
"Untuk apa kau kemari?" Yoongi memalingkan pandangannya dan nampak enggan untuk bersua dengan pria yang telah ia hajar.
"Hyeong,"
"Aku minta maaf !"
"Kenapa harus dirimu yang minta maaf Joon ?" Nyonya Kim meninggikan suaranya.
"Dia yang seharusnya ...,"
"Saya mohon tenanglah Ibu !" Namjoon justru membentak sang Ibu.
Yoongi justru terkekeh.
Pria itu sama sekali tak takut jika ia benar-benar harus menjadi penghuni jeruji besi.
"Kau tahu Joon, semenjak kau berulang kali mengecewakan nya,"
"Sejak saat itu pula aku bertekad untuk merebut nya darimu !" Yoongi berucap tegas tanpa memikirkan konsekuensi dari ucapan nya.
"Apa maksudmu Hyeong ?"
"Hana, ?"
"Apa baku hantam kalian kemarin itu gara-gara Hana ?" Nyonya Kim kembali menyela percakapan diantara keduanya.
"Jawab !" suara Nyonya Kim menggema di ruang mediasi kantor polisi.
"Apa kau sudah tidak waras Yoon ?"
"Apa gadis cacat itu juga menggoda mu ?" Nyonya Kim dengan sengaja berucap dan mencela Hana.
"Diam !" entah bagaimana tapi Yoongi telah terlihat mencengkeram dagu Nyonya Kim.
"Berani kau membuat masalah pada Hana, akan ku pastikan kau mati ditangan ku !" pria itu itu justru terlihat semakin brutal.
Kericuhan di kantor polisi akhirnya membuat Wendy sekretaris Yoongi menghubungi Hana.
"Semoga Hana lekas kemari !"
"Sepertinya memang cuma Hana yang didengar oleh Tuan Yoongi," Wendy berucap dalam hati, wanita cantik itu terlihat frustasi menangani boss nya sendiri.
"Kenapa kau tak membiarkan kak Suga untuk me mukul ku kemarin ?" Jihyo berucap datar dengan pandangan lurus ke depan.
"Saya juga tidak tahu," Hana tersenyum.
"Akan lebih menyenangkan saat melihat Kakak juga Kak Yoongi mengomel pada diri saya, daripada harus melihat kalian berkelahi," Hana menghela nafasnya perlahan.
"Bagi saya, apapun perlakuan kalian terhadap saya,"
"Kalian berdua tetap lah orang tua bagi saya."
"Saya hanya perlu berbakti bukan ?"
Ucapan Hana sukses membuat Jihyo menatap heran terhadap adik yang selama ini tak di akuinya.
Tak sampai dalam 15 menit, Jihyo menghentikan mobilnya tepat di kantor polisi.
"Waaah wanita primadona dalam menggoda semua pria nampak nya telah hadir disini !" Nyonya Kim kembali berucap sesuka hatinya saat mendapati Hana hadir di kantor polisi.
"Kau !!" Yoongi tak lagi mampu menahan amarahnya, ia benar-benar kembali menyerang Nyonya Kim dengan mencekik leher wanita itu.
Kegaduhan yang tak kunjung selesai akhirnya membuat aparat kembali membawa Yoongi ke dalam tahanan.
"Kak !" Hana berucap lemah membelai wajah sang kakak lelaki.
"Jangan katakan apapun Hana,"
__ADS_1
"Aku bahagia kau hadir dan menemui ku disini !" Yoongi nampak tersenyum puas.
"Tapi aku ingin Kakak segera kembali ke rumah, bagaimana dengan pekerjaan Kakak ?" Hana turut memikirkan perasaan Wendy yang terlihat begitu terbebani dengan semua yang terjadi karena ulah Yoongi.
"Apa kau merindukanku Hana ?" tatapan Yoongi semakin terlihat aneh, pria itu bahkan juga berkali-kali mengusap lembut bibir Hana dengan jemarinya.
Sekretaris Yoongi yang dari tadi diam menyaksikan hal itu membuat Wendy menghela nafas dalam.
"Kenapa ?, Apa aku cemburu melihatnya ?"
"Bukankah Hana itu adik dari Tuan Yoon ?"
"Ada apa dengan ku ?" Wendy menggeleng perlahan mencoba menyadarkan dirinya.
Wanita itu juga turut memikirkan bagaimana cara supaya boss nya lekas keluar dan kembali meng_ handle semua pekerjaan kantornya.
"Kau lihat Joon ?"
"Apa kau masih ingin membebaskan nya ?"
"Dia bahkan mencoba membunuh Ibu dihadapan semua orang !" Nyonya Kim, wanita itu tak berhenti mengomel sepanjang perjalanan.
"Ibu yang memulai nya lebih dulu bukan ?" Namjoon tampak nya turut kesal dengan ucapan sang Ibu.
"Memulai ?"
"Memang pada kenyataannya, Hana itu gadis penggoda bukan ?"
"Lihat saja Taehyung !"
"Adikmu yang berandal itu juga bisa dengan mudah mendekati nya !"
"Wanita macam apa sebenarnya Hana itu Joon ?"
"Diam laah Bu," Namjoon berteriak frustasi mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut ibunya.
"Kau masih saja membelanya Joon ?" Nyonya Kim yang terkejut mendengar bentakan sang Putra seketika berucap lemah.
