
"Irene, cukup hentikan !" Jimin akhirnya meninggikan suaranya terhadap saudara sepupu perempuannya.
"Kau tidak bisa seperti ini terus Irene !"
"Sadarlah," Jimin mengguncang perlahan tubuh Irene dan mencoba mengingatkan gadis itu.
"Tidak Kak,"
"Aku benar-benar mencintainya !" Irene kembali menumpahkan air matanya di pelukan Jimin.
Ketegasan sikap Taehyung dalam menolak hatinya membuat gadis itu benar-benar patah hati.
Terlebih lagi saat ia mengingat Taehyung yang dengan tega menodongkan senjata terhadap dirinya.
Pikiran Irene benar-benar kacau karena perubahan sikap Taehyung.
Perasaan cintanya yang masih begitu dalam pada sang pria tampan membuat Irene belum juga mampu menerima kenyataan bahwa Taehyung telah berpaling dari dirinya.
"Diriku mendengar semuanya !" Taehyung membisikkan kalimat itu pada telinga Hana.
Hana seketika mencoba berdiri dan kembali bergerak dari pangkuan Taehyung.
Namun Taehyung kembali membuat Hana terduduk kembali.
"Jujurlah Hana, kau juga menyukai ku bukan ?" Taehyung kembali tak mengalihkan pandangan dari mata dan bibir Hana.
Hana yang tertunduk tanpa bersuara dan hanya memainkan jarinya justru membuat Taehyung semakin memejamkan matanya.
"Aaaaaaggghhhh, pergilah !"
"Aku melepaskan mu sekarang !" Taehyung kembali berteriak dengan memejamkan mata untuk menahan hasratnya.
"Apa yang terjadi Tuan ?"
"Apa Tuan baik-baik saja ?" bukan beranjak pergi Hana justru menatap keanehan pada sikap Taehyung.
"Tuan berkeringat," Hana kembali mengusap dahi Taehyung dengan tangan mungilnya.
"Apa Tuan sakit ?" gadis itu nampak semakin bingung karena Taehyung hanya memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.
"Berdirilah sekarang Hana,"
"Ini sungguh menyiksaku !" Taehyung nampak kembali memperingatkan Hana.
"Menyiksa ?" Hana nampak bingung dengan kalimat yang keluar dari bibir Taehyung.
"Tuan yakin Tuan baik-baik saja ?" Hana menyentuh dan memeriksa nadi pada leher Taehyung, nafas pria itu nampak semakin tak beraturan.
"Aku akan baik-baik saja jika kau berdiri sekarang !"
"Kau tahu ...,"
"Paha mu telah membangunkan junior ku Hana !" Taehyung nampak bersandar dengan mendongakkan kepalanya.
Sorot mata tajam kembali nampak di wajah Hana, ia akhirnya beranjak seketika.
"Maaf Tuan !"
"Saya benar-benar tidak sengaja !" Hana nampak begitu salah tingkah dan meninggalkan Taehyung saat itu juga.
"Astaga !"
"Apa yang telah ku lakukan ?" Hana nampak merutuki perbuatannya, gadis itu nampak melangkah cepat menuju ruang rawat inap kakak lelakinya.
__ADS_1
Taehyung yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Hana hanya mampu terkekeh dan tak bergerak dari posisinya.
"Kenapa aku tak mampu menggantikan hasrat ini pada wanita lain sekarang ?"
"Diriku lebih rela untuk menahannya dibanding meluapkan nya !" Taehyung kembali bergumam seorang diri.
Taehyung yang semula tampil bak casanova pada kehidupan masa lalunya, kini luluh bahkan kalah dan tunduk pada pesona Hana.
"Aaaaaghh Hana, kau benar-benar telah membuat ku gila !" Taehyung kembali memejamkan mata untuk meredam hasrat yang begitu bergejolak dalam tubuhnya.
Tak berselang lama Taehyung turut beranjak, pria itu kembali merasakan cacing dalam perut nya telah menggeliat.
"Aku akan keluar mencari makan siang, kalian ingin pesan apa ?" Taehyung memasuki ruangan Yoongi dan nampak Jihyo dan Hana yang seketika menatapnya.
"Terserah kau saja Tae, sekalian bawakan makanan kecil untuk ku !" Jihyo menanggapi kalimat Taehyung seketika.
Sementara Hana gadis itu masih tersipu dan merasa malu akan kejadian yang telah ia lalui sebelumnya bersama Taehyung.
"Bagaimana denganmu Hana ?" Taehyung kembali mengalihkan perhatiannya pada Hana.
"Saya ...,"
"Terserah Tuan saja !" Hana menjawab tanpa mengalihkan pandangan pada Taehyung yang sedari tadi menatap dirinya.
"Jika kalian menjawab dengan kata terserah semua seperti ini, akan ku bawakan batu kemari !"
"Ingat aku bukan pesuruh kalian !" pria itu nampak kesal dan sedikit meninggikan suaranya.
"Hana ikutlah dengannya !"
