
Suasana pagi yang berbeda membuat Hana terbangun dengan wajah yang begitu bahagia.
"Terimakasih untuk semuanya Tuhan !" gadis itu tersenyum sebelum akhirnya beranjak membersihkan dirinya.
Ia melangkah keluar dari kamarnya dengan mengikat rambut lurusnya.
"Kakak sudah bangun ?" Hana nampak mendekati Yoongi yang terlihat memegang cangkir dan hendak membuat air panas di dapur.
"mmmmm !" pria pucat itu hanya berdehem untuk menanggapi kalimat adiknya.
"Kakak duduklah, akan saya buatkan kopi untuk kakak !" Hana mengambil alih cangkir dari tangan Yoongi dan mengeluarkan gula beserta bubuk berwarna coklat dari lemari atas dapurnya.
Degh.
Hati Yoongi kembali bergetar saat tangan lembut Hana menyentuh jemari pucat nya.
Pria itu terdiam kaku saat mendapati perlakuan Hana yang begitu perhatian terhadap dirinya.
Pria dengan tampilan kulit pucat yang tak lain adalah kakak lelaki Hana itu kembali tertunduk dengan memejamkan mata, sebelum akhirnya ia kembali tersadar karena suara Hana.
"Kakak baik-baik saja ?" Hana kembali menghentikan aktivitasnya karena melihat Yoongi yang tak bergerak dari posisinya.
"Oh iya, tentu !" Yoongi yang tersadar akhirnya bergegas duduk dan menunggu Hana di meja makan dengan memainkan laptop nya.
"Apa kekasih mu belum bangun juga Hana ?" Yoongi kembali bersuara saat Hana mendekat dan menyuguhkan secangkir kopi dihadapannya.
"Sepertinya begitu kak !"
"Tuan Taehyung mungkin terlalu lelah karena harus menyetir seharian !" Hana menanggapi kalimat Yoongi dengan sedikit mengaduk kopi milik kakaknya.
"Apa kakak sudah makan ?" Hana kembali menatap Yoongi saat melontarkan pertanyaan.
"Belum Hana !" pria itu mengacuhkan tatapan Hana dan tetap fokus pada laptopnya.
"Ini masih panas kak !"
"Jangan meminum nya terlebih dulu !"
"Akan saya siapkan roti isi terlebih dahulu !" Hana kembali melangkah dan meracik sandwich rumahan untuk Yoongi kakaknya.
"Namjoon benar !"
"Diriku memiliki tempat tersendiri di hati Hana !"
"Dia sama sekali tak menjauhi ataupun mengacuhkan diriku !"
"Kasih sayang dan perhatian Hana masih tetap sama padaku !" pria pucat kakak lelaki Hana itu kembali tersenyum dengan pandangan yang tak teralihkan dari paras manis Hana, adik bungsunya.
"Makanlah terlebih dulu kak !" Hana tersenyum dan menyajikan roti isi pada Yoongi.
"Bolehkah diriku memeluk mu Hana ?" kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Yoongi saat Hana berdiri di samping tubuhnya.
Hana terdiam, namun akhirnya ia mengangguk mengiyakan.
"Aku sungguh minta maaf !" Yoongi benar-benar memeluk hangat tubuh Hana untuk melepas kerinduan nya selama ini.
__ADS_1
"Maaf jika kau merasa tidak nyaman !" Yoongi segera melepas dekapan dengan memalingkan wajahnya.
Hana tersenyum dan mengusap perlahan air mata yang nampak pada pipi saudara lelakinya.
"Sampai kapanpun, kakak akan tetap menjadi yang terbaik bagi saya !" Hana kembali tersenyum dengan mengusap lembut pipi sang kakak lelaki.
Pria itupun kembali tersenyum dengan kehangatan sikap Hana.
"Haruskah kita ke makam Ayah dan juga Ibu Hana ?" Yoongi kembali duduk dan menikmati roti isi buatan Hana.
"Aku akan meluangkan waktu jika kau bersedia!"
"Dirimu sama sekali belum pernah berkunjung ke sana bukan ?" Yoongi melontarkan pertanyaan dengan memperhatikan wajah adik perempuannya.
"Apa boleh kak ?" Hana tak menyangka akhirnya Yoongi membicarakan tentang tempat persinggahan terakhir bagi kedua orang tuanya.
Pria itu tersenyum mengangguk dengan rahang yang tak berhenti mengunyah makanan.
"Kalian sudah bangun ?" Jihyo nampak mendekat dan mendudukkan diri dengan tampilan rambut singa nya.
"Astaga, kau masih belum membersihkan diri ?" Yoongi menatap Jihyo dengan begitu sinis.
"Kau bilang ingin menjadi seorang istri yang baik, tapi lihatlah penampilan mu !"
"Aku tak yakin Namjoon akan menikahi mu Jihyo aa !" kakak tertua dalam keluarga Hana nampak begitu renyah dalam mengolok-olok adik perempuan pertamanya.
"Kakak diam lah !"
"Namjoon Oppa bukanlah tipe lelaki yang penuntut seperti mu !" Jihyo kembali menjawab dengan ketus perkataan Yoongi.
