Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Sebuah Perjalanan Panjang Keluarga


__ADS_3

"Apa kalian yakin tak ada barang yang ketinggalan? diriku tak menerima komplain untuk berputar arah!" Taehyung berbicara pada seluruh penumpang mobilnya hari itu.


Hana tersenyum melirik wajah tegas pria yang berada di samping tempat duduknya.


"Kecuali Hana yang meminta!" pria itu kembali terkekeh dengan tatapan sepintas yang tertuju pada Hana, kekasihnya.


"Aaaaaah, kita sungguh jadi obat nyamuk disini Hyeong! seharusnya kita bawa mobil sendiri-sendiri saja!" Namjoon berteriak dari seat kursi paling belakang menanggapi perkataan dari adik sambungnya.


"Kau benar Joon! pria muda itu sungguh cerewet sekali, baru kali ini dia menyetir untuk ku! kalau bukan karena Hana aku tak pernah ingin mengajak nya." Yoongi nampak turut menggerutu.


"Ayolah Hyeong, diriku ini juga akan menjadi adik ipar mu! jadi tolong ramah lah sedikit terhadap ku!"


Para penumpang wanita didalam mobil itu hanya bisa tertawa mendengar perdebatan kecil yang terjadi antar para pria mereka.


"Sayang, tolong berhati-hatilah dalam berkendara! kami semua mengandalkan dirimu!" Hana berucap perlahan sembari mengusap lembut jemari Taehyung.


"Saya akan lakukan sesuai dengan permintaan dari mu Tuan Putri! tapi boleh kah diriku mendapatkan sebuah kecupan disini?" Taehyung kembali berucap dengan menyentuh pipinya.


"Apa yang Tuan katakan? lihat lah kita tidak pergi sendiri sayang. Aku akan memberikan nya nanti!" gadis itu akhirnya tersenyum dan kembali menatap Taehyung.


"Sepertinya aku memang harus segera menikah kan mereka Joon!" Yoongi kembali melontarkan sindiran pedasnya pada Taehyung.


"Sebaiknya Tuan menikahi saya dulu baru menikah kan Hana juga Taehyung!"


Semua orang kembali tertawa karena Wendy akhirnya membuka suara, wanita itu biasanya lebih banyak diam namun suasana hangat dalam mobil bersama keluarga Hana membuatnya turut mengungkapkan isi hatinya.


Perjalanan Yoongi juga adik-adiknya hari itu nampak dipenuhi dengan kebahagiaan serta canda tawa yang tiada habisnya, pria pucat yang semula sangat dingin itu kini lebih bisa mengikuti candaan adik-adiknya.


***


"Kenapa begitu sepi? bukankah Yoongi berkata akan mengambil cuti untuk beberapa hari?" Seokjin berbicara seorang diri saat ia menyadari tak seorangpun yang membukakan pintu untuk dirinya.


"Apa alasan mu datang kemari kak?"

__ADS_1


"Seharusnya diriku yang bertanya padamu Kook, apa tujuan mu merengek untuk ikut dengan ku?"


Jungkook, pria gigi kelinci itu sempat kelabakan karena pertanyaan saudaranya.


"Yoongi Hyeong! dia selalu membawakan ku makanan saat di asrama, aku juga menganggap nya sebagai sahabat! apa salah jika diriku turut ingin menemuinya?"


"Apa benar itu maksud tujuan mu? santai saja jangan terlalu serius brother! apa yang salah dengan mu, kenapa seketika emosi seperti itu?"


Jungkook memalingkannya wajahnya, ia tak ingin Seokjin mencurigai dirinya.


"Kenapa tak juga diangkat? Apa mereka pergi ke luar kota?" Seokjin memainkan jemarinya pada layar ponsel, pria itu masih mencoba untuk menghubungi Yoongi sahabatnya.


