Sweater Abu-abu

Sweater Abu-abu
Ice Cream ???


__ADS_3

Atensi Yoongi nampak tertuju pada sebuah minuman herbal yang terletak di atas meja begitu ia memasuki ruangan kantornya.


"Apa Wendy yang menaruh nya disini ?" pria itu bergumam sembari memeriksa sebotol minuman herbal ditangannya.


Tak berselang lama ponselnya bergetar dan menampilkan sebuah pesan notifikasi dari Wendy.


Maaf Tuan, saya izin untuk pulang lebih awal.


Ayah saya harus mendapatkan perawatan karena


sebuah kecelakaan,


Saya janji akan mengirimkan file yang Tuan inginkan nanti malam.


Terimakasih.


Yoongi terduduk pada kursi meja kerjanya, pria pucat itu akhirnya menghela nafas dan memejamkan mata.


"Ibu, kenapa semua jadi seperti ini ?"


"Maafkan Yoongi Bu,"


"Yoongi janji akan berubah untuk menjadi lebih baik lagi !"


"Meskipun terkadang hati ini masih sulit untuk menerima semua kenyataan ini !"


Pria itu mendongakkan kepalanya dan tetap berbicara seorang diri.


"Bagaimana ?, Apa kau benar-benar menginginkan ice cream Hana ?" Taehyung berucap dan seketika memberhentikan mobilnya pada sebuah minimarket ditepi jalan.


"Saya tidak akan terpancing lagi Tuan !" Hana berucap dengan ketus tanpa memperhatikan Taehyung yang selalu menatapnya.


"Hey cantik !"


"Lihatlah ice cream !" Taehyung memegang dagu Hana dan menoleh kan kepala Hana untuk mengarahkan pandangan gadis itu pada gambar yang terpampang di teras minimarket.


Seketika Hana tersenyum dan tertunduk malu karena pemikirannya sendiri.


"Kau menginginkan rasa apa Hana ?" Taehyung kembali melepas sabuk pengaman dan hendak turun dari mobilnya.


"Saya ...," Hana, gadis itu mulai terlihat gelisah dan bernafas dengan berat.


"Apa kau baik-baik saja ?" Taehyung kembali menghadapkan dirinya pada tubuh Hana, ia memeriksa dahi kekasihnya yang kini nampak pucat dan berkeringat.


"Tuan, nafas saya begitu sesak !" gadis itu nampak tertunduk dengan ucapan serta nafas yang tersendat.


Taehyung yang begitu panik akhirnya membawa Hana menuju rumah sakit terdekat.


"Bertahanlah sayang, aku mohon !" kepanikan Taehyung membuat pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Malam itu Namjoon sengaja mampir ke rumah orang tuanya untuk bertemu Jihyo, pria itu menyempatkan untuk makan malam bersama Ibu juga kekasih nya dikediaman sang Ayah.

__ADS_1


"Kami pamit Ibu, Ayah !" Namjoon menarik tangan Jihyo dan melangkah menuju mobil meninggalkan ayah serta ibunya.


Kedua orang tua itu nampak melambaikan tangan mengiringi kepergian mobil sang putra.


"Bagaimana dengan pertemuan Oppa dengan kak Yoongi ?" Jihyo nampak membuka percakapan didalam mobil saat bersama pria pujaannya.


"Semuanya pasti akan membaik Jihyo !" Namjoon tersenyum dengan menganggukkan kepala.


"Itu tandanya, kak Yoongi menerima bantuan dari Oppa ?" Jihyo tersenyum lebar mendengar pernyataan tunangannya.


"Iya sayang !" pria ber_dimple itu kembali tersenyum dengan menatap wajah Jihyo dengan sekilas.


"Diriku sungguh bahagia Oppa !" Jihyo akhirnya memeluk Namjoon dengan seketika.


Suasana rumah sakit yang begitu lengang membuat langkah kaki Taehyung nampak begitu terdengar.


"Apa yang terjadi pada Hana ?"


"Kenapa tiba-tiba seperti ini ?" Taehyung berbicara seorang diri serta mondar-mandir dengan raut wajah paniknya.


Tak berselang lama, petugas kesehatan akhirnya menghampirinya.


"Apa Tuan keluarga dari pasien yang bernama Hana ?"


"Betul Dok !"


"Bagaimana keadaan calon istri saya ?" Taehyung nampak berujar tanya seketika pada sang Dokter.


"Apa Tuan tidak mengetahui hal ini sebelumnya ?"


Taehyung terkejut serta menggeleng perlahan menatap sang Dokter.


"Itulah yang menyebabkan Nona Hana mengalami gangguan pernapasan !"


"Mungkin bisa lebih diperhatikan lagi untuk menu makanan nya !" sang Dokter nampak menjabarkan keadaan Hana pada pria tampan yang tak berhenti mengkhawatirkan gadis pujaannya.