Pria itu tak ingin lagi menanggapi ucapan ibunya.
Hatinya turut panas mendengar semua celaan yang Nyonya Kim lontarkan pada Hana.
"Aku ingin kau kembali besok pagi !"
"Bawakan nasi goreng untuk ku !" Yoongi menggenggam jemari Hana tatkala gadis itu hendak kembali pulang.
Gadis itu hanya mengangguk menanggapi kalimat Yoongi.
"Jangan pasang wajah lesu seperti itu Hana !" Yoongi kembali menarik tangan Hana dan membuat gadis itu mendekat padanya.
Cuuuup.
Kecupan lembut kembali Yoongi sematkan dibibir Hana yang tak lain adalah adiknya.
Wendy yang melihat hal itu kembali dibuat terkejut oleh perlakuan boss nya.
"Benarkah Hana itu adik kandungnya ?" kalimat itu terbersit begitu saja dalam pikiran Wendy.
Sekretaris cantik itu juga nampak bingung serta iba pada Hana yang terlihat begitu tertekan karena ulah kakaknya.
"Mari ku antar pulang Hana," Wendy mengejar Hana setelah menerima persetujuan dari Yoongi.
"Tuan Yoongi yang meminta," wanita itu tersenyum manis menatap Hana.
"Terima Kak !"
"Jika Kakak sibuk, tak apa saya bisa pulang sendiri," Hana berucap dengan begitu ramah menanggapi kalimat Wendy.
__ADS_1
"Sudah menjadi salah satu tugas saya jika Tuan Yoongi yang meminta."
Kedua wanita yang baru saja kenal itu akhirnya berada dalam satu mobil bersama.
"Kak Wendy sudah lama bekerja di kantor ?" Hana mencoba membuka percakapan.
"Belum terlalu lama Hana," Wendy melontarkan senyum pada Hana dan kembali menatap jalanan padat dihadapan nya.
"Apa kak Yoongi memperlakukan Kakak dengan baik ?" Hana menatap paras cantik Wendy yang fokus menyetir untuk membawanya ke rumah.
"Tuan Yoongi selalu dingin pada siapapun di kantor,"
"Para karyawan baru mendapatinya tersenyum cerah dan begitu terlihat dewasa saat ia membawa mu ke kantor waktu itu Hana."
"Kau benar-benar adik kesayangannya ternyata," Wendy kembali tersenyum menatap Hana.
"Sebenarnya tidak seperti itu Kak !" senyuman Hana terlihat memudar.
"Kak Yoongi memang pendiam, terkadang perubahan sikap nya justru membuat saya takut," gadis itu menghela nafas perlahan.
"Apa kau baik-baik saja Hana ?" Wendy terlihat turut mencemaskan Hana.
"Tidak ada yang baik-baik saja dalam hidup saya Kak," Hana tersenyum getir.
"Apa maksudmu Hana ?" Wendy semakin dibuat bingung oleh perkataan Hana yang terlihat nyaman untuk mencurahkan sedikit kecemasan dalam hatinya.
"Tak apa, saya hanya bercanda," Hana kembali tersenyum dan mengalihkan pandangannya.
Wendy akhirnya terdiam mendengar perkataan Hana, wanita itu juga merasakan ada sesuatu yang sebenarnya ingin diceritakan oleh Hana.
Namun, gadis itu belum mampu untuk terbuka sepenuhnya pada dirinya.
"Terimakasih Kak," Hana tersenyum dan menatap hangat Wendy sekretaris sang Kakak.
"Apa Kakak bersedia turun dulu untuk minum ?" ia kembali menawarkan dengan ramah pada Wendy untuk singgah.
"Tidak Hana terimakasih, mungkin lain kali !" Wendy tak kalah hangat dalam menanggapi senyum dari Hana.
"Berhati-hatilah di jalan Kak !" Hana melambaikan tangannya mengiringi kepergian Wendy.
"Bagaimana perkembangan kasusnya ?" Taehyung muncul dan berdiri di samping tubuh Hana.
"Tuan disini ?" Hana nampak sedikit terkejut dengan kehadiran Taehyung.
"Aku menunggumu,"
"Ibu tiri ku bilang, semua sangat kacau di kantor polisi."
"Benarkah seperti itu ?" Taehyung mengiringi langkah Hana yang perlahan membuka kunci pintu rumahnya.
"Begitulah Tuan."
"Jadi Yoongi benar-benar mencekik leher wanita itu ?" Taehyung kembali bertanya dengan antusias.
Hana hanya mengangguk,
"Waah, aku benar-benar terkesan mendengar nya,"
"Akhirnya ada yang berani berbuat kasar pada wanita ular itu !" Taehyung berucap dengan tampilan senyum devil diwajahnya.
"Apa yang Tuan katakan ?" Hana terlihat tak begitu suka mendengar ucapan Taehyung.
"Hana, cobalah untuk menjadi wanita sadis sesekali !"
"Demi melindungi dirimu sendiri," Taehyung mengikuti langkah Hana menuju kamarnya.
"Apa yang Tuan inginkan ?" gadis itu tersadar dan seketika berhenti melihat Taehyung yang mengekor padanya.
__ADS_1
"Mmmmm !"
"Dirimu," pria itu tersenyum dan akhirnya berbalik arah menuju ruang tamu di rumah Hana.