Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Harga Diri Yang Sesungguhnya ?


__ADS_3

Malam itu Taehyung kembali membiarkan Hana tertidur dalam pelukannya.


Pria itu bahkan rela menahan rasa kebas pada pergelangan tangan kirinya.


"Aku bahkan tak sempat untuk memikirkan mengganti pakaian ku sendiri demi gadis ini ?" Taehyung berdecak perlahan serta tersenyum seketika, pria itu lagi-lagi tak mengerti dengan perilaku nya sendiri.


Taehyung yang sama sekali tak menyukai pakaian dengan model kemeja selama hidupnya itu, kini justru rela berjam-jam berbaring mengenakan kemeja putih dengan posisi yang tak nyaman demi menjaga Hana untuk tetap bisa terlelap dalam tidurnya.


Ponsel Taehyung yang kembali berdering membuat ia panik dan mencoba untuk meraih serta menonaktifkan nya dengan segera tanpa ingin mengetahui siapa sang pemilik panggilan.


"Kau selalu terlihat begitu anggun dan tenang setiap kali menutup mata," Taehyung kembali memandangi wajah teduh Hana yang tengah tertidur.


"Kenapa aku bisa jatuh cinta padamu Hana ?"


"Kau bahkan selalu mengacuhkan ku saat itu ?" pria itu kini nampak asik berbincang seorang diri sembari membelai surai rambut Hana.


"Ini bahkan belum ada jam 09.00," Taehyung kembali tersenyum, pria itu nampak mengingat masa-masa kelamnya.


"Sebelum mengenalmu aku selalu pergi keluar pada jam segini dan memulai malam ku untuk berpesta pora dengan wanita-wanita di luar sana."


"Tapi kau ...,"


"Kau yang meminta ku untuk hanya menyimpan satu wanita dalam hidupku,"


"Aku jadi memikirkan sesuatu saat mendengar hal itu," ia kembali terkekeh.


"Dan kau juga yang mengatakan bahwa diriku terlihat murah jika hanya menjual ketampanan,"


"Begitu banyak wanita yang dengan mudah bisa ku taklukkan, tapi kenapa dengan mu ...,"


"Justru harus aku yang mengemis bahkan untuk sekedar bertemu ?"


"Jawab lah, apa kau me_mantrai ku ?" lagi-lagi Taehyung terkekeh karena ucapannya sendiri.


"Berani sekali dirimu ini Hana !" bak seorang ayah yang mendongeng untuk putri kesayangannya, Taehyung terlihat begitu dewasa setiap kali bertemu Hana.


"Kenapa kau tak menjawab Tae ?" Namjoon kembali mencoba untuk menghubungi Taehyung kembali tapi justru nomor nya tak lagi aktif.


"Apa dia tidak menjawab Oppa ?" Jihyo nampak turut cemas dan berdiri di samping Namjoon.


"Nomor nya justru tidak lagi aktif,"


"Bagaimana ini ?"


"Apa Irene melakukan sesuatu pada Hana ?" Jihyo turut dibikin cemas oleh keberadaan Hana, karena ia memikirkan perkataan Irene di telfon sebelumnya.


Tak berselang lama terdengar bel pintu dari apartemen Namjoon.


Namjoon dan Jihyo saling menatap seketika dan beranjak untuk mengetahui siapa yang bertamu malam itu.


"Pulang sekarang !" sosok Yoongi telah berdiri dengan wajah datar saat Jihyo dan Namjoon menampakkan dirinya.


"Tapi Kak, aku masih ingin disini !" Jihyo melepas tangannya dari genggaman Yoongi.

__ADS_1


"Apa kau mau menjadi seorang ****** ?"


"Ingat kalian itu belum menikah !" Yoongi berucap ketus pada keduanya.


"Pulang sekarang !!" Yoongi kembali meninggikan suaranya.


Jihyo hanya menghela nafas,


"Oppa, aku pulang."


"Jaga diri Oppa baik-baik !" Jihyo berucap lesu saat berpamitan pada Namjoon.


"Dia bukan anak kecil yang harus disiapkan makan setiap kali tiba waktunya bukan ?" Yoongi berdecak kesal, pria itu tampak risih melihat Jihyo yang mencoba tampil mesra dihadapan nya.


"Aku membencimu Kak !" Jihyo akhirnya melangkah keluar dari apartemen Namjoon dan mendahului Yoongi kakaknya.


Hana nampak menggeliat, hal itu semakin membuat jantung Taehyung berdegup kencang tak beraturan.


Pasalnya hidung serta bibir Hana berada tepat dihadapan wajahnya.