"Yoongi aaa! kenapa tak dirumah? apa kau sedang bepergian jauh bersama adik-adik mu?" raut wajah Seokjin terdengar begitu sumringah begitu Yoongi menjawab panggilan darinya.


Bepergian jauh,


*Apa mereka keluar kota? *


Jungkook nampak menaikkan salah satu alisnya begitu mendengar percakapan Seokjin.


"Baiklah Yoon, aku hanya ingin mampir dan sedikit membawa kan hadiah untukmu juga Hana! tak apa aku bisa membawakan nya nanti jika kalian sudah kembali. Berhati-hatilah di jalan Yoongi a!"


Taehyung nampak melirik Yoongi yang baru saja menutup sambungan teleponnya,


"Siapa yang menghubungi Hyeong? apa pria asing itu lagi? apa dia menanyakan keberadaan Hana?" Taehyung seketika melontarkan pertanyaan dengan ketus pada calon kakak iparnya.


"Kau tenang saja Tae! Hana tak mungkin meninggalkan dirimu, adik bungsu ku satu ini benar-benar sudah tergila-gila padamu!"


"Tolong jangan membuat ku malu kak!" Hana berucap lemah karena rasa kantuknya.


"Kenapa harus malu padaku sayang? bukankah aku ini calon suami mu?" Taehyung kembali membelai surai rambut Hana dengan tangan kirinya.


"Tidur lah jika memang mengantuk! aku tak akan mengganggu mu," senyum pada bibir Taehyung begitu nampak indah di mata Hana sebelum akhirnya ia benar-benar memejamkan matanya.

__ADS_1


Dua jam perjalanan, terdengar suara Namjoon yang meminta Taehyung untuk beristirahat dan menghentikan mobilnya.


"Ada apa kak?"


"Jihyo dia kembali mual, bisakah kita menuju ke rest area terdekat?" Namjoon nampak panik karena Jihyo terlihat lemas dan terus menyandarkan kepalanya.


Kondisi yang tidak fit pada tubuh Jihyo membuat Taehyung segera melajukan mobilnya dan berhenti tepat di rest area terdekat.


"Kalian turunlah lebih dulu Hyeong! Hana sepertinya memang kelelahan, aku akan menunggunya hingga ia terbangun."


Taehyung kembali duduk dan memundurkan jog mobilnya hingga setara dengan Hana, pria itu berkali-kali tersenyum mengingat perkataan yang Yoongi lontarkan padanya.


"Benarkah kau telah tergila-gila pada pria berandal seperti ku sayang? kenapa kau selalu terlihat menggemaskan dengan bibir kerucut mu itu Hana?"


Cup.


Taehyung berkali-kali mencuri kecupan dari bibir Hana, pria sama sekali tak bosan untuk menggoda Hana dalam keadaan sadar ataupun setengah sadar.


***


Suasana hening kembali terlihat antara Seokjin juga adik lelakinya,


Pria tampan berbahu lebar itu memutuskan untuk mengajak Jungkook mengunjungi makam Celine, ia berpikir itu bisa membantu Jungkook sedikit meluapkan kerinduan nya pada Celine.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Seokjin menatap Jungkook wajah datarnya.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu mu kak? apa gadis yang pernah kau ceritakan itu Hana? ku lihat wajahmu selalu berseri-seri setiap kali menyebut namanya, apa semua dugaan ku ini benar?"


"Itu sama sekali bukan urusanmu Kook! lanjutkan saja kuliah mu dengan benar, jangan hanya bisa membuat ku pusing untuk selalu mengurus perpindahan universitas untuk dirimu!" Seokjin berlalu dan melangkah meninggalkan Jungkook menuju mobilnya.


"Berarti itu semua benar? gadis cacat itu merupakan bagian dari diri kak Seokjin! akan sangat menyenangkan jika diriku bisa bermain-main dengannya,"


Jungkook, pria itu kembali terlihat tersenyum dengan mengusap nisan dari mendiang saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2