Hana hanya tersenyum menanggapi percekcokan kecil diantara kedua kakaknya.
Tak lama bel pintu rumah Hana kembali berbunyi dengan nyaring.
"Kakak lanjutkan saja untuk makan !" Hana, gadis itu menghentikan Jihyo yang hendak beranjak dari duduknya.
"Biar saya yang membukakan pintunya !" Hana nampak melangkah meninggalkan meja makan menjauhi kedua kakaknya.
"Inilah kenapa diriku sangat merindukan keberadaan Hana !" Jihyo tersenyum karena ia merasa sangat tergantung pada adik bungsunya.
"Sampai kapan kau akan menggantung kan hidupmu pada Hana Jihyo aa !" Yoongi kembali melontarkan pertanyaan untuk menggoda adik perempuannya.
"Seharusnya kakak juga menanyakan hal itu pada diri kakak sendiri !" Jihyo kembali berucap ketus menanggapi ledekan dari Yoongi.
Hana nampak tersenyum saat mendapati sosok Wendy hadir di teras rumah nya.
"Kak Wendy ?" Hana seketika menggenggam tangan Wendy dan menarik tangan wanita itu untuk memasuki rumahnya.
"Bagaimana kabarmu Hana ?"
"Seperti yang Kakak lihat, diriku sungguh baik-baik saja !"
"Bagaimana dengan Kakak ?" Hana kembali melontarkan pertanyaan dengan menatap wajah Wendy yang berubah lesu seketika.
"Ada apa kak ?"
__ADS_1
"Apa terjadi sesuatu ?"
"Ayahku masih terbaring lemah di rumah sakit Hana !"
"Kecelakaan beberapa hari lalu membuat Ayah terbaring koma."
"Diriku kemari karena ingin mengantarkan berkas-berkas pekerjaan yang sengaja ku kerjakan di rumah !"
"Dan ini sedikit terlambat, itulah kenapa aku buru-buru datang ke rumah ini !" Wendy nampak berbicara dengan raut wajah yang begitu cemas.
Raut wajah Hana turut berubah sendu karena semua penjelasan dari lisan Wendy.
"Kakak tenanglah, saya pastikan kakak tidak akan mendapatkan omelan dari kak Yoongi !" Hana mencoba untuk meyakinkan dan menenangkan Wendy, wanita cantik yang telah ia anggap sebagai saudara sendiri.
"Siapa yang datang Hana ?" Yoongi akhirnya muncul dengan merapikan kancing baju kemejanya.
"Kak !" Hana tersenyum dan beranjak menghampiri Yoongi.
"Ayah kak Wendy ...," belum sempat Hana melanjutkan kalimatnya Yoongi kembali menyela perkataan Hana.
"Di rumah sakit !"
"Aku tahu itu !" Yoongi berucap datar dan menatap Wendy asisten yang tengah tertunduk di kursi ruang tamu kediamannya.
"Apa kakak tidak akan memberikan keringanan kerja atas musibah yang terjadi padanya ?" Hana nampak memelas dihadapan Yoongi.
"Kak Wendy pasti juga lelah karena harus kesana-kemari Kak !" Hana kembali menggenggam lengan tangan kakak lelakinya.
Yoongi yang akhirnya luluh melihat rengekan dari adik kesayangannya akhirnya kembali memberikan izin pada Wendy untuk kembali mengambil cuti dari pekerjaannya.
"Baiklah !"
"Kau urus Ayahmu hingga benar-benar pulih, baru kau bisa bekerja kembali !" Yoongi berucap dengan tegas dengan menatap Wendy.
"Maaf Tuan dan Terimakasih atas izin cuti yang Tuan berikan !" Wendy nampak tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Hana, terimakasih atas bantuannya !" Wendy seketika beranjak dan memeluk Hana dengan begitu erat sebelum akhirnya berpamitan.
Wanita itu seketika bergegas untuk segera kembali ke rumah sakit untuk menjaga Ayahnya.
"Kakak memang yang terbaik !" Hana nampak tersenyum bahagia dan kembali menghampiri Yoongi yang tak mengalihkan pandangan dari dirinya.
"Kau ini sungguh membuatku lemah Hana !" pria itu kembali mencolek hidung Hana, adik bungsunya.
"Aku berangkat ke kantor sekarang !"
"Ingat jangan berbuat macam-macam saat kau hanya berdua dengan kekasih mu itu di rumah ini !"
"Kau paham !"
Hana tersenyum mengangguk seketika dan kembali meraih tas kerja Yoongi untuk mengantarkan pria itu menuju mobilnya.
"Diriku beruntung karena telah di adopsi oleh kedua orang tuamu Hana !" Yoongi kembali berbicara seorang diri dalam hatinya seraya melangkah mengiringi Hana yang selalu berjalan mendahuluinya setiap ia hendak berangkat kerja.
"Aku akan mencintaimu sebagai adik kesayanganku mulai saat ini !"
__ADS_1
"Diriku akan tetap mencintai mu meskipun aku tahu aku takkan bisa memiliki dirimu seutuhnya Hana !"