Taehyung kembali mengangguk pertanda memahami saran serta informasi perihal kesehatan tubuh Hana.


Pria itu akhirnya melangkah memasuki ruangan dan mendekati Hana.


"Kenapa kau tak bercerita Hana ?" Taehyung menatap datar wajah lemah Hana, kekasihnya.


"Saya pikir itu sudah tidak akan kambuh lagi Tuan !" Hana tertunduk dan tak berani menatap Taehyung.


"Seharusnya kau menolak Hana !"


"Tidak bisa kubayangkan jika sampai terjadi sesuatu pada dirimu hanya karena kecerobohan ku !" Taehyung kembali menghela nafas dengan kesal, pria itu nampak memejamkan mata untuk menyembunyikan amarahnya.


"Tuan, saya sungguh minta maaf !" Hana menggenggam erat lengan Taehyung, gadis itu nampaknya memahami jika Taehyung tengah emosi karena ulahnya.


Hana akhirnya terisak karena pemikirannya sendiri, ia begitu takut setiap kali pria itu mendiamkan dirinya.

__ADS_1


"Kenapa dirimu menangis Cantik ?" Taehyung kembali memperhatikan Hana yang tertunduk dengan air matanya.


"Tuan marah terhadap saya bukan ?" Hana, gadis itu kini nampak begitu cengeng dihadapan pria yang telah meluluhkan hatinya.


Taehyung akhirnya membawa Hana dalam dekapannya, tangan kekarnya kini nampak membelai lembut surai rambut Hana.


"Tolong jangan menyembunyikan apapun dariku Hana !" Taehyung kembali berucap lemah, pria itu nampak benar-benar mencemaskan kondisi kekasih hatinya.


Selama perjalanan menuju hotel Hana hanya terdiam, gadis itu sesekali menatap paras tampan Taehyung yang kini nampak begitu serius.


"Kenapa Tuan Taehyung semakin mempesona dengan tampilan yang seperti ini ?" gadis itu masih saja terpaku memperhatikan paras tampan pria yang kini telah menguasai hatinya.


"Pribadi nya benar-benar berbanding terbalik saat diriku baru mengenalnya saat pertama kali !" Hana masih hanyut dalam pemikirannya sendiri.


"Apa kau mengantuk sayang ?" Taehyung kembali membuka suara dan memecah sunyi nya suasana di dalam mobil.


"Mmmm, !" Hana hanya bergumam perlahan dengan memejamkan matanya.


Taehyung yang memperhatikan Hana sepintas akhirnya mengusap lembut dahi sang gadis dengan tangan kirinya.


Bak seorang anak kecil yang tengah dinyanyikan lagu penghantar tidur oleh sang Ayah, Hana yang turut merasa nyaman dengan belaian Taehyung akhirnya benar-benar terlelap.


"Maaf jika diriku terlalu keras padamu Hana !" Taehyung, pria itu berucap dalam hati serta terdiam fokus pada pandangan didepan dengan tangan yang tetap membelai dahi kekasihnya.


Suara nada dering dari ponsel Taehyung akhirnya kembali membuat Hana tersadar dari rasa kantuknya.


"Kenapa tidak diangkat Tuan ?" Hana kembali menggeliat dan menggenggam perlahan tangan Taehyung serta mengisyaratkan untuk menghentikan belaian pria itu dari dahinya.


"Tak apa, biar saja."


"Kau bisa tidur kembali sayang !" Taehyung nampak mematikan nada dering pada ponselnya.


"Bagaimana jika itu penting ?" Hana kembali membenarkan posisi duduknya dengan tetap menggenggam tangan Taehyung.


"Bagiku tiada yang lebih penting selain dirimu Hana !" Taehyung berucap menanggapi kalimat Hana dengan menyunggingkan senyum tulus di bibirnya.


Lagi, Hana hanya mampu terdiam dengan mata yang tak berkedip karena mengagumi paras tampan dari pria yang kini berada disampingnya.


"Aku tahu aku tampan !"


"Kenapa kau masih saja terkagum seperti itu ?" Taehyung terkekeh dengan menarik kepala Hana untuk bersandar pada bahunya.


"Diriku sungguh beruntung karena bisa mengenal mu Tuan !" Hana, gadis itu turut tersenyum dan bergumam dengan perlahan.


"Bisakah kau mengulang kalimat mu sayang ?"


"Diriku sungguh tak begitu mendengar nya !" pria itu kembali meminta Hana untuk memperjelas perkataan yang keluar dari lisannya.


Bukan jawaban Hana justru kembali memberikan sebuah kecupan lembut pada pipi kekasihnya.


"Kau sudah semakin berani sekarang ?" Taehyung terkejut seketika seraya memegangi pipinya.

__ADS_1


Tak lama pria itu kembali menarik tubuh Hana hingga sang gadis tersandar pada dada bidangnya, kecupan lembut kembali ia sematkan pada dahi Hana.


__ADS_2