Ditambah dengan kedua aset pribadi milik Hana yang telah begitu melekat pada dada bidangnya.


Lagi, Taehyung nampak mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan.


"Ayolah Hana, tolong jangan seperti ini !"


"Aku ini pria normal ...," pria itu kembali berucap dalam hati.


"Bagaimana jika aku lepas kendali ?" Taehyung kembali mencoba untuk memejamkan matanya.


"Maaf jika aku membangunkan mu !" Taehyung tampak menggaruk pelipisnya.


Hana yang masih sedikit linglung dan mendapati wajah Taehyung yang begitu dekat dengannya, membuat gadis itu seketika salah tingkah dan mencoba untuk menjauhkan dirinya.


"Mau kemana ?" Taehyung justru kembali mengeratkan pelukannya dan membuat Hana kembali menatap matanya.


"Apa yang Tuan lakukan ?"


"Kenapa kita berpelukan seperti ini ?"


"Aaaaaaggghhhh, kenapa kau selalu saja melupakan kejadian-kejadian manis diantara kita Hana ?"


"Kau bahkan yang memeluk tubuhku terlebih dulu !"


"Benarkah ?" Hana nampak mengalihkan pandangannya.


"Saya sungguh minta maaf Tuan," Hana mendorong tubuh Taehyung perlahan dan berhasil membuat jarak diantara mereka.


"Kenapa kau meminta maaf ?" Taehyung turut duduk dan menatap wajah lesu Hana.


"Apa saya nampak seperti wanita murahan ?" Hana berucap tersendat dengan sedikit tertunduk.


"Apa yang kau katakan Hana ?" raut wajah Taehyung berubah seketika saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hana.

__ADS_1


"Kak Jihyo selalu mengatakan hal itu pada saya !"


"Bukan hanya Kak Jihyo, Nyonya Kim serta gadis yang membawa paksa diri saya malam itu ...," Hana tertunduk lesu sembari memainkan jarinya.


"Apa Tuan benar-benar telah membeli diri saya ?"


"Berapa harga yang harus saya bayar untuk bisa mengganti uang yang telah Tuan keluar kan ?"


"Apa saya mampu menggantinya ?" gadis itu kembali menghela nafasnya.


"Maaf Tuan,"


"Akan saya siapkan makan malam segera untuk Tuan !" Hana beranjak dan tampak turun dari pembaringan Taehyung.


Taehyung hanya menatap iba gadis yang meninggalkan nya sendirian di ranjang.


Tak lama berselang pria itu akhirnya turun dan mendekati Hana.


"Jangan dengarkan ucapan apapun yang keluar dari mulut orang-orang yang membencimu Hana,"


"Mereka itu hanya iri, karena tak bisa seperti dirimu !" Taehyung nampak terduduk dan memperhatikan Hana yang tengah berkutat untuk menyiapkan makan malam bagi dirinya.


Hana hanya diam tak memberikan jawaban atas ucapan Taehyung.


Sedikit banyak ia telah mengingat semua kejadian yang dialaminya di malam sebelumnya.


Kesedihan kembali terlihat pada raut wajahnya.


"Jika aku benar-benar telah meniduri mu ?"


"Apa yang akan kau lakukan ?" Taehyung kembali membuka suara dan melontarkan pertanyaan pada Hana.


"Berarti saya telah benar-benar menjadi wanita ****** ...,"


"Bukan hanya cacat fisik tapi saya juga cacat etika," Hana tertunduk, buliran air mata juga nampak jatuh mengiringi helaan nafas beratnya.


"Apa yang kau katakan Hana !" Taehyung terperanjat dan dengan seketika mendekap Hana dalam pelukannya.


"Jangan pernah katakan hal itu lagi pada dirimu sendiri," Taehyung nampak berucap dengan emosi.


"Aku tak mungkin melakukan nya tanpa seizin mu !"


"Kau mengerti ?" pria itu membuat Hana kembali menatap matanya.


"Apa Tuan Taehyung bisa dipercaya ?" gadis itu hanya diam menatap dalam sorot mata pria dihadapannya.


"Jika aku mau, aku bisa saja menikmati tubuh telanjang mu malam itu !"


"Tapi hatiku mencegah nya Hana !"


"Aku juga sama sekali tak memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku."


Kedua insan manusia itu akhirnya hanya diam dan saling melempar pandangan.

__ADS_1


Tidak ada lagi kalimat yang keluar dari bibir keduanya meskipun tubuh mereka saling bersentuhan.


__ADS_2