan suara berat.
"Maksud Tuan ?" Hana akhirnya melepaskan pelukan.
"Ice Cream ? " Taehyung berucap dengan menahan tawa dan menggigit bibir bawahnya.
"Tuan pergilah tidur sekarang !" Hana akhirnya mendorong tubuh Taehyung perlahan dengan senyuman.
"Apa ?, hmmm ?"
"Kenapa kau tersenyum sayang !" pria itu justru kembali menatap Hana dan mulai menggoda nya.
__ADS_1
"Kau nampak mulai memahaminya sekarang ?" Taehyung kembali mendekatkan tubuhnya dan berjongkok dihadapan Hana.
Kakak lelaki Hana nampak mengunci pintu kamarnya, pria itu melangkah perlahan menuju pembaringan di kamarnya.
"Dia benar-benar nampak tersenyum bahagia bersama Taehyung ?" Yoongi mencoba untuk turut tersenyum melihat kebahagiaan Hana, adik bungsunya.
"Perlahan saja Yoon !"
"Kamu pasti bisa mengikhlaskan Hana !"
"Gadis kecil kesayangan mu itu kini sudah dewasa !" pria pucat itu kembali berbicara seorang diri dalam hatinya.
"Dia berhak bahagia dan menentukan jalan hidupnya !" Yoongi kembali menghela nafas dalam dan memejamkan matanya, pria itu nampak mencoba untuk benar-benar memperbaiki kesalahannya.
"Jadi bagaimana sayang ?" Taehyung masih saja tak gentar untuk membuat pipi Hana merona dihadapannya.
"Kau benar-benar menginginkan nya sekarang ?"
"Cukup Tuan !" gadis itu kembali menginjak kaki Taehyung dan terbebas dari kungkungan kekasihnya.
"Segeralah beristirahat sekarang !" Hana akhirnya mencoba untuk beranjak meninggalkan Taehyung dengan berlalu melewatinya begitu saja.
"Waah, kau sungguh galak sekali Hana !" Taehyung nampak berteriak dengan kesakitan.
"Tidak bisakah kau berlaku baik terhadap ku ?"
"Apa kau tak ingat siapa yang selalu menyelamatkan mu selama ini ?" Taehyung tetap saja mengejar langkah Hana yang hendak memasuki kamarnya.
Gadis itu akhirnya berhenti karena mendengar rengekan dari pria tampan dibelakangnya.
"Tuan saya minta maaf karena telah menginjak kaki Tuan !"
"Bukan maksud saya berlaku kasar !"
"Saya hanya ingin terhindar dari tindakan mesum yang sedang menguasai pikiran Tuan sekarang !" Hana berbalik badan dan menatap dalam raut wajah tampan kekasihnya.
"Begitu kah ?"
"Tapi diriku masih ingin bersamamu sayang !" Taehyung menunduk dan menyetarakan tinggi tubuhnya dengan Hana.
Cup.
"Selamat malam Tuan !"
"Beristirahat lah, semoga mimpi indah !" Hana tersenyum dan akhirnya menutup pintu kamarnya.
Taehyung, pria itu lagi-lagi dibuat terkejut dan berdiri dengan tubuh kaku karena ulah Hana.
"Hana !"
"Kau benar-benar telah membuatku gila !" pria itu tak berhenti tersenyum dan memegang kedua pipinya.
__ADS_1