"Kau tahu kan makanan kesukaan ku !"
"Dan segera ajak pria mu itu pergi dari sini sekarang !"
"Tapi Kak ...,"
Hana mencoba untuk menyanggah kalimat Jihyo namun Taehyung telah menarik tangannya untuk pergi.
Jihyo hanya tersenyum melihat tingkah Taehyung dan Hana.
"Aku tahu kau ingin selalu bersamanya Tae !" Jihyo nampak bergumam seorang diri.
Jimin nampak membawa Irene berkeliling taman rumah sakit dengan kursi rodanya.
Pria itu mencoba untuk membujuk Irene supaya mau mengkonsumsi obatnya.
"Jika kau terus seperti ini, kau akan makin lama berada disini Irene !"
"Aku hanya ingin Taehyung menemui ku disini Kak !"
"Lupakanlah pria itu Irene !"
"Pikirkan sedikit harga dirimu !" Jimin kembali mencoba untuk memperingatkan sepupunya.
"Aku bahkan sudah tak memiliki harga diri untuk bisa bersamanya !" Irene tertunduk lesu, gadis itu mengingat masa-masa indah nya bersama Taehyung di masa lalu.
Pandangan nya teralihkan saat melihat sosok Taehyung yang nampak berjalan pada celah pilar lorong rumah sakit.
"Tae ?" bibirnya seketika berteriak dan memanggil pria pujaan nya.
"Kak itu Taehyung, tolong bawa diriku padanya sekarang !"
"Aku mohon Kak !" Irene terlihat semakin histeris saat Hana nampak dan muncul dengan tangan yang berada pada genggaman Taehyung.
__ADS_1
Jimin kembali dibuat frustasi oleh kelakuan adik sepupunya.
"Tuan lepas !" Hana menarik tangannya dari genggaman Taehyung perlahan.
"Kenapa sayang ?" Taehyung kembali mendekati Hana dengan perlahan.
"Setelah kau membangunkannya perlahan, apalagi yang akan kau lakukan sekarang ?" Taehyung membuat Hana terhimpit antara badan mobil juga tubuhnya.
"Kau tahu kau membuatku sangat pening hari ini," pria itu membelai surai Hana dan kembali menatap mata serta bibir gadis di dekapannya.
"Lihatlah tempat ini begitu sepi," Taehyung berucap dengan nada nakal dan tersenyum aneh nampak terukir di bibirnya.
"Saya tidak takut dengan Tuan !" gadis itu mencoba untuk mendorong tubuh Taehyung supaya menjauh darinya.
"Kau ingin beradu kekuatan sekarang ?" Taehyung justru kembali menggoda Hana.
"Cobalah, aku bahkan belum makan sekarang !" pria itu terkekeh melihat tubuh mungil Hana yang nampak dengan sekuat tenaga untuk menjatuhkan tubuh Taehyung.
"Tuan tolong jangan seperti ini !" Hana akhirnya menghela nafas dan merengek dengan kesal.
"Apa kau menyerah Hana ?" Taehyung menunduk dan menyentuh dagu Hana untuk menatap matanya.
"Saya ...," wajah Taehyung yang kembali begitu dekat dengan Hana membuat jantung gadis itu kembali berdegup kencang tak beraturan.
"Menyerah lah,"
"Kau tahu tangisan mu tadi membuat hatiku lemah !" Taehyung kembali berbisik di telinga Hana.
Hana seketika tertunduk, ia benar-benar merasa malu karena perbuatannya sendiri.
"Habis sudah,"
"Tuan Taehyung pasti akan semakin mengolok-olok ku kali ini !" gadis itu hanya terdiam dan asik berdebat dalam hati.
"Dan aku sangat bahagia melihat calon istri ku yang begitu mengkhawatirkan ku selama ini !" Taehyung kembali terkekeh melihat Hana yang semakin menyembunyikan wajahnya.
"Apa yang kalian lakukan disini ?" nampak seorang petugas keamanan basement menghampiri Taehyung juga Hana.
"Tuan ...," kalimat Hana terhenti karena Taehyung membekap bibirnya.
"Tidak terjadi apa-apa Tuan !"
"Istri saya dia hanya sedikit badmood dan saya sedang mencoba untuk membujuk nya sekarang," Taehyung nampak begitu lihai dalam memberikan alibi.
"Benarkah ?"
"Wanita memang sering seperti itu Tuan,"
"Istri saya juga sering bertingkah seperti ini !"
"Semangat Tuan, jika suasana hati Nona tidak juga membaik,"
"Cobalah untuk mengajak nya berbicara di atas ranjang."
Petugas security itu justru menasehati Taehyung dengan panjang lebar.
"Aaaaaghh,"
"Kau !"
"Kenapa kau menggigit jariku Hana !" pria itu nampak merengek dan nampak kesakitan.
"Sudah, saya katakan saya tidak takut pada Tuan !" Hana kembali berucap tegas dengan raut wajah yang begitu kesal.
__ADS_1